+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

94 Kasus Kebakaran Sepanjang 2023, Tenggarong Seberang Terbanyak

SISIKOTA.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara mencatat, sepanjang 2023 setidaknya ada 94 kasus kebakaran yang berhasil ditangani.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dinas ini terhadap kasus per kecamatan, terdapat 20 kasus kebakaran di kecamatan Tenggarong, kemudian di Tenggarong Seberang 21 kasus, Loa Kulu 6 kasus, Loa Janan 7 kasus, Sangasanga 4 kasus, Anggana 8 kasus, Muara Badak 5 kasus, Marangkayu 3 kasus, Samboja 6 kasus dan Muara Jawa 1 kasus.

Selain itu, di kecamatan Sebulu juga tercatat ada 2 kasus, Muara Kaman 3 kasus, Kota Bangun dan Muara Muntai masing-masing 1 kasus, Kembang Janggut 1 kasus, Tabang 1 kasus dan Samboja Darat 3 kasus. Dari keseluruhan kecamatan, hanya kecamatan Muara Wis, Kenohan dan Kota Bangun Darat yang tercatat nol kasus.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani mengatakan, Tenggarong Seberang tercatat sebagai kecamatan dengan kasus kebakaran tertinggi di Kukar. Melihat tingginya angka kejadian tersebut, pihaknya menambahkan satu unit alat pemadam kebakaran di kecamatan tersebut.

“Pertengahan Desember ada tambahan unit, selain pos kecamatan, ada pos di Bukit Pariaman yang dikelola kades, ada relawannya juga sudah di latih. Sudah siap siaga mereka,” jelasnya.

Ditambahkannya, Disdamkarmatan terus melakukan evaluasi dan pendataan, untuk mengetahui kekurangan yang harus diperbaiki serta memperbaharui unit di lapangan.

Saat ditanya mengenai kelengkapan unit di Disdamkarmatan, Fida mengatakan saat ini sudah cukup memadai, tetapi dengan catatan harus tetap ada evaluasi.

Pengertian kata cukup tersebut menurut Fida, dapat saja berarti kurang jika melihat keadaan riil di beberapa kecamatan, seperti misalnya kecamatan Tabang. Ia mengakui, khusus untuk kecamatan paling ujung perbatasan Kukar tersebut belum tersedia sumber daya petugas Damkar.

“Tabang itu betul-betul belum ada orang kita, bukan berarti kita nggak melakukan apa-apa. Saya siapkan alat, tapi dari pihak kecamatan belum ada merespon, mungkin mereka juga mencari orang,” akunya.

Fida mengungkapkan, cukup sulit mencari sumber daya pemuda di daerah tersebut sebab sebagian besar mereka memilih untuk berkarir di perusahaan-perusahaan. Sementara itu, kalangan dewasa lebih mendedikasikan diri bekerja di ladang. Masalah sumber daya manusia inilah kendala terbesar saat ini di Tabang.

“Faktor ini yang paling berat, menurut saya menyiapkan SDM yang ada di kecamatan. Mau saya loading dari sini nggak mungkin, terlalu jauh,” ungkapnya.

Fida menegaskan, pihaknya akan berupaya fokus untuk berkoordinasi dengan pihak kecamatan, desa maupun kelurahan untuk segera mengatasi masalah pemenuhan sumber daya petugas damkar ini. (*sk-3/adv)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI