+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Saling Tuding Banteng – Beringin Di Kukar

SISIKOTA.COM: Tensi politik di Kutai Kartanegara terutama paska hari pencoblosan semakin meninggi. Pun halnya dengan dinamika dua partai paling berpengaruh dalam sejarah perpolitikan Kukar setidaknya pada 20 tahun terakhir yaitu Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Tambah lagi, hari-hari ini tahapan Pemilu tiba pada episode rapat pleno pengitungan suara yang telah masuk dari 20 Kecamatan yang ada di Kukar.

 

Untuk sementara, data di situs resmi KPU menunjukkan, PDIP leading cukup jauh diatas partai-partai lainnya yang berlaga di Kukar. Data di tim internal PDIP Kukar juga menunjukkan hal yang kurang lebih sama. Minggu lalu, PDIP Kukar memprediksi pada Pileg ini mereka meretas sejarah baru, mengungguli Golkar dan menguasai 18 kursi di DPRD Kukar. Ini tentu bikin senang para petinggi PDIP Kukar.

 

Namun sejalan dengan itu, kesenangan ini sedikit terusik dengan sebuah tudingan dari kubu lawan. PDIP disinyalir melakukan penggelembungan suara di sejumlah TPS. Menurut Junaidi, Ketua BP Pemilu PDIP, tuduhan itu sangat tidak mendasar dan tendensius.

 

Ihwal tudingan ini, bisa jadi yang dimaksud Junaidi adalah tudingan dari kubu Beringin. Beberapa hari lalu, sebagaimana dilansir dari media beritaalternatif.com, Denny Ruslan, pengurus Partai Golkar Kukar yang juga maju berlaga sebagai caleg pada Pemilu tahun ini, menuding PDIP Kukar melakukan kecurangan pemilu dengan modus penggelembungan suara.

 

“Aku bicara benar ini karena faktanya ada gitu loh. Kita dibeberapa tempat kita kumpuli, banyak yang terjadi penggelembungan suara” ungkap Denny sebagaimana hasil wawancaranya dengan wartawan beritaalternatif.com. Denny yang merupakan caleg DPRD Kukar dari Partai Golkar Dapil Tenggarong nampaknya tidak sekedar menggertak. Ia mengaku mengantongi bukti kuat mengenai beberapa kecurangan yang dilakukan PDIP, lokasinya menurut Denny ada di beberapa TPS di wilayah Kutai Kartanegara, seperti Desa Lebak Mantan Kec. Muara Wis, di Kelurahan Loa Ipuh Kec. Tenggarong dan Desa Mekar Jaya Kec. Sebulu.

 

Pernyataan Denny Ruslan inilah kemudian yang bikin kubu PDIP buru-buru membuat penjelasan dan bantahan. Menurut Junaidi, tuduhan itu tidak berdasar dan tendensius. “Dukungan mayoritas rakyat Kukar untuk PDIP disebut curang? itu sangat tendensius” ujar Junaidi. Dalam siaran persnya pada hari Selasa (20/02/2024) kemarin, Junaidi menjelaskan bahwa partainya tidak mungkin secara sengaja melakukan apa yang dituduhkan. Ia mengatakan bahwa kalaupun ada indikasi perbedaan atau perubahan data C1 di lokasi, tidak mungkin itu karena keinginan pihaknya.

 

“Tidak mungkin bisa curang, bukan hanya pelaksana dan pengawas Pemilu, seluruh saksi partai, saya tekankan ya, seluruh saksi partai menyaksikan dan memverifikasi bersama data yang masuk” imbuhnya. Mantan politisi Partai Golkar tersebut menyayangkan tudingan Denny Ruslan. Baginya, itu bentuk penggiringan opini publik seolah PDIP sengaja merencanakan hal tersebut. Junaidi menilai, cara-cara semacam itu bukan cara yang mencerdaskan masyarakat, malah memberi informasi yang kabur.

 

Bantahan atas tudingan Beringin juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kukar, Didik Agung Eko Wahono. Politisi senior PDIP Kukar ini mengatakan kader-kader mereka adalah kader-kader yang sudah melewati tahap kaderisasi secara idelogis. “Tidak mungkin berbuat curang” ujarnya.

 

Menurut Didik, faktor human error karena kondisi saat penghitungan bisa saja menyebabkan adanya kekeliruan di lapangan. Sebagai politikus yang kenyang dengan urusan lapangan, legislator asal Tenggarong Seberang ini kelihatannya paham akan keadaan. Ia bahkan juga membeberkan datanya tentang sejumlah indikasi kecurangan yang dilakukan oleh partai lain serta kekeliruan yang terjadi karena kelalaian petugas di lokasi TPS. “(Tapi kan) bukan berarti data yang salah tidak dikoreksi atau dibiarkan saja, semua pihak bisa mengkoreksi agar hasilnya benar-benar sesuai dengan pilihan rakyat” jelasnya.

 

Hingga sejauh ini, belum ada upaya lanjutan perihal tudingan dari kubu Beringin ini dari para petinggi PDIP. Pihak PDIP nampaknya lebih melihat persoalan ini sebagai persoalan yang bisa diluruskan di tingkat rapat Pleno Penghitungan Suara di masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ketimbang ribut-ribut soal tudingan penggelembungan suara.**(Tim Redaksi)

 

 

 

 

 

PDIP Unggul Meyakinkan Di Kukar, Hampir Pasti Kuasai 18 Kursi Di DPRD

SISIKOTA.COM: PDI Perjuangan Kutai Kartanegara meyakini partainya akan keluar sebagai jawara pada Pemilu Legislatif 2024 di Kukar. Wakil Ketua Bidang Politik, Aulia Rahman Basri menegaskan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar hari ini di kantor DPC PDIP Kukar sabtu (17/02/2024).

 

Keyakinan tersebut disimpulkan setelah pihaknya mendapatkan laporan hasil perhitungan cepat di TPS yang ada di seluruh kecamatan di Kutai Kartanegara.  Perhitungan cepat tersebut dilakukan secara simultan dan sistematik berdasarkan kerja tim yang dibentuk oleh Badan Pemenangan Pemilu (BP Pemilu) serta Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Kutai Kartanegara.

 

“Alhamdulillah, setelah mendapatkan laporan hasil dari seluruh kecamatan, bisa kami kabarkan kepada seluruh awak media bahwa PDIP keluar sebagai pemenang pemilu legislatif di Kukar” kata Aulia. Saat menggelar konferensi pers bersama awak media, Aulia didampingi pula oleh Ketua BP Pemilu PDIP Kukar, Junaidi dan Ketua BSPN PDIP Kukar, Efendi.

 

Lebih lanjut Aulia mengatakan, kemenangan ini juga menjadi kemenangan bagi masyarakat Kutai Kartanegara yang mengharapkan kinerja politik yang sejalan dengan visi dan misi PDI Perjuangan. Untuk itu, atas nama Ketua PDIP Kutai Kartanegara, Aulia menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan seluruh masyarakat Kukar terhadap kinerja partainya sekaligus kinerja Bupati Edy Damansyah yang juga merupakan kader PDIP.

 

Menurut Aulia, dengan angka perhitungan saat ini PDIP meyakini akan mampu meraih setidaknya 18 kursi di DPRD Kukar atau sekitar 40% dari total 45 kursi yang tersedia. Dengan capaian 18 kursi tersebut, PDIP maka posisi Ketua DPRD Kukar juga akan direbut oleh kader-kader PDIP yang nanti dinyatakan lolos sebagai anggota DPRD Kukar.

 

Pada sesi lain di acara tersebut, Ketua BSPN PDIP Kukar, Efendi juga memaparkan teknis kerja perhitungan cepat yang dilakukan PDIP terhadap Pileg kali ini. Dijelaskannya, selain mempersiapkan tim saksi di setiap TPS, pihaknya juga telah mempersiapkan kurang lebih 40 staf inputer data yang masing-masing mengelola 40 komputer di kamar hitung untuk memastikan validitas data yang masuk. Validasi data tersebut dilakukan tidak hanya dengan memeriksa form fisik C1 tetapi juga terlebih dahulu di komparasi dengan foto kertas plano C1 yang diterima secara digital dari tiap TPS. PDIP Kukar juga menempatkan sekitar 210 orang koordinator desa dan 20 orang koordinator kecamatan untuk mengawal hasil-hasil perhitungan suara.

 

“Kami menggunakan dua sistem perhitungan. Sistem berdasarkan rekomendasi BSPN Pusat dan sistem yang dibangun khusus oleh BSPN Kukar, sehingga semua hasilnya bisa dihitung secara live dan cepat” tambah Efendi.(*sk-2)

 

 

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI