+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Biar Maksimal, Rp 30 Miliar Disiapkan Untuk Penyediaan Lantai Jemur Padi Sistem UV

SISIKOTA.COM – Dalam upaya melakukan inovasi baru di sektor pertanian, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana akan mengusulkan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk penyediaan lantai jemur padi dengan sistem sinar Ultra Violet (UV).

Lantai jemur dianggap sebagai solusi baru guna membantu petani menjemur hasil panen padinya dengan baik dan maksimal. Selama ini, sebagian petani masih menggunakan cara tradisional untuk menjemur padi, yakni memanfaatkan alas semen atau terpal.

Kepala Disketapang Kukar Sutikno mengatakan, biasanya masyarakat melakukan penjemuran di pinggir jalan raya saja, sehingga bisa mempengaruhi kualitas padi, karena tercampur dengan butir-butir kerikil. Belum lagi halnya jika petani melakukan penjemuran di atas aspal, akan berpengaruh terhadap tingkat kekeringan dan membuat padi pecah saat digiling.

“Permasalahan yang terjadi selama ini hasil pasca panen, penjemurannya yang jadi masalah sekarang ini. Kalau ke lapangan kita lihat banyak petani jemur di pinggir jalan, akhirnya kualitas padi kita nggak baik,” kata Sutikno.

“Makanya harus dibuatkan lantai jemur, dianggarkan tahun ini. Tapi insya Allah di perubahan 2025, kurang lebih kita anggarkan juga Rp30 miliar. Karena (lantai jemur) itu sangat penting,” sambungnya.

Disketapang Kukar berencana menyiapkan lantai jemur permanen dengan sistem modern, menggunakan sinar UV. Saat ini, teknologi lantai jemur sistem UV ini sudah dimanfaatkan oleh beberapa kecamatan di Kukar, seperti Tenggarong, Tenggarong Seberang dan Loa Kulu.

Keadaan cuaca yang tak menentu, menurut Sutikno, turut menghambat proses pengeringan padi oleh petani. Ditambah lagi, masih ada petani yang menggunakan sistem pengeringan konvensional dengan hanya memanfaatkan bantuan sinar matahari.

Oleh karenanya, dia mengatakan, sesuai arahan Bupati Kukar Edi Damansyah, Disketapang pun menyiapkan lantai jemur yang menjadi kebutuhan para petani. Tak hanya itu, petani juga akan dibekali mesin panen untuk memudahkan aktivitas di sawah.

“Lantai jemur itu kapasitasnya bisa 2 hektare. kemarin itu sudah kita rekap banyak sekali usulannya, karenanya kita juga akan membutuhkan lantai jemur portable,” jelasnya.

Banyaknya usulan dari para petani membuat Disketapang Kukar perlu melakukan pendataan dengan teliti. Untuk itu, nantinya distribusi lantai jemur ini akan dibagi antara penyediaan lantai jemur permanen dan lantai jemur portable. (*sk-3/adv)

Masyarakat Sambut Antusias Gerakan Pangan Murah Di Tenggarong

Baru setengah hari dimulai, masyarakat sudah borong 5 ton beras. Faktor tidak stabilnya harga beras di pasaran, membuat masyarakat harus rajin mencari info kegiatan pasar murah pemerintah.

 

SISIKOTA.COM – Masyarakat Kutai Kartanegara, khususnya mereka yang berdiam di kecamatan Tenggarong menyambut antusias kegiatan pangan murah yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (19/3/2024) di lapangan parkir kawasan ex-Tanjong tersebut resminya baru akan dibuka pada pukul 16.00 Wita, namun untuk aktivitas jual beli sudah dilaksanakan sejak pukul sembilan pagi.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang diberi tajuk Gerakan Pangan Murah ini sudah terlihat sejak pagi hari. Berrdasarkan informasi yang berhasil dihimpun sisikota, pada pagi hari pertama kegiatan, total jumlah beras yang sudah diborong oleh masyarakat sebesar 5 ton. Setiap hari, Disketapang menyediakan stok sebanyak 10 ton  beras yang dijual dengan harga Rp. 52.500,- per 5 kilogram.

Sutikno, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar mengatakan, antusiasme masyarakat tersebut karena terkait dengan meningkatnya kebutuhan mereka di bulan ramadhan kali ini.

“Beras yang dijual disini adalah beras premium dengan harga medium, yaitu Rp. 10.400,- perkilo,” jelasnya kepada sisikota.

Sutikno mempersilahkan masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan Gerakan Pangan Murah ini. Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya jika stok beras yang disediakan ternyata tidak cukup. “Setiap harinya disediakan 10 ton beras tapi kalau memang nanti stoknya kurang kami komunikasi lagi dengan teman-teman Disperindag dan Bulog untuk menambah stoknya,”

Sutikno juga menjelaskan bahwa dinasnya melibatkan pula beberapa pihak lainnya untuk mendukung acara ini.  “Lembaga usaha, alfamidi, indomaret, bulog kemudian dari KTNA KWT sekitar 25 lembaga yang ikut terlibat, stand yang disediakan ada 40 tenda,” ujarnya menambahkan.

Dengan Gerakan Pangan Murah ini, Disketapang Kukar berharap mampu membantu masyarakat untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok yang cenderung selalu mengalami kenaikan saat Hari Besar Keagamaan Nasional atau HKBN. (*sk-4/adv)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI