+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Lokasi CFD Diusulkan Pindah ke Kawasan Budaya Kedaton Kutai Kartanegara

SISIKOTA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara berencana mengusulkan perpindahan lokasi kegiatan Car Free Day (CFD) ke kawasan budaya Tenggarong.

CFD yang biasanya diselenggarakan pada hari minggu pagi selama ini dilaksanakan kawasan Timbau, tepatnya di jalan KH Ahmad Mukhsin. Kawasan berpenduduk padat tersebut biasanya ditutup satu arah sejak pukul 6 pagi hingga pukul 10 pagi khusus untuk kendaraan bermotor. Warga yang bepergian dengan kendaraan bermotor pada jam-jam tersebut terpaksa harus mengalihkan kendaraannya melewati jalan lain.

Kepala Disdikbud Kutai Kartanegara (Kukar), Thauhid Afrilian Noor mengatakan, pemindahan lokasi tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan keamanan bagi warga serta menyesuaikan dengan perkembangan infrastruktur saat ini di Tenggarong.

Dijelaskannya pula, usulan pemindahan tersebut juga dilatarbelakangi oleh pertimbangan terkait lalu lintas dan mobilitas kendaraan di sekitar lokasi lama, yang dinilai semakin padat dan tidak lagi mendukung untuk kegiatan CFD yang aman dan nyaman.

“Supaya tidak mengganggu jalan besar, nanti kita akan pindah ke kawasan budaya, sekaligus juga memperkenalkan Kedaton, Museum dan lain-lain,” paparnya.

Kawasan budaya yang dimaksud oleh Thauhid adalah area di sekitar pendopo Bupati Kukar, Monumen Pancasila, Kedaton Kutai Kartanegara hingga jalan samping Museum Mulawarman Tenggarong. Kawasan tersebut sebelumnya memang telah ditetapkan sebagai kawasan budaya berdasarkan persetujuan Bupati dan Sultan Kutai Kartanegara.

Hal lain yang juga menjadi pertimbangan difungsikannya kawasan budaya menjadi lokasi CFD yang baru adalah untuk lebih mengenalkan kawasan tersebut kepada masyarakat sekaligus diharapkan menjadi ikon baru bagi siapapun yang berkunjung ke Tenggarong atau obyek wisata budaya seperti Museum dan Kedaton.

Terkait kapan rencana ini akan mulai direalisasikan, Thauhid mengatakan masih akan mendiskusikannya dengan Bupati dan pihak Kesultanan Kutai.

“Terkait kapan rencana pasti akan dipindahkannya masih kita diskusikan dengan Pak Bupati dan Sultan,” jelasnya.

Diskusi dengan pihak Kesultanan itu, menurut Thauhid juga akan menyangkut kegiatan budaya apa saja yang mungkin bisa dilakukan oleh pihak Kesultanan saat pelaksanaan CFD.

“Kedaton nanti mungkin akan menyiapkan apa-apa saja, mungkin akhir pekan itu diisi dengan kegiatan-kegiatan budaya yang bisa diperlihatkan kepada masyarakat,” tutup Thauhid. (*sk-3-adv)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI