+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

7 Alternatif Gorengan ter-HOT Di Tenggarong Yang Pas Untuk Buka Puasa

Selain kaya akan sumber daya alam, Kalimantan Timur juga kaya akan ragam kuliner. Salah satu jenis kuliner paling populer di jagad Kaltim ya gorengan, dengan segala nama dan bentuknya. Penjual gorengan tersebar luas, mulai dari kelas gerobak kaki lima-an hingga kelas resto bintang tujuh-an.

 

SISIKOTA.COM – Di kota Tenggarong, pun gorengan sangat populer. Pembeli dan penjualnya, sama ramainya. Sejauh yang bisa kami amati, gorengan di Tenggarong memang cukup otentik. Ia punya ciri khas tersendiri kalau dibandingkan dengan kota lainnya di Kaltim. Apa cirinya? cocolan sambalnya. Ini serius. Orang Kutai memang jagoan untuk urusan meracik sambal. Tetapi harus diingat juga, tidak semua gorengan bisa klop dengan sambalnya. Ada yang gorengannya ajib, tapi sambalnya kurang pas. Ada pula sebaliknya, sambalnya oke tapi gorengannya kurang menarik.

 

Sisikota menyebarkan tim ke sudut-sudut kota Tenggarong demi menginformasikan kepada anda lokasi gorengan yang ter-HOT, khusus di edisi ramadhan 2024 kali ini.  Tak hanya itu, kami juga mencoba merinci varian gorengan mana, yang mungkin bisa jadi referensi anda untuk melengkapi menu buka puasa anda nanti sore.

 

Berikut hasil identifikasi tim sisikota untuk 7 Alternatif Gorengan ter-Hot di Tenggarong yang pas untuk menu buka puasa :

 

1. Gorengan Lucky Ria

Gorengan Lucky Ria, jalan Jelawat Tenggarong (foto: G. Amanda/sisikota.com)

Ini bukan saja gorengan ter-Hot tapi juga legendaris di Tenggarong. Lokasinya biasanya di bagian dalam Pasar Tangga Arung, tepat didekat area permainan anak-anak. Dulu waktu masih beroperasi, area permainan anak-anak itu bernama Lucky Ria. Itulah sebabnya gorengan ini kemudian menggunakan nama yang sama. Tahun ini, gorengan ini pindah lokasi ke jalan Jelawat, Timbau. Satu lokasi dengan warung nasi kuning Tanjong. Menurut kami, keunggulan gorengan Lucky Ria adalah pada sambal dan varian tempe gorengnya.

 

2. Gorengan Om Baen Sukarame

(foto: G. Amanda/sisikota.com)

Gorengan Om Baen berlokasi di kampung Sukarame, tidak jauh dari masjid Siti Khadijah. Warung ini juga sudah cukup lama beroperasi. Sudah terkenal di Tenggarong. Gorengan Om Baen punya ciri khas juga pada sambalnya. Tapi, berbeda dengan Lucky Ria, menurut kami varian juaranya di warung ini adalah pisang gorengnya.

 

3. Hubi Repok Gunung Pedidik

(foto: instagram @hubi_repok)

Sesuai namanya, varian gorengan andalannya tentu saja adalah sanga hubi alias ubi/singkong gorengnya yang lembut. Itu pula sebabnya gorengan ini menggunakan istilah repok. Dalam bahasa Kutai, repok artinya hancur/patah karena keropos. Begitu digigit, langsung hancur di mulut!. Hubi Repok berlokasi di kawasan Gunung Pedidik ex garasi mobil Pemadam Kebakaran. Sekarang kawasan ini diberi nama Pusat Kerajinan Dekranasda.

 

4. Mendoan Semarangan

(foto: istimewa/sisikota.com)

Ciri khas mendoan semarangan biasanya digoreng agak basah. Bentuknya juga sedikit gemoy. Jadi, nggak seperti tempe goreng Kutai meskipun bahannya sama-sama tempe. Ini juga lagi Hot nih di Tenggarong. Menurut kami, keunggulannya selain cita rasa mendoan semarangannya sendiri, juga sambalnya yang bisa jadi idola para penyuka pedas!. Lokasinya di persimpangan jalan Muso Salim – Imam Bonjol Tenggarong.

 

5. Gorengan Kartini

(foto: Izmil Patola/sisikota.com)

Gorengan Kartini juga pendatang lama yang masih eksis sampai sekarang. Ini gorengan yang paling cepat habis deh kayaknya. Antriannya lumayan bikin macet kadang-kadang. Lokasinya ada di jalan Kartini, tidak jauh dari pertigaan jalan Kartini-Danau Semayang. Varian unggulan dari gorengan ini menurut kami tentu saja adalah pler kambingnya! kombinasi pisang dan sedikit potongan buah nangka membuat pler kambing Kartini ini unik; lembut dan harum.

 

6. Gorengan Sanggarila Rapak Mahang

(foto: G. Amanda/sisikota.com)

Gorengan Sanggarila ini lokasinya di jalan Patin, tidak jauh dari masjid As-Salaam Rapak Mahang Timbau. Warung ini menjual hampir semua varian gorengan, tapi andalannya menurut kami adalah ubi jalar goreng!.

 

7. Gorengan Jalkota Daeng

(foto: G. Amanda/sisikota.com)

Kalo ini, kompetitor gorengan asal Sulawesi Selatan. Penggemarnya di Tenggarong banyak juga. Jalkota mengusung varian Jalangkote sebagai andalan. Jalangkote paling Hot sih ini memang. Lokasinya sama dengan mendoan semarangan, yaitu di dekat pertigaan jalan Muso Salim-Imam Bonjol Tenggarong. Harus agak buruan kalau mau beli yang ini. Cepat sekali habisnya soalnya.

 

That’s it, daftar gorengan ter-Hot hasil pengamatan kami. Gimana, ada rekomendasi lain?(*Tim Redaksi)

 

Lewat Lorong Pasar Ramadhan, Edi Berharap Area Masjid Agung Bisa Jadi Kawasan Produktif

Momentum bulan ramadhan dimanfaatkan oleh pengelola kawasan Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bupati Edi Damansyah memberi apresiasi khusus atas upaya ini.

 

SISIKOTA.COM – Ada yang berbeda pada ramadhan tahun ini di Tenggarong. Pasar Ramadhan yang biasanya digelar di beberapa lokasi kini disatukan di kawasan Monumen Pancasila, tepatnya di jalan Toraga Barat, persis didepan pintu masuk utama Masjid Agung SAMS. Lokasi ini diberi nama Lorong Pasar Ramadhan.

 

Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah yang selasa (12/03/2024) kemarin meresmikan pembukaannya secara langsung mengapresiasi ide lorong pasar ramadhan ini. Datang bersama Sekretaris Kabupaten Kukar Sunggono, Jajaran Forkopimda Kukar, Camat Tenggarong Sukono serta sejumlah pejabat lainnya, Edi menyambut baik langkah Badan Pengelola Masjid Agung SAMS yang menata kawasan ibadah tersebut untuk sekaligus dapat berfungsi pula sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

“Terima kasih panitia dan badan pelaksana, terutama warga masyarakat para pelaku UMKM. Tentunya jika tidak ada kesepahaman dan kesepakatan maka lorong pasar ramadhan ini tidak akan terwujud dengan baik” kata Edi.

 

Bupati yang juga dikenal dengan program safari subuhnya ini menjelaskan, ada 3 fungsi utama masjid yaitu masjid sebagai pusat peribadatan, masjid sebagai pusat pemersatu umat dan juga sebagai ruang aktivitas pemberdayaan. Ia memandang, mengubah kawasan masjid menjadi kawasan produktif adalah sesuatu yang positif, karena itu momentum ini sebaiknya dilakukan tidak hanya di bulan ramadhan.

 

“Kawasan ini bisa dimanfaatkan sebagai kawasan produktif, sekaligus mendorong keberadaan rumah ibadah atau masjid, fungsinya tidak hanya memfasilitasi peribadatan saja” lanjutnya.

 

Lorong Pasar Ramadhan ini memanfaatkan jalan Toraga Barat dan sebagian jalan Ki Hajar Dewantara Tenggarong sebagai area kuliner ramadhan. Mereka yang berjualan di kawasan ini merupakan hasil penyatuan para pedagang aneka kuliner ramadhan yang pada tahun-tahun sebelumnya tersebar di jalan S. Parman dan jalan DI Panjaitan. Untuk area parkir kendaraan, panitia telah menyiapkan area parkir Masjid Agung SAMS yang luas sehingga kemacetan di lokasi ini bisa terhindarkan.

 

Pantauan sisikota di hari pertama ramadhan kemarin, animo masyarakat Tenggarong langsung terlihat besar untuk mengunjungi kawasan ini. Beberapa pedagang bahkan ada pula yang menggelar dagangan berupa pakaian muslim dan kopi.(*sk-2/adv).

 

 

 

 

 

 

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI