+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Masyarakat Sambut Antusias Gerakan Pangan Murah Di Tenggarong

Baru setengah hari dimulai, masyarakat sudah borong 5 ton beras. Faktor tidak stabilnya harga beras di pasaran, membuat masyarakat harus rajin mencari info kegiatan pasar murah pemerintah.

 

SISIKOTA.COM – Masyarakat Kutai Kartanegara, khususnya mereka yang berdiam di kecamatan Tenggarong menyambut antusias kegiatan pangan murah yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (19/3/2024) di lapangan parkir kawasan ex-Tanjong tersebut resminya baru akan dibuka pada pukul 16.00 Wita, namun untuk aktivitas jual beli sudah dilaksanakan sejak pukul sembilan pagi.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang diberi tajuk Gerakan Pangan Murah ini sudah terlihat sejak pagi hari. Berrdasarkan informasi yang berhasil dihimpun sisikota, pada pagi hari pertama kegiatan, total jumlah beras yang sudah diborong oleh masyarakat sebesar 5 ton. Setiap hari, Disketapang menyediakan stok sebanyak 10 ton  beras yang dijual dengan harga Rp. 52.500,- per 5 kilogram.

Sutikno, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar mengatakan, antusiasme masyarakat tersebut karena terkait dengan meningkatnya kebutuhan mereka di bulan ramadhan kali ini.

“Beras yang dijual disini adalah beras premium dengan harga medium, yaitu Rp. 10.400,- perkilo,” jelasnya kepada sisikota.

Sutikno mempersilahkan masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan Gerakan Pangan Murah ini. Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya jika stok beras yang disediakan ternyata tidak cukup. “Setiap harinya disediakan 10 ton beras tapi kalau memang nanti stoknya kurang kami komunikasi lagi dengan teman-teman Disperindag dan Bulog untuk menambah stoknya,”

Sutikno juga menjelaskan bahwa dinasnya melibatkan pula beberapa pihak lainnya untuk mendukung acara ini.  “Lembaga usaha, alfamidi, indomaret, bulog kemudian dari KTNA KWT sekitar 25 lembaga yang ikut terlibat, stand yang disediakan ada 40 tenda,” ujarnya menambahkan.

Dengan Gerakan Pangan Murah ini, Disketapang Kukar berharap mampu membantu masyarakat untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok yang cenderung selalu mengalami kenaikan saat Hari Besar Keagamaan Nasional atau HKBN. (*sk-4/adv)

Wajah Pertanian Kukar Di Tangan Edi Damansyah: Dari Kekeringan Menuju Kelimpahan

Edy Damansyah memahami, pertanian modern memerlukan peralatan yang modern pula. Ia lantas menggelontorkan anggaran pertanian cukup besar untuk pengadaan alsintan bagi petani. Hasilnya memang bikin sumringah.

 

SISIKOTA.COM – Lewat program Dedikasi Idaman dan kebiasaannya ngetepa kampong, Bupati Edi Damansyah jadi tahu persis apa kebutuhan para petani didaerahnya. Ngetepa kampong berasal dari bahasa suku Kutai, artinya kurang lebih sama dengan kata blusukan yang berakar dari bahasa Jawa. Ngetepa Kampong berarti melakukan kegiatan perjalanan mengunjungi tempat-tempat tertentu yang berada di pelosok.

 

Mengunjungi pelosok Kutai Kartanegara bukanlah pekerjaan mudah. Luas Kukar jika dikonversi, mencapai lebih dari 38 kali lipat kota Samarinda, ibukota Kaltim. Dengan wilayah seluas itu, dibutuhkan niat dan energi yang besar untuk berkunjung langsung melihat geliat aktivitas warga. Tetapi pemimpin memang harus paham apa kebutuhan masyarakatnya. Edi menerjuninya. Ia tak ragu untuk turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluh kesah petani, dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi. Dari operasi pasar murah hingga pembangunan kawasan agrowisata, setiap program yang diluncurkan selalu mengedepankan kepentingan petani.

 

Dari sini pula ia tahu, petani-petani di Tenggarong Seberang membutuhkan sistem pengairan yang tepat untuk melawan kondisi kekeringan dan kelangkaan air di areal persawahannya. Edi lantas menggalakkan sarana pompanisasi di lokasi tersebut. Ada 89 titik pompa yang ia perintahkan untuk dibuat. Hasilnya, sawah-sawah di Tenggarong Seberang kembali berubah menghijau. Sujoko, anggota Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Sebulu bisa tersenyum sumringah. Harapan akan meningkatnya pendapatan dari hasil panen menjadi lebih terang. “Kamu lihat, itu warna hijau padi kita, itu artinya harapan” katanya pada Jamasri, sambil menebar pandangan ke arah bentangan sawahnya. Jamasri juga anggota KTNA namun dari desa yang berbeda. Ia berasal dari Desa Bukit Pariaman Kecamatan Tenggarong Seberang.

Edi Damansyah mengecek program pompanisasi irigasi di Tenggarong Seberang (foto: istimewa/sisikota.com)

Sujoko dan Jamasri adalah dua dari banyak wajah di Tenggarong Seberang yang merasakan benar bantuan Bupati Kutai Kartanegara. Rangkaian program pemerintah telah membantu mereka berjuang melawan kemarau panjang yang mengancam stabilitas pangan. Program pompanisasi yang diinisiasi Bupati Edi Damansyah menjadi salah satu yang paling diapresiasi. “Tanpa air, sawah kami seperti layu tanpa jiwa,” kata Sujoko, mengingat masa-masa sulit ketika sawah mereka hampir mati kekeringan. “Tapi sekarang, lihatlah! Sawah kami hidup kembali, dan itu semua berkat bantuan yang kami terima,” tambahnya.

 

Sejak menjabat sebagai Bupati, Edi Damansyah menunjukkan keseriusan komitmennya terhadap sektor pertanian. Ia percaya bahwa pertanian adalah jantung bagi Kutai Kartanegara, karena itu sektor pertanian merupakan sektor prioritas baginya. Janji politiknya ketika Pilkada ia ubah menjadi apa yang ia sebut program Dedikasi sebagai wujud eksekusi dukungan pemerintahannya terhadap petani.

 

“Kita harus memastikan bahwa pertanian di Kutai Kartanegara tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang,” ujar Edi saat diwawancarai di sela-sela kunjungannya ke salah satu desa agrowisata belum lama ini. Ia memahami bahwa pertanian modern memerlukan alat yang modern pula. Lewat program Dedikasi Kukar Idaman, Pemerintah Kutai Kartanegara mengirimkan bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pupuk diberikan kepada kelompok tani. Dengan alsintan ini, tanah-tanah Kutai Kartanegara dibajak, disemai, dan dipanen dengan lebih efisien. Pupuk yang diberikan menjadi asupan yang membuat tanaman tumbuh subur.

 

Program Dedikasi Kukar Idaman memang menjadi salah satu inisiatif yang paling berdampak. Di Tenggarong Seberang, diserahkan alat-alat modern berupa Excavator Mini, Combain, dan Rotapator. Alat-alat ini bukan hanya mempermudah pekerjaan, tetapi juga menjadi simbol dari kemajuan pertanian di wilayah tersebut.

 

Upaya Edi tersebut langsung mendongkrak angka kemajuan Kukar di sektor pertanian. Kerja kerasnya menemui para petani Kukar berpengaruh pada produktifitas hasil panen padi. Sesuai data BPS Kaltim, Kukar menyumbang 46,80 persen atau 26.744,87 hektar dari keseluruhan luas panen padi sawah di Kaltim yang berkjumlah 57.143,29 hektar pada tahun 2023. Tahun itu pula, produksi padi Kukar menyentuh angka 106.411,9 ton atau sekitar 49,42 persen dari total produksi padi Kaltim.

 

Melesatnya sektor pertanian pun memberi impact kuat terhadap Kukar secara umum. Laju pertumbuhan ekonomi Kukar terus membaik, menjadi 5,13 persen pada tahun 2023 padahal sebelumnya tercatat hanya sekitar 2,67 persen pada tahun 2021. Pengaruh membaiknya perekonomian Kukar ini juga berpengaruh pada angka tingkat kemiskinan yang mengalami penurunan dari 7,96 persen tahun 2022 menjadi 7,61 persen tahun 2023. Demikian pula tingkat pengangguran terbuka Kukar turut terkerek turun dari sebelumnya 5,66 persen tahun 2021 menjadi 4,05 persen tahun 2023.

 

Perlahan namun pasti, Edi mengubah wajah pertanian di Kukar dari situasi kekeringan menjadi bermusim kelimpahan. Upaya transformasi ekonomi di salah satu Kabupaten terkaya di Indonesia ini makin mencapai titik yang diinginkan masyarakat melalui tangan Edi Damansyah. Edi memang punya misi mulia. Ia ingin membawa pertanian menjadi jagoan ekonomi di Kukar. Baginya, pertanian mestinya menjadi pilar utama keberhasilan pembangunan karena mampu menopang hajat hidup kalangan masyarakat kecil.

 

Perjalanan memang masih lumayan panjang. Memimpin daerah dengan banyak tantangan alam dan SDM seperti di Kukar memang tidak akan mudah. Edi juga menyadari hal tersebut. Tapi mimpinya untuk mewujudkan visinya, menjadikan masyarakat Kutai Kartanegara sejahtera dan bahagia terus dipupuknya.

Dengan dukungan penuh masyarakat termasuk komunitas petani, ia akan melangkah terus menuju panen kesejahteraan.(*sk-2/adv)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI