+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Pembinaan Untuk Pelaku Ekraf Akan Dibuat Lebih Gencar Tahun ini

SISIKOTA.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara akan melakukan tindak lanjut pembinaan yang efektif terhadap para pelaku ekonomi kreatif.

Hal ini dikemukakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Sugiarto berdasarkan hasil beberapa kali kegiatan yang dilakukan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melalui anggota Komisi X DPR-RI, Hetifah Sjaifudian. Dari beberapa kali kegiatan tersebut, Sugiarto menyebut pihaknya mendapat masukan untuk pembimbingan pelaku ekonomi kreatif (ekraf).

“Dengan beberapa masukan, Dispar akan menyikapi penindak lanjutan kegiatan yang berkenaan dengan event-event yang ada di Kukar,” jelas pada Rabu (3/4/2024).

Merujuk arahan Bupati Kukar, event yang dilakukan oleh para pelaku ekraf harus menjangkau semua elemen masyarakat tanpa pengecualian. Oleh karenanya, Dispar Kukar akan menindak lanjuti hal tersebut dari fokus yang insidental seperti pelaku ekraf yang berada di desa-desa.

Para pelaku Ekraf kata Sugiarto, hendaknya mendapatkan arahan yang signifikan, dengan keharusan diberi pembinaan seperti bimbingan teknis dan pelatihan-pelatihan. “Ini sudah kita lakukan ditahun 2023, harapannya di tahun 2024 ini bisa lebih gencar untuk pembinaan ekraf,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa skala pembinaan yang dilakukan mesti ditindak lanjuti dengan peninjauan dan pengecekan hasil agar bisa diketahui sejauh mana dampaknya pada masyarakat sekitar.

Melalui para pelaku ekraf pula, Dispar berencana memberikan dukungan melalui fasilitas yang dapat membangkitkan perekonomian Kukar.

Dispar Kukar juga berencana membuat sebuah aplikasi sebagai inovasi terbaru untuk mempermudah akses koordinasi dan komunikasi bersama para pelaku ekraf. Aplikasi tersebut dimaksudkan untuk membuka saluran komunikasi langsung sehingga para pelaku ekraf lebih mudah menyampaikan tanggapan maupun perkembangan kegiatannya.

“Memudahkan untuk saling koordinasi dan kami akan siap untuk melakukan pemberdayaan SDM dan pendampingan,” jelas Sugiarto. (Sk-4/adv)

Lompatan Signifikan Ekonomi Dan Pembangunan Di Era Edi-Rendi

SISIKOTA.COM – Dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah dan Rendi Solihin, perekonomian daerah ini telah mengalami lompatan signifikan. Berbagai program dan kebijakan yang diterapkan oleh duet pimpinan Kutai Kartanegara (Kukar) ini membuahkan hasil yang patut diacungi jempol.

Kekompakan keduanya dalam memimpin Kukar, menghasilkan kebijakan-kebijakan tepat sasaran bagi masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari gencarnya pembangunan, peningkatan infrastruktur dan berkembangnya berbagai sektor unggulan.

Ukuran kemajuan ini antara lain dapat dilihat pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah turunnya angka pengangguran terbuka di Kukar selama kepemimpinan Edi-Rendi.

Pada tahun 2023, Kukar mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,05% atau turun dari 5,66% pada tahun 2021. Angka ini melampaui target akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang ditetapkan selama masa kepemimpinan mereka, yaitu sebesar 4,10%.

Selain itu, tercatat pula Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita di Kukar sebesar Rp325,76 juta pada tahun 2022. Angka ini tidak hanya melampaui capaian provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan angka nasional, tetapi melebihi target akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar sebesar Rp204,69 juta.

Dari angka tersebut, dapat dilihat adanya kemajuan ekonomi yang signifikan, sekaligus menunjukkan  efektivitas strategi pembangunan yang telah diterapkan oleh pemerintah daerah. Kemajuan-kemajuan tersebut tentu saja tak terlepas dari inisiatif strategis keduanya.

Program Kukar Kreatif Idaman

Program Kukar Kreatif Idaman mungkin dapat disebut sebagai katalis kemajuan sektor ekonomi di pemerintahan Edi-Rendi. Program ini dirancang untuk memfasilitasi dan mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif yang menjadi salah satu pilar utama dalam visi pembangunan daerah.

Dengan pendekatan terbuka dan menyeluruh, program ini menguak peluang baru bagi para pelaku industri kreatif untuk mengembangkan ide-ide inovatif, sekaligus memperkuat jaringan antar usaha yang memungkinkan kolaborasi lebih luas dan berkelanjutan.

Dengan semangat inovasi terus menerus dan dukungan kuat pemerintah daerah, Kukar membuktikan  bahwa kemajuan ekonomi dan kreativitas dapat berjalan beriringan. Langkah-langkah strategis yang ditelurkan kedua pimpinan kabupaten dengan luas wilayah mencapai 40 kali lipat dari DKI Jakarta ini, membawa Kukar pada standar kemajuan baru untuk di contoh oleh daerah-daerah lainnya. Visi kuat dan tindakan terarah Edi-Rendi telah membawa perubahan nyata bagi masyarakat. (*sk-3/adv)

UHUY: Mengusung Keripik Tempe Dari Ponoragan

UHUY: Mengusung Kripik Tempe Dari Ponoragan

Pernah coba-coba bikin usaha pembuatan rak bunga, tapi cuma bertahan empat bulan. Iksan kini beralih ke produk inovasi tempe. Memanfaatkan usaha keluarga dan bahan baku yang melimpah di Loa Kulu.

 

SISIKOTA.COM – Waktu di SMA, Iksan pernah juara lomba pembuatan rak bunga. Gara-gara hasilnya ia posting di media sosial, ada seorang kawan yang tertarik dan minta dibuatkan rak bunga juga. Iksan tergoda untuk membuat pengalamannya itu jadi usaha.

Tapi urusan rak bunga hanya bertahan empat bulan ternyata. Produksinya kembang kempis karena minimnya pemesanan. Iksan harus bolak balik mengurai ide lagi, apa yang bagus dibuat jadi usaha.

Iksan Adi Saputro adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Ia tinggal di Ponoragan, salah satu desa yang menjadi bagian dari kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kecamatan ini terkenal dengan produksi tempenya. Nama “tempe loa kulu” sudah cukup populer sampai ke daerah-daerah sekitarnya seperti Tenggarong, Samarinda, Loa Janan, Sanga-sanga dan lainnya.

Ibu Iksan juga punya usaha produksi tempe. Dari sinilah Iksan kemudian terpikir membuat inovasi dari produk yang dijual ibunya. Ia kemudian memutuskan mengolah tempe Ponoragan menjadi keripik. Keripik tempe olahan ini lantas ia beri merek Uhuy. Ibunya juga mendukung ide Iksan tersebut.

“Nama Uhuy itu spontan saja munculnya, hasil dari bercanda dengan teman-teman” ujar Iksan. Apalagi, ia mengaku pacarnya juga suka dengan nama itu. Menarik dan mudah diingat, begitu menurut Iksan pacarnya berpendapat.

Menjelang hari raya keagamaan seperti Idul Fitri saat ini, biasanya jumlah pemesanan keripik tempe produksi Iksan akan meningkat. Dari pengalamannya, jumlah pemesanannya pernah mencapai 15 kg saat menjelang hari raya. Jumlah itu dua kali lipat dibanding hari-hari biasa yang berkisar di angka 3-7 kg saja.

Iksan memulai usaha keripik tempe Uhuy sejak 3 tahun lalu, usai gagal merintis usaha pembuatan rak bunga. Ia sadar, bahan baku untuk usaha keripik tempe yang dibuatnya tersedia melimpah di Loa Kulu. Kecamatan ini sejak dulu adalah sentra penghasil tempe yang terkenal karena rasanya.

Untuk strategi usahanya, Iksan mengkombinasikan antara teknik pemasaran modern melalui sosial media dengan teknik klasik yaitu dengan cara menitipkan produknya di warung-warung sekitar desanya.

Kini keadaan usahanya sudah jauh lebih berkembang. Konsumen sudah lebih mengerti bagaimana cara pemesanan langsung. Soal ini, kadang Iksan kerepotan juga bila stok bahan bakunya sedang habis, sementara pemesanan sedang ramai.

“Jadi saling kolaborasi. Misalnya di tempat saya habis, kerjasama dengan teman-teman ibu saya, ambil stok (bahan baku) dengan mereka” terang Iksan.

Dari rumah sederhana mereka di jalan Sidodadi RT 5 Desa Ponoragan, Iksan dan ibunya terus menggeliatkan usaha rumahan ini agar semakin besar dan menghasilkan. Apalagi dunia agroindustri sudah menarik perhatiannya sejak lama. Tak ada yang salah baginya, menjadi usahawan sambil berkuliah dan membanggakan orang tua. (*sk-5)

Bikin Ekonomi Kreatif Melejit!

Anak-anak muda mendapat ruang kreasi yang luas di era kepemimpinan Edi Damansyah. Taman-taman kota di revitalisasi jadi ruang kreatif yang bernilai ekonomi. Event-event seni  pertunjukan mendapatkan porsi anggaran yang besar hingga level kecamatan.

 

SISIKOTA.COM – Di tengah hiruk-pikuk kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, sebuah revolusi tenang namun berdampak besar sedang berlangsung. Para pelaku ekonomi kreatif dan generasi Z di daerah ini menemukan suara dan kekuatan mereka dalam gelombang inovasi dan kewirausahaan yang didorong oleh dukungan pemerintah setempat.

“Alhamdulillah, saat ini sangat berkembang sangat pesat,” kata Indah. “Peran pemerintah sangat luar biasa mensupport kami, khususnya para wirausaha muda dan UMKM yang ada di Tenggarong,”. Indah Yulita Sari, seorang usahawan muda yang telah menyaksikan pertumbuhan pesat ini berbagi cerita tentang bagaimana pemerintahan Edi Damansyah telah memberikan dorongan signifikan bagi para pelaku usaha muda dan UMKM.

Event-event yang diadakan oleh pemerintah memberi ruang bagi para wirausaha untuk mengembangkan bisnis. Bukti perhatian yang diberikan oleh Bupati. “Pak Edi Damansyah sangat support UMKM atau wirausaha muda, yang dibantu dalam pelaksanaan usaha dan juga dibantu tenda event untuk wirausaha yang ada di Kukar,” tambahnya.

Indah berharap, Bupati terus bisa menjembatani kolaborasi antara pemerintah dengan para wirausaha. Langkah itu akan memudahkan jalan bagi inovasi dan pertumbuhan kearah yang lebih besar.

Ada pula Ridho Mahatir Muhammad, seorang petani milenial, yang punya pandangan tersendiri tentang pergerakan ekonomi kreatif dibawah sosok Edi. “Menurut saya pribadi cukup pesat ya, selama kepemimpinan Beliau,” aku Ridho. Baginya, kehadiran sosok Edi dengan event-event yang dirancangnya turut mendongkrak semangat dan kepercayaan diri anak muda yang berkecimpung di dunia ekonomi kreatif.

Ridho berharap Edi bisa tetap memimpin Kukar dan melanjutkan pergerakan ekonomi kreatif kearah yang lebih baik. “Karena saya pribadi, selaku petani dan mewakili ‘kaum tani’, sangat merasa terbantu di saat kepemimpinan beliau,” ungkapnya. Bantuan pertanian dari saprodi dan alsintan yang besar dan masif telah menjadi katalisator untuk mendongkrak perkembangan pertanian di Kukar.

Statistika Ekonomi Daerah Di Tangan Edi

Dampak positif dari perkembangan ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara tidak hanya terasa dalam cerita-cerita inspiratif dari para pelaku usaha, tetapi juga tercermin dalam statistika ekonomi daerah.

Pada tahun 2023, Kutai Kartanegara mencatat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 5,66% pada tahun 2021 menjadi 4,05%. . Angka ini tidak hanya menunjukkan penurunan, tetapi juga melampaui target akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang ditetapkan selama masa kepemimpinan Bupati Edi Damansyah, yaitu 4,10%.

Selanjutnya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita di Kutai Kartanegara mencapai angka yang mengesankan, yaitu Rp325,76 juta pada tahun 2022. Angka ini tidak hanya melampaui capaian provinsi Kalimantan Timur dan angka nasional, tetapi juga jauh melebihi target akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kutai Kartanegara yang sebesar Rp204,69 juta. Ini menandakan sebuah kemajuan ekonomi yang signifikan, sekaligus membuktikan efektivitas strategi pembangunan yang telah diterapkan oleh pemerintah daerah di bawah arahan Bupati Edi Damansyah.

Kemajuan ekonomi yang signifikan di Kutai Kartanegara, yang tercermin dalam peningkatan PDRB dan penurunan TPT, tidak terlepas dari inisiatif strategis yang diusung oleh Bupati Edi Damansyah.

Salah satu program unggulan yang menjadi katalis penting adalah Program Kukar Kreatif Idaman. Program ini dirancang untuk memfasilitasi dan mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, yang telah menjadi salah satu pilar utama dalam visi pembangunan daerah. Dengan pendekatan yang holistik dan inklusif, program ini membuka peluang baru bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan ide-ide inovatif mereka, sekaligus memperkuat jaringan antar wirausaha yang memungkinkan kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dengan semangat inovasi yang terus menerus dan dukungan yang serius dari pemerintah daerah, Kutai Kartanegara telah menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi dan kreativitas dapat berjalan beriringan. Program Kukar Kreatif Idaman bukan hanya sekedar program, tetapi telah menjadi simbol dari transformasi yang berkelanjutan dan inklusif. Seiring dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh Bupati Edi Damansyah, kita dapat melihat bagaimana sebuah visi yang kuat dan tindakan yang terarah dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Kukar tidak hanya telah mencapai target-target pembangunan yang ambisius, tetapi juga telah menetapkan standar baru bagi daerah lain untuk mengikuti jejak kesuksesannya. Kisah Kutai Kartanegara adalah bukti bahwa dengan kolaborasi, inovasi, dan kepemimpinan yang efektif, potensi untuk pertumbuhan dan kemakmuran menjadi niscaya. (*sk-2/adv)

Inovasi Daun Kokang Kutai: Dari Pupur Basah Jadi Masker Wajah

Secara ilmiah, daun kokang dikenal dengan istilah Lepisanthes amoena, suatu jenis tumbuhan yang memiliki kandungan metabolit sekunder, seperti senyawa fenolik, flavanoid, tanin, steroid, dan saponin. Di kalangan masyarakat suku Kutai dan Dayak, daun kokang kerap difungsikan untuk membersihkan tubuh dan wajah. Saat digunakan, daun kokang biasanya mengeluarkan busa mirip sabun.

 

SISIKOTA.COM – Daun Kokang juga telah sejak berpuluh tahun lalu diolah sebagai bedak atau pupur yang mampu menghaluskan dan membersihkan kulit wajah. Banyak kalangan orang tua yang percaya, racikan daun kokang merupakan salah satu resep rahasia dibalik putih dan mulusnya kulit orang Kutai dan Dayak, terutama di Kalimantan Timur.

Dengan ingatan kepada segala cerita dan kepercayaan itulah, Ririn Rahmahdini kemudian memutuskan untuk membuat inovasi kreatif produk kecantikan dengan berbahan daun kokang, tanaman yang banyak tumbuh di Kalimantan ini.

Menurut Ririn,  warga suku Kutai tentu sangat mengenal daun tersebut termasuk khasiatnya karena orang-orang tua zaman dulu menggunakannya sebagai pupur basah (bedak dingin).

Gadis yang masih berkuliah di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) ini lantas meracik daun kokang menjadi masker wajah. Tak sampai disitu, sebagai mahasiswi fakultas Ekonomi dan Bisnis, ia paham rumus pemasarannya. Ririn juga mendesain branding dan kemasan dari produk inovasinya tersebut. Ia mentarget konsumen yang seusia dengannya.

Produk ini lantas ia beri nama Naturls.id, yang diambil dari kata dasar natural atau alami. Menurut Ririn, ia ingin mengikuti standar nama bisnis-nisnis di era sekarang yang unik, karena itu ia menyederhanakan kata natural menjadi naturls.

Seolah tak cukup hanya berkreasi pada aspek bahan dan nama, mahasiswi yang tinggal di desa Loa Raya, Tenggarong Seberang ini kemudian mengembangkan lagi berbagai varian pada masker buatannya. Supaya lebih menarik, dia membuat green tea dan taro. Green tea ia buat dengan menggunakan teh hijau asli, sementara varian taro diolah dengn bahan ubi ungu.

“Varian greentea dan taro selain manfaatnya baik untuk kulit, juga sebagai acuan menarik minat remaja sekarang dengan warna dan wangi khasnya,” Jelas Ririn kepada sisikota yang mengajaknya berbincang via aplikasi Whatsapp pada Sabtu (17/3/2024) lalu.

produk Naturls.id hasil kreasi Ririn Rahmahdini dari Kutai Kartanegara (foto: istimewa)

Cukup banyak khasiat dari masker daun kokang produk dari Naturls.id ini. Selain khasiat utamanya yaitu mengencangkan kulit dan menyamarkan garis-garis halus di wajah, Naturls.id juga mampu membantu mengatasi jerawat, kulit berminyak, melembabkan kulit, meredakan kulit kemerahan hingga melawan penuaan dini.

Menutup perbicangan, Ririn menitipkan pernyataan terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah memberinya semangat dan bantuan untuk mengembangkan usahanya. Ia mengaku sudah di fasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Kartanegara.

“Alhamdulillah saat ini usaha saya sudah di bantu oleh Dinas jadi lumayan ada peningkatan” katanya mengakhiri perbincangan. (*sk-5)

Malam Sabtu Ini, Ngobrolin IT Di Tenggarong Bersama Komunitas Tekno Squad

Sejalan dengan perkembangan kekinian, kebutuhan publik terhadap kemudahan di sektor IT terus bertumbuh cepat. Aplikasi, yang menjadi salah satu sub sektor dalam isu ekonomi kreatif menjadi salah satu yang dianggap punya prospek cuan yang cerah.

 

SISIKOTA.COM: Sub sektor Aplikasi yang merupakan bagian dari aktivitas kreatif dalam bidang Information Technology (IT) belakangan makin mendapat ruang yang luas di masyarakat. Perubahan budaya hidup masyarakat modern yang secara sosial menuntut ketepatan dan dan kecepatan akibat tren digitalisasi menggeser sektor ini menjadi bukan lagi sekedar sektor yang bersifat aksesorial namun telah menjadi sektor kebutuhan. Kebutuhan orang terhadap kemudahan teknologi kini hampir sama posisinya dengan kebutuhan orang terhadap pakaian.

 

Menurut Muhammad Arsad, Ketua Komunitas IT, Tekno Squad Kutai Kartanegara, kebutuhan tersebut saat ini bahkan tidak hanya muncul dari masyarakat secara umum tetapi juga dari kalangan dunia usaha dan penyelenggara pemerintahan. “Kesadaran stake holder di level pimpinan perusahaan maupun pemerintahan sudah sedemikian besar akan perlunya merespon perkembangan dunia digital untuk keperluan penyelenggaraan urusan mereka” terang Arsad.

 

Dalam acara ngopi santai di kantor sisikota.com kemarin sore, Arsad banyak bercerita soal bagaimana respon beberapa pejabat yang ia temui di Kukar serta besarnya animo kalangan muda dalam bidang IT khususnya untuk aplication and game develover atau perancangan aplikasi dan game.

 

“Kami dapat respon baik dari Pak Sekda Kukar soal ini, beliau minta carikan waktu untuk ngopi sambil ngobrol secara khusus, terlepas apakah itu hanya respon basa-basi atau serius, tapi paling tidak dari pemerintah sudah punya framework yang benar, berpikir untuk memulai kolaborasi bersama antara komunitas dan pemerintah di bidang pengembangan sistem IT” kata Arsad.

 

Bagi Arsad, serius atau tidaknya pihak lain, para penggiat dan komunitas IT harus tetap memiliki kesiapan terlebih dahulu terutama terkait gagasan dan konsep-konsep produk mereka di bidang IT, terutama pada sub sektor pengembangan aplikasi, sehingga nantinya pada saatnya dibutuhkan kolaborasi, konsep-konsep tersebut sudah siap untuk dikerjakan bersama dengan pihak manapun.

 

Komunitas Tekno Squad berencana menggelar sebuah acara talkshow dan diskusi IT di Tenggarong. Arsad mengatakan, komunitasnya menggandeng juga beberapa pihak lain yang sudah memiliki basis massa komunitas lebih luas seperti Kukar Kreatif, Gerakan Literasi Kutai (GLK) dan Wonsapp, perusahaan IT yang kini ia pimpin. Sisikota.com juga merupakan media yang turut mensupport kegiatan ini sebagai media partner resmi.

 

Acara yang akan digelar pada Jumat malam, tanggal 1 Maret 2024 mendatang ini mengusung tema “Sudut Pandang Pelaku IT Dalam Menyongsong IKN”. Tekno Squad akan menghadirkan Muhammad Rizky Hajar, Praktisi IT asal kota Samarinda. Rizky Hajar merupakan founder sekaligus CEO dari PT. Deka Teknologi Indonesia, sebuah perusahaan developer IT Kalimantan Timur yang saat ini banyak dipercaya menangani berbagai kebutuhan aplikasi IT di beberapa perusahaan dan kantor pemerintahan. Salah satu proyek IT paling terkenal yang pernah ditangani perusahaan ini adalah keterlibatan mereka dalam program smart city kota Samarinda yang kemudian melahirkan gagasan untuk membuat aplikasi bernama SANTER atau Samarinda Terintegrasi.

 

SANTER merupakan bagian dari proyek perwujudan visi misi Samarinda Kota Peradaban yang diusung Walikota Andi Harun. Aplikasi ini bertujuan memaksimalkan pelayanan publik di kota Samarinda dengan cara memusatkan aplikasi pendukung kedalam satu platform sehingga menjadi super-app. Dengan aplikasi ini diharapkan pemerintah Samarinda bisa lebih cepat merespon dan memberikan solusi dari setiap permasalahan yang dialami warganya.

 

Arsad meyakini, komunitas IT di Kukar juga sudah memiliki skill dan kemampuan serupa dengan komunitas Samarinda atau kota-kota lainnya di Indonesia. Itulah sebabnya, ia sangat bersemangat untuk membukakan ruang kolaborasi lebih luas. Setidaknya menurut Arsad, kegiatan diskusi dan talkshow semacam ini bisa mempertemukan berbagai gagasan baru dan peluang kerjasama antar komunitas IT untuk pengembangan masing-masing keahliannya.

 

Acara Talkshow IT ini terbuka untuk kalangan umum. Digelar di Markas Kukar Kreatif mulai jam 7 malam sampai selesai. Bagi yang ingin bergabung, dapat menaftar secara online melalui link   **(Tim Redaksi)

Wagub Hadi Mulyadi Dukung 1000 Persen Aktivasi Creative Hub Kaltim

SISIKOTA.COM: Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Hadi Mulyadi, S,Si, M.Si menyambut baik program aktivasi creative hub Kaltim. Ia bahkan menyatakan mendukung 1000 persen rencana pembangunan kawasan creative hub Kaltim yang akan dimulai pada tahun mendatang.

 

Dukungan tersebut ia nyatakan dalam bentuk tanda tangannya di papan dukungan pembangunan creative hub Kaltim. Di papan dukungan tersebut, Hadi menulis “Saya Dukung 1000 persen” sebagai tanda dukungannya atas program Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim tersebut.

 

Yang menarik juga, rencana pembangunan kawasan creative hub Kaltim ini akan memanfaatkan eks bandar udara Temindung Samarinda. Aset berharga milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini sempat terbengkalai beberapa tahun terakhir sejak dioperasikannya bandar udara APT. Pranoto Sungai Siring sebagai satu-satunya bandara di kota Samarinda.

 

Sejumlah tokoh, organisasi dan komunitas kepariwisataan tampak ikut hadir sekaligus memberikan dukungannya pada kegiatan tersebut. Dari organisasi kepariwisataan tampak hadir PHRI, PUTRI, APJI, GIPI, KEKRAF, GEKRAF, BEKRAF, MASATA, HPI, ASITA dan sebagainya. Hadir pula Wakil Ketua Dewan Kesenian Kaltim Drs. Hamdani, Wakil Ketua Umum KADIN Kaltim yang membidangi Ekonomi Kreatif Dedi Sudarya serta sejumlah Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kabupaten/kota se-Kaltim. Selain itu, hadir pula beberapa perwakilan hotel-hotel dan komunitas-komunitas kreatif dari berbagai sub sektor unggulan seperti komunitas literasi, film, seni pertunjukan, arsitektur, fashion, musik dan lainnya.

 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Drs. Ahmad Herwansyah, M.Si dalam sambutannya mengatakan pihaknya telah mendapatkan respon sangat baik dan lampu hijau dari Gubernur Kaltim atas rencana pembangunan creative hub tersebut.

 

“Kita telah mengajukan usulan desainnya. Eks bandara Temindung ini nantinya akan diubah menjadi gedung creative hub, disini nanti akan dibuat bangunan setinggi 5 lantai yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pekaryaan kreatif termasuk ruang pertunjukan” terangnya dihadapan puluhan komunitas kreatif yang sebagian besar terdiri dari anak-anak muda.

 

Ia juga mengharapkan dukungan penuh dari semua pihak yang berkepentingan untuk mewujudkan program pembinaan karya kreatif generasi muda Kaltim sebagai bagian dari upaya untuk mendorong peningkatan derajat ekonomi masyarakat dan pemasaran kepariwisataan Kalimantan Timur.*** (Tim Redaksi)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI