+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Pindah Lokasi, CFD Tenggarong Dibanjiri Pedagang Kuliner dan Asesoris

Lokasi baru CFD Tenggarong di kawasan budaya Titik Nol Martadipura (sisikota)

SISIKOTA.COM – Pemindahan lokasi Car Free Day (CFD) Tenggarong yang semula berlokasi di kawasan jalan KH Ahmad Mukhsin ke kawasan budaya Taman Titik Nol Martadipura bertempat di kawasan budaya taman Titik Nol Ing Martadipura Tenggarong menarik minat para pelaku UMKM lokal.

Tercatat sebanyak 348 pedagang kuliner dan 71 pedagang asesoris telah mendaftarkan usahanya ke Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kutai Kartanegara (Kukar) pada minggu lalu.

Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Diskop UKM Kukar Fathul Alamin mengatakan, sebelumnya para pedagang ini telah mendaftarkan usahanya untuk memperoleh ijin berjualan di sepanjang kawasan CFD.

Pada pelaksanaan CFD minggu (20/5/2024) lalu, sinergi Dinas Perhubungan, Satpol PP, Polres, Kodim dan Sempekat Keroan Kutai telah memastikan alokasi lapak untuk para pedagang sesuai dengan data yang terhimpun di Diskop UKM Kukar.

“Sudah ditetapkan batasnya supaya hak masing-masing pedagang terjaga dan tidak melewati batas jalan,” jelas Fathul, Selasa (21/5/2024).

Lanjutnya, sebagai bentuk keterbukaan peluang kepada pedagang dan pelaku UMKM maka dibuka satu jalan khusus untuk pedagang yang belum terdata, lokasi tersebut bertempat di Jl. pandan.

“Kita tidak mungkin mengarahkan mereka pulang karena mereka sudah memasak mereka juga ingin mencari rezeki. Jadi kita coba akomodir aja semua pedagang yang berjualan,” tambahnya.

Sedangkan untuk tempat berjualan dijadikan disatu tempat agar tertata dan terakomodir menjadi satu, dengan mengantongi izin dari pihak kesultanan sehingga bertempat di Monumen Timur, yang sebelumnya menjadi tempat steril namun karena pendaftar membengkak, akhirnya pihaknya mengajukan kepada Bapak Bupati dan telah diberikan izin selama dapat mengatur ketertiban.

Selain daripada itu untuk khusus berolahraga bertempat dikawasan taman Titik Nol Ing Martadipura.

Melalui pemindahan CFD ini Fathul berharap para pedagang dapat memanfaatkan lokasi dengan sebaik mungkin, jika sewaktu-waktu tempat yang telah didata tidak bertuan pihaknya akan mengambil langkah.

“Semisal ada lapak yang kosong kita tanyakan alasannya kenapa, tapi kalo kosong tanpa alasan kita akan coret dan memberikan hak itu kepada pedagang lain yang ingin berjualan,” pungkasnya. (*sk-4/adv)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI