+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Kampung KB Bisa Difungsikan Untuk Sarana Edukasi Konsekuensi Pernikahan Diri

SISIKOTA.COM – Menurut data Dinas Keluarga Berencana (KB) dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), saat ini terdapat 337 Kampung KB di seluruh Kalimantan Timur. Di Kutai Kartanegara sendiri,dari jumlah ini sejak beberapa tahun lalu telah ada kurang lebih 86 kampung KB. Kampung KB tersebut tersebar di sejumlah desa dan kelurahan.

Sekretaris Dinas KB dan Pengendalian Penduduk Kukar, Mastukhah menjelaskan, penerapan kampung KB di setiap desa dan kelurahan bisa berkontribusi dalam hal pengendalian penduduk.

Kampung KB merupakan satu kawasan yang membantu program-program keterpaduan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pengembangan Keluarga (KKBPK) dan pembangunan sektor yang terkait dengan sistem tersebut.

Menurut Mastukhah lagi, sifat kerja kampung KB adalah intervensi lintas sektor yaitu antara program KB dengan program kependudukan. Tujuannya adalah guna meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.

“Kampung KB tidak bisa berdiri secara independen, harus didukung semua elemen masyarakat, baik dari kepala desa, pasangan suami istri ataupun remaja,” jelasnya pada Jumat (29/3/2024).

Mastukhah, Sekretaris Dinas KB dan Pengendalian Penduduk, Kukar (istimewa)

Ia melanjutkan, sejauh ini signifikansi kampung KB di Kukar memang belum terlihat, namun ia memandang ada dua desa yang perlu mendapatkan apresiasi sekaligus dijadikan percontohan. Kedua desa tersebut adalah desa Batuah dan desa Buana Jaya.

Program kampung KB sendiri terdiri atas penyediaan data dan peningkatan cakupan administrasi, peningkatan perubahan perilaku, peningkatan cakupan layanan dan rujukan keluarga serta penataan lingkungan keluarga.

Program ini berfungsi sebagai sarana edukasi untuk remaja mengenai konsekuensi pernikahan dini. Pasalnya, pernikahan dini dapat menjadi faktor penyebab masalah stunting. Di Indonesia, usia matang untuk melakukan pernikahan bagi wanita adalah minimal 21 tahun bagi wanita dan minimal 25 tahun bagi laki-laki.

Selain sebagai sarana edukasi, kampung  KB diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di Kukar, pasalnya angka stunting di Kukar saat ini prevelensinya mencapai angka 27,1%.

“Dengan program Kampung KB akan mendorong penguatan konvergensi dan komitmen dari masing instansi untuk terus bersama-sama fokus dalam rangka percepatan penurunan stunting” pungkas Mastukhah. (sk-4/adv)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI