+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Agar Pelayanan Efektif, Kecamatan Tenggarong Seberang Dipersiapkan Untuk Dimekarkan

SISIKOTA.COM – Camat Tenggarong Seberang, Teguh Yuwono mengungkapkan, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah telah menginstruksikan jajarannya agar mempersiapkan pemekaran wilayah di kecamatan Tenggarong Seberang.

Berdasarkan persyaratan, lanjut Tego, wilayah Tenggarong Seberang telah layak untuk dimekarkan. Kelayakan tersebut juga dirasa cukup apabila ditinjau dari aspek peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, terus bertambahnya  jumlah penduduk di wilayah tersebut juga bisa dijadikan pertimbangan.

Kecamatan Tenggarong Seberang memang merupakan wilayah kecamatan yang luas dengan jarak antar desa yang cukup jauh. Beberapa desa di wilayah ini terletak di pinggiran sungai mahakam (kawasan bawah) atau cukup jauh dari pusat pemerintahan kecamatan Tenggarong Seberang.

“Kami melihat wilayah bawah ini perlu pemekaran. Terlebih apabila mengurus urusan tidak perlu terlalu jauh. Sesuai instruksi Bupati diminta tahun ini mempersiapkan pemekaran kecamatan,” jelas Tego pada (19/4/2024).

Dijelaskan oleh Tego, pada bulan Maret lalu pihaknya telah melakukan koordinasi persiapan mengenai syarat-syarat. Salah satu syarat yang harus dipenuhi antara lain misalnya harus terdapat 10 desa dalam satu kecamatan. Ada pula syarat-syarat lain seperti adanya akses pendukung dan pusat pemerintahan terpadu.

Desa Bangun Rejo dan Desa Bukit Pariaman merupakan dua diantaranya yang akan dipersiapkan untuk mekar. Saat ini, pihak kecamatan Tenggarong Seberang masih akan melakukan kajian lebih matang sebab hal ini akan bersentuhan dengan banyak aspek dalam masyarakat.

“Pusat kajian berada di Brida Kukar (Badan Riset Daerah), kajian tersebut tentunya dilakukan secara akademis, pihak kami mendukung untuk dilakukannya kajian tersebut,” tambahnya.

Tego mengungkapkan pemekaran wilayah sendiri butuh persiapan waktu yang cukup lama, seperti perizinan kepada Kementerian. Namun demikian pihaknya akan terus mendorong dan berupaya untuk pemekaran.

“Meski waktu tunggu cukup lama bisa mencapai tiga hingga empat tahun, tetap kita lakukan,” pungkasnya (*sk-4/adv).

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI