+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Hal Termegah Di Indonesia Tahun Ini Bukanlah IKN Tetapi Album Anthology God Bless

SISIKOTA.COM : Bagaimana rasanya bermain band selama 50 tahun? silahkan tanyakan itu kepada God Bless. Berjibaku malang melintang di panggung rock sejak 1973, melampaui lebih dari dua orde politik dan menghantui mimpi-mimpi jutaan anak musik negeri ini lewat lagu, lirik dan poster-poster mereka. God Bless terbukti bukanlah band cengeng yang mudah menangis ketika dadanya terluka atau mengeluh karena stok bir habis saat sedang kongkow-kongkow.

 

Tentu saja tidak mudah merawat ego selama bertahun-tahun. Melewati berrbagai fase dan peristiwa dari berbagai penjuru yang boleh jadi menghantam idealisme dan ide bermusik mereka. God Bless sebetulnya bisa saja tumbang oleh himpitan trend dan perubahan era tetapi seperti namanya, God Bless mungkin memang terberkati dengan segala seribu perekat didalam tubuhnya.

 

21 Juni 2023 lalu, supergrup legendaris ini resmi merilis album baru “God Bless Anthology 50th Year Anniversary”. Dari tajuknya, album ini jelas merupakan perayaan 50 tahun band inspiratif ini menjejakkan karya musiknya di Indonesia. Di album Anthology, God Bless membalut ulang beberapa hitsnya dalam versi orkestrasi yang megah. Untuk urusan ini mereka menduetkan Ian Antono dan Tohpati di bangku produser sekaligus menggandeng Czech Symphony Orchestra, sebuah kelompok orkestra asal Republik Czech. Lagu-lagu hits seperti Semut Hitam, Kehidupan, Huma Diatas Bukit atau Menjilat Matahari muncul dalam versi yang menurut jurnalis musik Adib Hidayat bikin merinding.

 

Kemegahan dan kemewahan album Anthology sebagaimana dikutip dari laman resmi instagram @godblessrocks juga dirasakan oleh Cella, gitaris Kotak dan lady rocker Nicky Astria.

 

Hal termegah yang bisa didapat masyarakat musik Indonesia tahun ini memang bukanlah imaji tentang IKN tetapi Anthology God Bless.*

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI