+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Berlatar Belakang Tongkang Batu Bara, Anies Baswedan Jawab Pertanyaan Soal Lingkungan Di Desak Anies Samarinda

SISIKOTA.COM: Dalam sesi kampanyenya di Kalimantan Timur 11 Januari lalu, calon presiden nomor 01, Anies Baswedan kembali menggelar serial dialog terbuka dengan masyarakat. Program dialog yang dikenal dengan tajuk “Desak Anies” tersebut digelar di sebuah cafe yang berlokasi di tepi sungai Mahakam, kota Samarinda.

 

Uniknya, program Desak Anies kali ini diwarnai dengan pemandangan yang cukup unik sekaligus miris. Saat Anies menjawab beberapa pertanyaan terkait isu lingkungan sekaligus menjelaskan visinya mengenai energi yang terbarukan, beberapa kapal tongkang batu bara terlihat lalu lalang dibelakangnya. Setidaknya terdapat lebih dari 3 kali pemandangan tersebut terjadi selama berlangsungnya dialog berdurasi kurang lebih 1 jam tersebut.

 

“Senang sekali bisa kembali ke Samarinda ini” ujar Anies membuka perbincangannya. Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan dari masyarakat dan pendukung calon presiden nomor 01 tersebut. Sesi dialog terbuka yang dipandu oleh Viola Melinda, Duta Bahasa Kalimantan Timur tersebut berlangsung sangat akrab.

 

Sebagaimana sempat diceritakannya pada awal acara, Anies mengaku memang pernah ke Samarinda sebelumnya.

 

“Mengingatkan saya, tahun ’94, saya (masih) mahasiswa, pada saat itu saya dengan beberapa teman, para mahasiswa juga, datang ke Samarinda, datang ke Tenggarong, kita membuat pelatihan bersama anak-anak muda se-Kalimantan Timur dan pesertanya ada yang datang 4 hari lamanya untuk sampai ke lokasi ini, dari hulu waktu itu” kenang Anies.

 

 

Anies Baswedan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martapura (foto: Ika Puspita Sari/sisikota.com)

 

Anies memulai lawatan kampanyenya di Kaltim dari kota Balikpapan. Di kota minyak ini ia mengunjungi sejumlah lokasi pertokoan dan pasar. Anies juga melakukan kunjungan ke kota raja Tenggarong untuk bersilaturahmi dan mengikuti jamuan makan siang dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martapura Agenda kampanye Anies di Kaltim dipuncaki dengan mengunjungi pasar segiri serta menggelar program “Desak Anies” di kota tepian Samarinda.

 

Dalam paparan rencana kerjanya sebagai calon presiden, Anies menjanjikan beberapa program strategis terkait sektor transportasi, pendidikan, ekonomi, pemukiman serta lingkungan di Samarinda. Di hadapan ratusan simpatisan yang hadir di lokasi Desak Anies, mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menjanjikan akan menjadikan universitas Mulawarman sebagai pusat riset transisi energi. Dari sektor transportasi Anies berencana mengadaptasi program Jaklingko yang sudah diwujudkannya untuk kota Jakarta pada saat ia menjadi gubernur, menjadi program Translingko Sungai Mahakam, yaitu transportasi murah dan nyaman bagi warga Samarinda.

 

Dari aspek lingkungan sendiri, capres yang diusung oleh partai Nasdem, PKS, PKB dan Partai Umat ini tidak terlalu detail memaparkan visi dan misinya. Ia hanya menjanjikan akan melakukan revitalisasi lubang bekas tambang.*(dsy)

Tepat Di Hari Pahlawan, Isran Noor Nyatakan Mundur Dari Nasdem Kaltim. Kemana Setelah Ini?

SISIKOTA.COM: Pagi-pagi muncul kabar mengejutkan dari jagad perpolitikan Kaltim. Ketua DPW Partai Nasdem Kalimantan Timur yang juga mantan gubernur Kaltim, Isran Noor merilis surat berisi kabar pengunduran dirinya sebagai ketua DPW Nasdem Kaltim.

 

Isran Noor menulis surat tersebut tertanggal 10 November 2023, bertepatan dengan peringatan hari Pahlawan Nasional. Tak ada alasan spesifik perihal pengunduran dirinya tersebut. Politikus asal Kutai Timur tersebut hanya menyebutkan alasan kesibukannya di luar kota Samarinda sebagai satu-satunya motif pengunduran dirinya.

 

“Sehubungan dengan kesibukan saya di beberapa kegiatan yang berada diluar kota Samarinda” demikian tulisnya. Hanya alasan itu yang disampaikan oleh Isran Noor. Selebihnya dalam surat yang ditujukan kepada Ketua Umun DPP Nasdem tersebut, ia hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerjasama pengurus DPW Nasdem Kaltim serta seluruh partisipan yang selama ini telah banyak membantunya.

 

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait hal ini dari jajaran pengurus Partai Nasdem Kaltim, termasuk juga informasi mengenai kejelasan apakah status mundurnya Isran Noor hanya sebagai ketua partai atau sekaligus mundur sebagai kader Nasdem Kaltim.

 

Mendadaknya pengunduran diri Isran Noor ini melahirkan banyak dugaan meskipun sebetulnya isu akan mundurnya Isran Noor sebagai ketua Nasdem Kaltim telah beredar sejak beberapa bulan yang lalu di kalangan politisi Kaltim. Sempat beredar spekulasi bahwa Isran merasa kurang sreg dengan Bacapres pilihan Nasdem, Anies Baswedan. Sempat pula beredar informasi bahwa kemungkinan Isran Noor tengah membuat deal-dealan baru dengan beberapa partai lain, termasuk Golkar Kaltim. Namun belum ada yang memvalidasi informasi tersebut. Partai-partai lainpun belum ada yang merespon kabar mundurnya Isran Noor ini.

 

Satu-satunya respon hanya muncul dari Irwan Fecho, Anggota DPR RI yang juga Ketua Partai Demokrat Kaltim. Sebagaimana diberitakan oleh mediakaltim.com, Irwan berpendapat mundurnya Isran Noor sebagai pilihan hak politiknya. “Tetapi kami juga berharap Pak Isran tetap berpolitik, karena beliau sangat dibutuhkan Kaltim,” ujar Irwan Sabtu (11/11/2023).

 

Lebih jauh Irwan juga mengatakan dirinya belum bisa menerka apakah selepas pengunduran dirinya Isran akan kembali berpolitik atau tidak. Tetapi ia secara terbuka menyatakan bahwa sebagai Ketua Demokrat Kaltim, ia siap menjadi tuan rumah untuk perjuangan Isran Noor.

 

“Saya pribadi, hanya ingin menyampaikan bahwa kami selalu siap dan terbuka untuk beliau. Dan tentunya kami menghargai apapun pilihan beliau,” pungkas Irwan.***(Tim Redaksi)

 

 

Mengintip Nama-Nama Jenderal Pendukung Anies, Ganjar Dan Prabowo

SISIKOTA.COM: Pertarungan di ajang Pilpres 2024 bukan saja soal persaingan popularitas atau adu taktik dari tiga tim pemenangan Bakal Calon Presiden (Bacapres) tetapi juga melibatkan jaringan sosial politik diluar tim resmi Bacapres. Jaringan militer dan keamanan adalah salah satu elemen yang punya peranan penting.

 

Makin dekat hari pemilihan presiden RI periode 2024-2029, makin terlihat menyempit aja peta dukungan jaringan militer terhadap para Bacapres. Ini bikin pertarungan Pilpres kali ini jadi makin seru sih. Sejumlah jenderal purnawirawan dari institusi TNI maupun Polri yang dipercaya masih memiliki pengaruh cukup kuat di institusinya mulai secara terang-terangan menyatakan dukungannya. Beberapa diantaranya bahkan membentuk tim khusus guna menegaskan dukungan mereka.

 

Dari ketiga nama Bacapres yang telah resmi mendaftar, hanya Prabowo Subianto yang memiliki latar belakang militer. Prabowo adalah mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) di era kepemimpinan Presiden Soeharto meski terhitung hanya menjabat selama kurang lebih 2 bulan. Sebelumnya, Prabowo merupakan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopasus).

 

Berdasarkan data dari katadata.co.id, Dari jajaran partai koalisinya, terdapat nama Jenderal TNI (Purn) Wiranto dan Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono yang berada dibelakang Prabowo. Nama Jenderal TNI (Purn) Subagyo hadi Siswoyo, Jenderal TNI (Purn) Arri Sujono, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Brigjen TNI (Purn) Surya Darma dan Komjen TNI (Purn) M. Iriawan juga masuk dalam barisan pendukung Prabowo. Selain nama-nama tersebut, terdapat juga beberapa nama mantan petinggi Polri yang mendukung Prabowo seperti Komjen Pol (Purn) Ari Dono Sukmono dan Komjen Pol (Purn) Condro Kirono. Prabowo juga mendapat dukungan dari Marsma TNI (Purn) Zapanta Boes dan Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, mantan Kepala Staf TNI AU era pemerintahan Presiden SBY.

 

Sementara itu dari kubu Anies Baswedan, muncul juga sejumlah nama beken mantan petinggi militer yang sudah secara terbuka menyatakan dukungannya. Yang paling beken mungkin adalah Letjen TNI (Purn) Sutiyoso atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bang Yos. Bang Yos adalah mantan Gubernur DKI Jakarta dua periode, sejak tahun 1997 hingga 2007. Selain Bang Yos, terdapat juga beberapa nama lain dari kalangan TNI seperti Letjen TNI (Purn) Fachrul Razi, Mayjend TNI (Purn) Soenarko, Mayjen TNI (Purn) Syaiful Rizal, Mayjen TNI (Purn) Hartomo, Mayjen TNI (Purn) Gadang, Marsda TNI (Purn) Muhammad Syauqi Alaydrus, Marsda TNI (Purn) Iman Sudrajat dan Laksma TNI (Purn) Hendri Suprianto. Terdapat juga nama mantan petinggi Polri yaitu Irjen Pol (Purn) Anas Yusuf.

 

Nama-nama jenderal pendukung Ganjar Pranowo juga tak kalah mentereng. setidaknya ada empat nama mantan petinggi Polri yang bertengger di jajaran supporter Ganjar yaitu Jenderal Pol (Purn) Da’i Bachtiar, Jenderal Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri, Jenderal Pol (Purn) Suroyo Bimantoro dan Komjen Pol (Purn) Gatot Eddy Pramono. Dukungan ini nampak makin mentereng kalau melihat daftar nama-nama purnawirawan TNI seperti nama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andhika Perkasa, Letjen TNI (Purn) Joni Supriyanto dan Letjen TNI (Purn) Ganip Warsito termasuk nama-nama petinggi garda Laut dan Udara TNI seperti Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh, Marsekal TNI (Purn) Agus Supriyatna dan Laksdya TNI (Purn) Agus Setiaji.

 

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin, sebagaimana dilansir dari news.detik.com, para purnawirawan memiliki kekuatan politik tersendiri. Selain ketokohannya, mereka memiliki jaringan di daerah-daerah tempat berdinas. Selain itu, mereka dinilai menguasai segala aspek informasi tentang daerah tempat dinasnya dahulu. Informasi dan jaringan itu sangat berguna untuk memetakan kebutuhan paslon yang didukung***(Tim Redaksi)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI