+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Sugeng: “PT. KSM Komitmen Memperbaiki Semua Kerusakan Akibat Impact Ledakan”

Sisikota mendapat kesempatan singkat untuk berbincang dengan Sugeng Tri Banendyo, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. KSM seusai rapat mediasi. Ia menegaskan, perusahaannya tetap berkomitmen untuk memperbaiki semua kerusakan yang dialami warga desa.

 

SISIKOTA.COM – Begitu rapat mediasi hari itu ditutup oleh Camat Kota Bangun Darat, sebagian besarĀ  perwakilan PT. Kartika Selabumi Mining (PT. KSM) yang sudah sejak pagi duduk di sisi sebelah kanan Balai Adat Lawas desa Kedang Ipil Kecamatan Kota Bangun Darat bergeser keluar. Rapat mediasi hari itu memang berlangsung cukup lama dan alot. Rasa penat di pinggang akibat terlalu lalu duduk ditambah suhu udara didalam Balai Adat yang cukup panas saat itu membuat mereka ingin melegakan sendi-sendi tubuh, membakar rokok sambil berbincang ringan dengan beberapa warga desa diantara pepohonan di sekitar lokasi mediasi.

 

Sugeng Tri Banendyo yang hari itu memimpin perwakilan manajemen perusahaan tetap tak beranjak dari kursinya. Wajahnya masih terlihat cukup tegang. Ketika sisikota mendekatinya sambil meminta ijin untuk melakukan wawancara, ia sempat meminta waktu beberapa saat. Sugeng sedang menunggu resume rapat mediasi yang sedang dibuat oleh staf kantor kecamatan. Sesekali, ia juga menelpon seseorang selama beberapa detik.Sugeng baru bersedia berbincang beberapa menit kemudian, setelah ia menandatangani hasil-hasil rapat mediasi yang baru saja dicetak notulen rapat.

 

“Yang pertama, PT. KSM itu (tetap) komitmen untuk memperbaiki semua kerusakan akibat impact peledakan. Yang kedua, ada banyak perbaikan ya, proyek air bersih ini sedang berjalan. Kita upayakan selesai dan bisa termanfaatkan warga” ujarnya menjawab pertanyaan sisikota.

 

PT. KSM sebetulnya telah melakukan kajian teknis secara ketat sebelum melakukan kegiatan peledakan (blasting) di blok Osor Timur desa Kedang Ipil. Hasil kajian teknis mereka menunjukkan range yang masih sesuai dengan standar aturan pemerintah, yaitu dibawah 3 milimeter/second. Dalam data yang dipresentasikan oleh PT. KSM berdasarkan hasil kajian mereka, efek ground vibration yang dihasilkan dari aktivitas blasting menunjukkan range 1,1 milimeter/second. Namun entah mengapa, kajian tersebut tidak berbanding lurus dengan efek yang terjadi di lokasi pemukiman warga. Data identifikasi kerusakan yang dihimpun warga desa menyebut, sekitar 13 rumah warga dan 8 fasilitas umum desa mengalami kerusakan cukup parah.

 

“Secara standar parameter pemerintah itu sudah masuk, range-nya 3, nah kita itu 1,1. Masih dibawah 3 kan ya. Jadi, ya kita akan upayakan agar hasil kaji teknisnya lebih baik lagi” kata Sugeng.

 

Apa yang lantas membuat hasil kajian itu meleset ketika eksekusi? Sugeng tidak bisa memastikan. Ia hanya mengatakan akan mengkaji kembali penyebab kejadian tersebut.

 

“Sudah saya sampaikan (kejadian ini) ke Inspektur Tambang (di pusat)” tambahnya. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil penelitian inspektur tambang pusat atas peristiwa tersebut. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa memastikan berapa lama proses penelitian dari pusat tersebut bisa ia ketahui hasilnya karena hal itu merupakan kewenangan penuh pusat.

 

“Proses itu saya tidak bisa memastikan, ini kan terkait dengan dari pusat juga pak ya. Mudah-mudahan bisa segera cepat” jelasnya sambil meminta ijin mengakhiri wawancara.(*Tim Redaksi)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI