Mantan Ketua Umum HMI Kukar Lintas Generasi, Diskusi Pengkaderan HMI

                                                                                                                                                                                                    Catatan Kota

Diskusi pengkaderan HMI.(Sumber : Sisikota)


SISIKOTA.COM- Moment membanggakan HMI Cabang Kukar berhasil mengumpulkan, sosok figure yang pernah jabat Ketua Umum HMI Cabang Kukar lintas generasi, berkumpul untuk diskusi lintas pengkaderan di jaman modern, Kamis(20/3) di kafe Terrace Tenggarong.

Hadir ketua umum periode 1997-1998 Khaidir Azran. Ketua umum periode 1999-2000 yang saat itu dijabat Dedi Sudarya, serta ketua umum periode 2004-2005 Haji Mubarok. Hadir juga melengkapi, Koordinator Presedium KAHMI Kukar, Sarkowi V Zahry dan anggota Presedium Marwan dan Agus Setia Gunawan.

Mengawali diskusi, Khaidir menyinggung, harus ditanamkan, takutlah menciptakan generasi lemah di kemudian hari, karena ada beban tersendiri, jika kita meremehkan. Pengkaderan di HMI, bagian dari mempersiapkan tercipta generasi unggul diinternal organisasi.

"Pengkaderan sangat wajib. Dulu kita kritisi sosialis dan komunis, namun sekarang apakah sesuai atau tidak sesuai. Bisa jadi musuh kita saat ini, adalah zionis namun tidak disadari," ungkap Khaidir.

Lain halnya dengan apa yang disampaikan Haji Mubarok, dirinya mengkritisi, basic pengkaderan HMI sudah mulai ditinggalkan, ciri insan akademis sudah mulai menurun. 

"Apa karena, mengambil pilihan berpolitik praktis, sehingga pengkaderan HMI alami penurunan. Saya mengajak ayo ber HMI, ayo peduli terhadap pengkaderan," pintanya.

Giliran Dedi Sudarya menyinggung, loyalitas kader HMI biasanya ada yang diidolakan. Harus ada juga berkomitmen untuk ber HMI, kalau sudah ikutin Latihan Kader II, harus mau jadi pengurus dan besarkan organisasi. 

"Persoalan pengkaderan kita biasanya saja, LK dan metodelogi pembelajarannya masih sama. Ini seperti ada kabel yang putus, namun belum perbaiki bersama-sama," sebut Dedi, yang menggeluti profesi sebagai seniman Kukar ini.

Menutup diskusi, Sarkowi menyinggung sukses yang ingin dicapai, dari pengkaderan HMI, ada jangka pendek dan panjang. Kalau melihat alumni yang sukses saat ini,  berarti sukses proses pengkaderan sebelumnya.

"Kaderisasi mempengaruhi kuantitas dan kualitas kader, ada anggapan sedikit kader tapi berkualitas bagus. Ya kan lebih bagus lagi, banyak kader tapi berkualitas, agar HMI bisa mengisi aspek pembangunan di Kukar," ungkapnya.

Owi memberikan saran, harus dilakukan evaluasi pengkaderan harus berbasis data. Harus ada support kaderisasi lanjutan, seperti, saya sudah mencetuskan Beasiswa pengkaderan.

"Senior HMI juga harus ingat komitmen kelembagaan dan kesatuan. Saat aktif pengkaderan aktif bersama juniornya. Kalau sudah menggaungkan HMI enak kita. Menteri ESDM Bahlil, dalam setiap acara, sering menunjukan simbol HMI, karena loyal terhadap organisasi," tutupnya.(SK-Red01)

Iklan sisikota.com

Tags:

HMI Kukar