+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Sekda Serahkan Paket Ramadhan Untuk ASN Kukar

SISIKOTA.COM – Memasuki penghujung Bulan Suci Ramadan 1445 Hijriah dengan semangat berbagi dan kebersamaan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono menggelar acara spesial dengan menyerahkan paket Ramadan kepada seluruh ASN, baik PNS maupun THL.

Penyerahan paket tersebut dilakukan Sunggono secara simbolis di depan gedung Bupati Kukar, Jumat (06/04/2024) lalu. Pada prosesnya, Sunggono didampingi Asisten III Setkab Kukar Dafip Haryanto, Asisten II Setkab Kukar Ahyani, beserta sejumlah Kepala Bagian (Kabag) di lingkungan Setkab Kukar.

Ini juga menjadi salah satu agenda tahunan yang biasa dilakukan Sunggono bersama jajaran. Dia berharap, paket yang diberikan merupakan bentuk perhatian Pemkab Kukar kepada para ASN, dan upaya untuk mensejahterakan staf di Pemkab Kukar.

“Semoga paket Ramadan ini bisa bermanfaat, walaupun dari jumlah tidaklah seberapa, akan tetapi kiranya dapat membantu meringankan beban dan bisa berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh hikmah ini,” tutur Sunggono.

Tak lupa, Sunggono atas nama pribadi dan mewakili Pemkab Kukar menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri untuk seluruh pegawai di Kukar, dan bisa saling memaafkan satu sama lain setulus hati.

“Sebelum memasuki cuti atau libur bersama, ada juga yang mau mudik, maka berhati-hati dan jaga kesehatan. Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri dan mohon maaf lahir batin,” ujarnya. (*sk-3/adv)

Bupati Buka Rakor Penanganan Pasokan Bahan Pokok Jelang Idul Fitri

SISIKOTA.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah membuka rapat koordinasi terkait upaya Pemkab Kukar menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok selama bulan Ramadan dan kesiapan dalam menghadapi Idul Fitri 1445 Hijriah, Kamis (4/4/24).

Acara ini digelar Ruang Serba Guna Kantor Bupati Kukar, dengan dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur Bayuadi Hardiyanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono, dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Terkait.

Dalam sambutannya, Edi mengatakan bahwa Pemkab Kukar telah dan akan terus berupaya untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga sejumlah bahan pangan selama Bulan Ramadhan dan kesiapannya menghadapi Idul Fitri.

“Hal ini tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tetapi juga untuk menjaga nilai inflasi daerah dan stabilitas ekonomi lokal juga memastikan ketersediaan serta stabilitas harga sejumlah bahan pangan,” terangnya.

Edi menegaskan, diperlukan sejumlah langkah konkrit yang strategis untuk mengatasi masalah tersebut. Diantaranya mengintensifkan pemantauan dan sinergitas pengawasan guna meningkatkan koordinasi antar instansi terkait, agar terpantau dengan lebih cermat pergerakan pasokan dan harga bahan pokok di pasaran.

“Sehingga mitigasi ketidakwajaran kenaikan harga komoditas pangan, gangguan distribusi dan penimbunan, termasuk pada BBM dan LPG dapat cepat terpantau,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan perlu mengintensifkan intervensi pasar dengan lebih maksimal agar dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok seperti melalui penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan, kebijakan subsidi baik itu BLT, BBM nelayan atau ojol, juga bantuan langsung pakan untuk pembudidaya ikan serta kegiatan padat karya lainnya.

Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan stok dan pasokan komoditas pangan melalui jalinan kerjasama dengan para produsen dan distributor untuk memastikan pasokan komoditas pangan yang mencukupi terutama beras, aneka cabai, aneka bawang, daging dan telur ayam ras, maupun barang penting lainnnya.

“Buka hanya itu saja, yang harus dipastikan kelancaran distribusi pasokan pangan. Dengan sistem distribusi yang efisien dan terukur diharapkan agar pasokan pangan dapat tersalurkan dengan lancar ke seluruh pelosok Kukar,” papar Edi.

Edi juga meminta kepada OPD terkait untuk melakukan peninjauan dan koordinasi penetapan kebijakan tarif daerah. Baginya, peninjauan serta koordinasi yang berkelanjutan dalam penetapan kebijakan tarif daerah perlu mempertimbangkan berbagai faktor agar tidak memberikan tekanan tambahan pada harga bahan pokok.

“Harapannya bahwa langkah-langkah konkrit yang disusun bersama ini akan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Kukar,” harap Edi. (*sk-3/adv)

UHUY: Mengusung Keripik Tempe Dari Ponoragan

UHUY: Mengusung Kripik Tempe Dari Ponoragan

Pernah coba-coba bikin usaha pembuatan rak bunga, tapi cuma bertahan empat bulan. Iksan kini beralih ke produk inovasi tempe. Memanfaatkan usaha keluarga dan bahan baku yang melimpah di Loa Kulu.

 

SISIKOTA.COM – Waktu di SMA, Iksan pernah juara lomba pembuatan rak bunga. Gara-gara hasilnya ia posting di media sosial, ada seorang kawan yang tertarik dan minta dibuatkan rak bunga juga. Iksan tergoda untuk membuat pengalamannya itu jadi usaha.

Tapi urusan rak bunga hanya bertahan empat bulan ternyata. Produksinya kembang kempis karena minimnya pemesanan. Iksan harus bolak balik mengurai ide lagi, apa yang bagus dibuat jadi usaha.

Iksan Adi Saputro adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Ia tinggal di Ponoragan, salah satu desa yang menjadi bagian dari kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kecamatan ini terkenal dengan produksi tempenya. Nama “tempe loa kulu” sudah cukup populer sampai ke daerah-daerah sekitarnya seperti Tenggarong, Samarinda, Loa Janan, Sanga-sanga dan lainnya.

Ibu Iksan juga punya usaha produksi tempe. Dari sinilah Iksan kemudian terpikir membuat inovasi dari produk yang dijual ibunya. Ia kemudian memutuskan mengolah tempe Ponoragan menjadi keripik. Keripik tempe olahan ini lantas ia beri merek Uhuy. Ibunya juga mendukung ide Iksan tersebut.

“Nama Uhuy itu spontan saja munculnya, hasil dari bercanda dengan teman-teman” ujar Iksan. Apalagi, ia mengaku pacarnya juga suka dengan nama itu. Menarik dan mudah diingat, begitu menurut Iksan pacarnya berpendapat.

Menjelang hari raya keagamaan seperti Idul Fitri saat ini, biasanya jumlah pemesanan keripik tempe produksi Iksan akan meningkat. Dari pengalamannya, jumlah pemesanannya pernah mencapai 15 kg saat menjelang hari raya. Jumlah itu dua kali lipat dibanding hari-hari biasa yang berkisar di angka 3-7 kg saja.

Iksan memulai usaha keripik tempe Uhuy sejak 3 tahun lalu, usai gagal merintis usaha pembuatan rak bunga. Ia sadar, bahan baku untuk usaha keripik tempe yang dibuatnya tersedia melimpah di Loa Kulu. Kecamatan ini sejak dulu adalah sentra penghasil tempe yang terkenal karena rasanya.

Untuk strategi usahanya, Iksan mengkombinasikan antara teknik pemasaran modern melalui sosial media dengan teknik klasik yaitu dengan cara menitipkan produknya di warung-warung sekitar desanya.

Kini keadaan usahanya sudah jauh lebih berkembang. Konsumen sudah lebih mengerti bagaimana cara pemesanan langsung. Soal ini, kadang Iksan kerepotan juga bila stok bahan bakunya sedang habis, sementara pemesanan sedang ramai.

“Jadi saling kolaborasi. Misalnya di tempat saya habis, kerjasama dengan teman-teman ibu saya, ambil stok (bahan baku) dengan mereka” terang Iksan.

Dari rumah sederhana mereka di jalan Sidodadi RT 5 Desa Ponoragan, Iksan dan ibunya terus menggeliatkan usaha rumahan ini agar semakin besar dan menghasilkan. Apalagi dunia agroindustri sudah menarik perhatiannya sejak lama. Tak ada yang salah baginya, menjadi usahawan sambil berkuliah dan membanggakan orang tua. (*sk-5)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI