+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Siapin Duit, Harga Resmi Tiket Konser SO7 Udah Dirilis!!

SISIKOTA.COM – Antara Suara, promotor konser Sheila On 7 (SO7) telah merilis pengumuman harga tiket resmi untuk seluruh kota yang akan menjadi tempat perhelatan paling ditunggu penikmat musik tanah air tersebut.

Dalam unggahannya melalui akun instagram, Senin (22/4/2024), Antara Suara menyebutkan nilai harga tiket dalam berbagai kategori termasuk pula denah ruang konser untuk memudahkan penggemar band asal Yogyakarta tersebut. SO7 merupakan satu dari sedikit band yang memiliki fans lintas usia saat ini di Indonesia.

Kota Samarinda yang kebagian momen pertama dari rangkaian konser 5 kota di Indonesia ini akan memanfaatkan Stadion Utama Palaran untuk menggelar pertunjukan SO7. Dari informasi yang diunggah Antara Suara, area stadion akan dibagi menjadi 4 kategori yaitu CAT 1A yang terletak di tribun sisi kanan panggung, CAT 1B di tribun sisi kiri panggung, CAT 2 berada di tribun depan panggung dan kategori penonton festival yang ditempatkan di lapangan berhadapan langsung dengan panggung.

Harga tertinggi tiket dijual untuk penonton di CAT 1A dan 1B yaitu sebesar Rp525 ribu. Di kategori ini, diberlakukan sistem numbering seat atau tiket dengan nomor kursi. Penonton di CAT 2 juga akan diberlakukan sistem numbering seat namun dengan harga yang lebih rendah yaitu Rp325 ribu. Sementara itu untuk kategori penonton festival, Promotor mematok harga tiket sebesar Rp425 ribu.

Antara Suara juga kembali mengingatkan kepada calon penonton untuk berhati-hati terhadap tindakan penipuan tiket. Pembelian tiket resmi konser SO7 ini hanya dilakukan melalui kanal tungguakudi.com.

“Kanal pembelian resmi hanya melalui tungguakudi.com. Hati-hati penipuan yaahh” demikian tulis Antara Suara di kolom caption instagramnya, @antara.suara (sk-2/sisikota)

Sekda Kukar Minta Satpol PP Kukar Aktif Kembali Lakukan Razia Dan Patroli

SISIKOTA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara, Sunggono mengingatkan pentingnya peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah menjelang Pilkada serentak yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Untuk hal tersebut pula Sunggono meminta Satpol PP mengaktifkan kembali patroli dan razia untuk memantau aktivitas lingkungan-masyarakat di berbagai titik strategis.

“Penting untuk diaktifkan kembali, apalagi menjelang Pilkada,” tegasnya saat memberikan arahan pada apel pagi dalam rangka halal bi halal dan pelepasan peserta pembinaan fisik/lari sigap seluruh anggota Satpol PP Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (22/42024).

Sekda Kukar ini sempat pula menceritakan kepada seluruh peserta apel mengenai pengalamannya terkait masalah ketertiban masyarakat. Ia mengungkapkan, pernah melihat ada beredar gambar anak-anak muda yang minum miras serta gambar sebuah bangunan yang di dalamnya banyak botol minuman keras di Tenggarong baru-baru ini.

Menurutnya, karena berkurangnya empati-perhatian Satpol PP terhadap lingkungan masyarakat, maka hal itu terjadi tanpa ada penertiban. Padahal menurut pandangannya, bentuk negara hadir di masyarakat salah satunya memperhatikan aktvitas masyarakat sekitar.

“Jadi saya ingin perhatian kalian (Satpol PP Kukar) terhadap masyarakat lebih ditingkatkan lagi, aktifkan patroli,” tegasnya.

Sekda juga meminta Satpol PP merapatkan barisan guna menjalankan tugas pokok dan fungsi dengan sebaik-baiknya untuk memastikan masyarakat mendapat perlindungan pengayoman dibawah keamanan dan ketertiban. (*sk-3/adv)

Asisten I Kukar Ikuti Puncak Gerakan Sinergi Reforma Agraria Nasional Secara Virtual

SISIKOTA.COM – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Taufik Hidayat turut serta dalam acara puncak Gerakan Sinergi Reforma Agraria Nasional di seluruh Indonesia, Senin (22/4/2024).

Acara yang dilaksanakan secara virtual tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar. Turut hadir pula dalam acara tersebut antara lain Kepala ATR/Badan Pertanahan dan Agraria Kukar Aag Nugraha, Kepala Desa Ponoragan Kecamatan Loa Kulu Sarmin serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Sementara itu, kegiatan ini sendiri dibuka oleh Direktur Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN Dalu Agung Darmawan di dari Bandung, Jawa Barat.

Dalam paparan virtualnya, Dalu Agung mengatakan, Gerakan Sinergi Reforma Agraria ini bertujuan untuk mensinkronkan kegiatan penataan aset dan akses.

“Acara ini untuk mensinkronkan kegiatan terkait dengan penataan aset dan akses, sekaligus mendorong potensi usaha kegiatan penataan akses di kabupaten/kota seluruh Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa untuk Gerakan Sinergi Reforma Agraria Kementerian ATR/BPN akan membuat baseline untuk Reforma Agraria di tahun 2025–2029.

“Adapun di tahun 2024 ini kami manfaatkan untuk membangun Reforma Agraria dengan basis data di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional terakhir, kemudian basis data itu akan kita jadikan database untuk ke mana arah Reforma Agraria di tahun depan (dengan) pemerintahan yang baru,” terangnya.

Selain hal tersebut menurut Dalu, Gerakan Sinergi Reforma Agraria pada tahun ini kegiatannya akan lebih difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang lebih bernuansa pada bagaimana access reform atau penataan akses.

Sementara itu, Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat didampingi Kepala ATR/BPN Kukar Aag Nugraha usai kegiatan tersebut mengatakan, bahwa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria, yang dimaksud Reform Agraria adalah penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset dan penataan akses untuk kemakmuran rakyat.

Reforma agraria merupakan program strategis nasional yang memiliki peran penting dalam upaya pemerataan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah, serta penyelesaian konflik agraria, untuk mewujudkan ekonomi berkeadilan.

Taufik juga menambahkan, dalam rangka percepatan pemenuhan target penyediaan tanah objek reforma agraria dan pelaksanaan redistribusi tanah, legalisasi aset tanah transmigrasi, penyelesaian konflik agraria, serta pemberdayaan ekonomi subjek reforma agraria, diperlukan strategi pelaksanaan reforma agraria yang berkeadilan, berkelanjutan, partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Puncak Gerakan Sinergi Reforma Agraria Nasional tersebut ditandai dengan pembacaan ikrar/deklarasi Bersama “Kami berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi memujudkan cita cita Reformasi Agraria untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Reforma Agraria. Acara kemudian juga dilanjutkan dengan pemasangan puzzle Gerakan Sinergi Agraria Nasional oleh Kepala ATR/BPN Kukar Aag Nugraha dan Asisten I Setkab Kukar Akhmat Taufik Hidayat serta OPD terkait lainnya. (*sk-3/adv)

Ety Zefnia Dan Anyaman Tas Rotannya Yang Melintasi Pulau

Anjat, tas anyaman berbahan rotan karya Ety melanglang melintasi pulau Kalimantan hingga berlabuh di Jakarta. Perempuan muda itu senang tapi juga sekaligus menyimpan gelisah.

“Saya banyak terima permintaan tapi saya juga kewalahan memproduksinya” ucapnya pelan.

Ety Zefnia, nama lengkapnya. Ia tinggal di jalan Gunung Belah Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tidak banyak pengrajin anyaman rotan yang masih setia memproduksi buah tangan khas ini, Ety salah satu yang masih kuat bertahan.

Ety menganyam rotan dengan menggunakan teknologi tradisional. Bilah-bilah rotan yang ia dapatkan dibelah sendiri setelah dijemur kering, dengan menggunakan tangan. Ia menggunakan pisau yang dirancang khusus secara tradisional pula untuk membelah rotan-rotan tersebut. Pengalaman dan ketelitian dibutuhkan di fase ini, sebab jika tak paham caranya, salah-salah jari tangan bisa ikut teriris.

“Pada proses ini saya menggunakan alat seadanya atau manual saja, tak jarang jari-jari saya sering terluka,” cerita Ety.

Proses membelah itu lantas berlanjut dengan kegiatannya meraut belahan rotan tadi. Ini proses rautan tahap pertama. Ety lantas akan melakukan pengukuran dulu pada rotan yang sudah dibelah di tahap pertama. Caranya adalah dengan membuat garis menggunakan semacam pisau bermata dua. Pengukuran ini untuk mendapatkan bentuk yang sama, sesuai dengan produk yang ingin ia produksi. Proses membelah seperti ini bisa berlangsung seharian penuh. Selain waktu yang cukup, dibutuhkan juga tingkat konsentrasi yang tinggi untuk mengerjakan prosesnya. Ety menjalani itu semua, tentu saja sambil mengerjakan pula kewajiban-kewajiban rumahnya.

Tahap berikutnya, ia akan kembali meraut. Kali ini agar mendapatkan hasil yang lebih halus dan mudah ditekuk. Tingkat kehalusan hasil rautannya ini akan memudahkannya untuk menganyam nanti.

Usai melalui semua tahapan itu, barulah ia memulai proses menganyam hasil rautannya yang kemudian menjelma menjadi karya-karya unik dalam berbagai bentuk produk Anjat. Anjat merupakan produk tas anyaman berbahan rotan yang pada masa lampau banyak dibuat dengan tangan oleh warga suku Kutai dan Dayak. Di era modern seperti sekarang, sudah tak banyak orang yang menguasai seni menganyam seperti ini.

Menurut Ety, menganyam rotan menjadi sebuah tas dapat memakan waktu hingga dua hari, itu pun masih tergantung pada motif macam apa yang diinginkan oleh pemesan. Hal itu belum lagi terhitung waktu yang harus digunakan untuk proses pewarnaan pada rotannya.

“Pada proses ini juga membutuhkan konsentrasi yang tinggi serta kehatian-hatian, jika tersalah anyaman akan rusak dan mengulang kembali,” katanya.

Untuk pewarnaan pada rotan, Ety biasanya menggunakan pewarna alami yang juga melalui beberapa proses dengan memakan waktu dua hari, agar warna selalu menempel awet di rotan.

Meski hanya menggunakan alat sederhana atau manual, hasil karya Ety ini banyak diburu oleh pecinta anyaman rotan dari berbagai daerah, baik di lokal seperti Samarinda dan Balikpapan maupun luar kota seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengan hingga kota Jakarta.

Lantas, bagaimana dengan soal harga? Bila melihat proses dan bahan baku rotan yang kini sudah cukup langka, harga yang dibandrol Ety untuk produknya terhitung masih wajar. Ety menawarkan skala harga antara Rp150-Rp200 ribu untuk produk anjat kecil. Sementara untuk anjat berukuran besar, ia memberi harga antara Rp200 sampai Rp350 ribu perbuah. Tentu saja harga-harga ini bisa bervariasi jika pemesan mengorder tas dengan motif khusus atau dengan tingkat kesulitan tinggi untuk produksinya.**

 

Penulis: Fairuz

Editor: Dedi Sudarya

Kesbangpol Kukar Anggarkan Rp12 Miliar Untuk Fasilitasi Forum-Forum Kemasyarakatan Hingga Ke Tingkat Kecamatan

SISIKOTA.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Kartanegara menyiapkan anggaran fasilitasi sebesar Rp12 Miliar guna memfasilitasi berbagai forum kemasyarakatan yang telah dibwntuk oleh Pemerintah Kabupaten Kutai kartanegara (Pemkab Kukar) di tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan beberapa waktu lalu oleh Kepala badan Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti dalam rangkaian sosialisasi penggunaan Dana Operasional Pelaksanaan Kegiatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (DOPK-FKDM) di Balai Pertemuan Umum (BPU) kecamatan Kembang Janggut. Ada tiga kecamatan yang diundang dalam kegiata tersebut yaitu kecamatan Kembang Janggut, Kenohan dan Tabang.

Rinda menjelaskan, Pemkab Kukar melalui Kesbangpol telah membentuk FKDM, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Keputusan untuk membentuk forum-forum tersebut harus didukung dengan bentuk fasilitasi bagi anggotanya.

“Kadang yang menjadi persoalan klasik, forum-forum terbentuk tapi tidak terfasilitasi dengan baik. Kita tidak mau itu terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rinda menjelaskan bahwa anggaran bagi forum-forum yang ada di tingkat kecamatan masih melekat di Kesbangpol Kukar. Harapannya, melalui anggaran tersebut, FKDM kecamatan dapat membantu pemerintah daerah dalam mengantisipasi Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) di Kukar.

Sebelumnya, Kegiatan yang sama juga telah digelar di beberapa kecamatan lain mencakup wilayah pesisir seperti Muara Badak, Anggana, Marangkayu serta kecamatan lainnya di wilayah ulu antara lain Muara Muntai, Muara Kaman, Muara Wis, Kota Bangun Darat dan Kota Bangun Induk.

Total anggaran senilai Rp12 miliar tersebut disiapkan untuk forum-forum yang berada di bawah naungan Kesbangpol Kukar. Masing-masing kecamatan akan diberi Rp60 juta, dan setiap forum mendapat Rp20 juta.

“Anggaran Rp20 juta ini digunakan untuk ATK, makan minum, akomodasi dan transportasi. Insya Allah tahun depan anggaran akan dilekatkan di kecamatan. Saya berharap anggarannya bisa lebih besar lagi,” kata Rinda menutup pembicaraannya. (*sk-3/adv)

Diskop UKM Kukar Programkan Pendampingan Usaha Langsung Ke 20 Kecamatan

SISIKOTA.COM – Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kutai Kartanegara merencanakan program untuk terjun secara langsung ke 20 kecamatan di Kukar pada tahun ini guna melakukan pelatihan dan pendampingan bagi pengusaha lokal.

Kabid Pemberdayaan UKM Diskop UKM Kukar, Fathul Amin mengatakan, bahwa kegiatan ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan dalam memulai usaha baru, pembentukan kelembagaan bagi para pengusaha, bantuan perijinan, hingga strategi pemasaran untuk memperluas jangkauan pasar.

“Dalam prosesnya kita pakai dua pola, yang pertama, kita langsung on the spot di kecamatan, kita undang calon pelaku usaha dan kita langsung dampingi di tempat. Selanjutnya by event, kita mengadakan misalkan keterlibatan ekspo pameran UMKM di acara Pemda, Erau, dan Tifaf,” ujar Fathul.

Kata dia, langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan daya saing UKM di Kukar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.

Dengan memberikan pelatihan dan pendampingan langsung di kecamatan, diharapkan para pelaku UKM dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan.

“Karena memang dari Diskop UKM ini sendiri upaya sudah sampai dengan saat ini cukup maksimal. Saya kira dengan kemauan UMKM itu yang memulai bagaimana usaha itu bisa berkembang, tentu itu tidak hanya cukup peran dari pemerintah,” tegasnya.

Fathul juga berharap bahwa kegiatan ini akan mendorong terciptanya iklim usaha yang lebih kondusif dan memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi di setiap kecamatan.

Selain itu, melalui pendekatan yang lebih langsung ke lapangan, diharapkan dapat terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.

“Kita tidak berharap pelaku usaha itu selalu berharap bantuan, pelatihan dari pemerintah, fasilitas dan sebagainya. Kita berharap itu hanya sebagai pemancing pelaku UMKM agar mampu berkembang sendiri. Toh nanti ujung-ujungnya ke peningkatan perekonomian dia dan keluarganya, itu yang kita harapkan,” tutupnya. (*sk-3/adv)

Agar Pelayanan Efektif, Kecamatan Tenggarong Seberang Dipersiapkan Untuk Dimekarkan

SISIKOTA.COM – Camat Tenggarong Seberang, Teguh Yuwono mengungkapkan, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah telah menginstruksikan jajarannya agar mempersiapkan pemekaran wilayah di kecamatan Tenggarong Seberang.

Berdasarkan persyaratan, lanjut Tego, wilayah Tenggarong Seberang telah layak untuk dimekarkan. Kelayakan tersebut juga dirasa cukup apabila ditinjau dari aspek peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, terus bertambahnya  jumlah penduduk di wilayah tersebut juga bisa dijadikan pertimbangan.

Kecamatan Tenggarong Seberang memang merupakan wilayah kecamatan yang luas dengan jarak antar desa yang cukup jauh. Beberapa desa di wilayah ini terletak di pinggiran sungai mahakam (kawasan bawah) atau cukup jauh dari pusat pemerintahan kecamatan Tenggarong Seberang.

“Kami melihat wilayah bawah ini perlu pemekaran. Terlebih apabila mengurus urusan tidak perlu terlalu jauh. Sesuai instruksi Bupati diminta tahun ini mempersiapkan pemekaran kecamatan,” jelas Tego pada (19/4/2024).

Dijelaskan oleh Tego, pada bulan Maret lalu pihaknya telah melakukan koordinasi persiapan mengenai syarat-syarat. Salah satu syarat yang harus dipenuhi antara lain misalnya harus terdapat 10 desa dalam satu kecamatan. Ada pula syarat-syarat lain seperti adanya akses pendukung dan pusat pemerintahan terpadu.

Desa Bangun Rejo dan Desa Bukit Pariaman merupakan dua diantaranya yang akan dipersiapkan untuk mekar. Saat ini, pihak kecamatan Tenggarong Seberang masih akan melakukan kajian lebih matang sebab hal ini akan bersentuhan dengan banyak aspek dalam masyarakat.

“Pusat kajian berada di Brida Kukar (Badan Riset Daerah), kajian tersebut tentunya dilakukan secara akademis, pihak kami mendukung untuk dilakukannya kajian tersebut,” tambahnya.

Tego mengungkapkan pemekaran wilayah sendiri butuh persiapan waktu yang cukup lama, seperti perizinan kepada Kementerian. Namun demikian pihaknya akan terus mendorong dan berupaya untuk pemekaran.

“Meski waktu tunggu cukup lama bisa mencapai tiga hingga empat tahun, tetap kita lakukan,” pungkasnya (*sk-4/adv).

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI