Kategory
Budaya,
Info Kota,
12-12-2023 01:16:00
Suasana Pembukaan Munas Dewan Kesenian dan/atau Dewan Kebudayan Di Hotel Mercure Ancol, Jakarta (foto: istimewa)
SISIKOTA.COM: Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI menggelar Musyawarah Nasional Dewan Kesenian dan/atau Dewan Kebudayaan sejak tanggal 10 Desember 2023 kemarin.
Acara yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kemenristek RI Hilman Farid pada Minggu (10/11) malam lalu dan dihadiri oleh sekitar 264 perwakilan Dewan Kesenian dan Dewan Kebudayaan dari seluruh Indonesia.
Dalam pidato pembukaan, Farid menegaskan posisi strategis Munas tersebut sebagai momentum untuk menentukan posisi dan tujuan Dewan Kesenian dan Dewan Kebudayaan pasca diterbitnya UU Nomor 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan oleh Pemerintah.
"Ditjen kebudayaan mempersilahkan peserta untuk merumuskan dengan tegas siapa itu Dewan Kesenian atau Dewan Kebudayaan dan mau bagaimana perannya terhadap kebudayaan di daerah masing-masing" ujarnya.
Dalam kaitan pentingnya posisi Munas ini terhadap kebijakan sektor kesenian dan kebudayaan saat ini dan di masa depan, Dewan Kesenian Kaltim melalui rekomendasi resminya mengutus sejumlah pemikir kebudayaan dari beberapa kabupaten/kota serta komunitas seni budaya di Kalimantan Timur untuk mengikuti secara intens forum tersebut.
Ketua Dewan Kesenian (DK) kaltim, Syafril Teha Noor yang juga terpilih sebagai salah satu tim steering comitte Munas berharap para pemikir budaya yang diutus bisa membagi dirinya kedalam berbagai komisi pembahasan yang telah ditetapkan panitia Munas agar persoalan-persoalan penting yang selama ini menjadi kendala bagi perkembangan kesenian dan kebudayaan di Kaltim bisa segera dicarikan solusinya.
Secara substantif, setidaknya ada 5 persoalan yang telah di indentifikasi sebagai masalah bersama dan akan dirumuskan jalan keluarnya. ke-5 masalah tersebut antara lain adalah dimana dan bagaimana posisi serta transformasi Dewan Kesenian/Dewan Kebudayaan didaerah, regulasi apa yang menjadi dasar kuat pergerakan organisasi Dewan Kesenian/Dewan Kebudayaan, model tata kelola seperti apa yang tepat untuk organisasi Dewan Kesenian/Dewan Kebudayaan, bagaimana pola tata kelola dan penguatan taman budaya serta sejauh mana keterlibatan Dewan Kesenian/Dewan Kebudayaan dalam politik anggaran di daerah.
Dalam Munas yang sepenuhnya di fasilitasi oleh Ditjen Kebudayaan ini, DK kaltim mengutus beberapa nama seniman dan budayawan yang dianggap memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk turut serta merumuskan arah dan kebijakan kesenian dan kebudayaan bersama pemikir budaya yang datang dari seluruh Indonesia.
Beberapa pemikir budaya asal kaltim tersebut antara lain Hamdani dan H. Sahabudin Pance (Samarinda), Suwanto (Paser), Safrudin Ithur (Berau), Teguh Suharjono (Bontang), Yudhi Valent (Balikpapan), Dedi Nala Arung (Kutai Kartanegara), Rusman (Kutai Timur), Agus Putra (Penajam Paser Utara) serta 2 orang perwakilan komunitas seni budaya yaitu Romdoni Hilal dari Komunitas Ladang Samarinda dan Ab. Asmarandana dari Yayasan Lanjong Tenggarong.
Munas Dewan Kesenian/Dewan Kebudayaan ini diperkirakan akan berakhir pada kamis (14/12) mendatang dan diharapkan akan menelurkan sejumlah resolusi kebijakan kesenian dan kebudayaan yang akan disampaikan kepada sejumlah Kementerian terkait seperti Kemendikbudristek, Kemenpan-RB, Kemenparekraf, Kemendagri, Bappenas serta para Kepala Daerah di tingkat provinsi dan kab/kota***(Tim Redaksi)
Tags:
bappenas
dewan kebudayaan
dewan kesenian kaltim
dirjen kebudayaan
hilman farid
Kemendagri
kemendikbudristek
kemenpan-rb
kemenparekraf
seni budaya
syafril teha noor
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu