+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Kembang Janggut Segera Miliki Pabrik Minyak Makan Merah

SISIKOTA.COM – Kecamatan Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara akan segera memiliki pabrik pengolahan RPO (Refined Palm Oil) atau yang lebih dikenal dengan istilah minyak makan merah. Rencana ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara, Arbain belum lama ini.

RPO, berdasarkan peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI nomor 5 tahun 2023 merupakan minyak yang dihasilkan dari rafinasi tanpa pemucatan (bleaching) dan deodorisasi, melalui fraksinasi minyak kelapa sawit mentah.

Menurut Arbain, pabrik RPO ini akan didirikan di desa Kelekat yang memang memiliki potensi perkebunan sawit. “Pembangunan pabrik ini sebagai upaya Disperindag untuk membantu pemberdayaan kelapa sawit dalam masa panen, melihat potensi kelapa sawit di desa tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat” ujar Arbain.

Arbain juga menjelaskan, pendirian pabrik tersebut telah melewati hasil riset dan kajian potensi yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman Samarinda pada tahun 2023 lalu.

“Saat ini kami sedang melakukan negosiasi tempat dan lahan, yang nantinya digunakan sebagai lokasi tetap. Kami juga berupaya menyelesaikan persoalan lahan untuk tahun ini,” tambah Arbain.

Ia juga berharap pembangunan pabrik tersebut dapat segera terealisasi, melihat manfaat dari minyak makan merah bagi masyarakat.

Di lain pihak, Kepala Desa (Kades) Kelekat, Cawal mengatakan, persiapan lahan untuk rencana Disperindag Kukar tersebut telah dilakukan. Pihaknya menyiapkan lahan dengan luas sekitar 3 hektar  untuk nanti dipergunakan bagi keperluan pendirian pabrik.

“Kami Pemerintah Desa Kelekat sangat mendukung rencana dari Disperindag Kukar untuk membangun pabrik di wilayah tersebut,” ujar Cawal.

Dijelaskan Cawal, pihaknya saat ini menunggu konsep pembangunan dan hasil konsultasi guna memastikan kelayakan lahan secara berkelanjutan.

Ia juga mengatakan, pembangunan pabrik minyak makan mentah di desanya dapat berpotensi mendorong perputaran ekonomi warga lebih maju, apalagi mata pencaharian masyarakat setempat sebagian besar bekerja di perkebunan kepala sawit. (*sk-4/adv)

Ingin Sektor Industri Naik Kelas, Disperindag Kukar Efektifkan Program Tahun Ini

SISIKOTA.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) di tahun 2024 ini akan merencanakan beberapa program efektif agar sektor industri di Kukar lebih naik kelas.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Sumber Daya Industri Disperindag Kukar, Arbain menyampaikan, ada beberapa fokus program pembangunan industri untuk tahun ini yang tengah direncanakan dinasnya. Diharapkan pada akhir tahun nanti, rencana ini sudah bisa difinalisasi.

Menurut Arbain, fokus program pembangunan industri yang pertama adalah pengadaan peralatan mesin pengelolaan rumput laut yang berada di kecamatan Muara Badak.

“Kami sedang merencanakan pengadaan mesin pengelolaan rumput laut yang berlokasi di Muara Badak, diketahui juga bahwasanya di area pesisir sana didominasi oleh nelayan dan industri rumput laut, tentunya ini perlu diberdayakan,” papar Arbain, Selasa (16/4/2024).

Program efektif yang kedua tahun ini adalah membangun fokus terhadap kinerja industri minyak makan merah, yang direncanakan bertempat di Desa Kelekat Kecamatan Kembang Janggut.

“Kami telah berkordinasi dengan beberapa kementerian seperti Kementerian BUMN serta Kementerian Koperasi dan UMKM, Insya Allah akan berjalan ditahun 2024 ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Arbain mengatakan fokus program efektif tahun ini juga adalah memberikan pelatihan di setiap kecamatan dan desa sesuai dengan kekhasan dari industri yang dihasilkan masing-masing kecamatan dan desa tersebut.

Kata Arbain, pihaknya telah melakukan riset yang disesuaikan dengan kegiatan dan aktivitas masyarakat terhadap industri yang potensial dihasilkan.  “Kamil lihat potensi masyarakat semisal penghasil rotan atau identik Kukar ini manik-manik, kami berupaya untuk mengusulkan pelatihannya,” terangnya.

Pihaknya juga telah merancang beberapa capaian program yang berkenan dibidang kriya seperti peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bentuk pelatihan, workshop hingga study tiru.

Hal ini dilakukan untuk kemajuan dan peningkatan kerajinan melalui Dewan Kerajinan Nasional, dengan harapan Dekranasda Dewan Kerajinan Nasional Daerah)  di wilayah Kukar dapat meningkatkan potensi dan pertumbuhan ekonomi.

“Dalam waktu dekat Insya Allah juga kami akan melakukan MoU dengan pihak Nusa Tenggara Barat untuk meningkatkan potensi kerajinan yang ada di Kukar,” pungkas Arbain. (*sk-4/adv)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI