+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Silaturahmi Bersama Keluarga Besar Muhammadiyah, Bupati Kukar Serahkan Dana Hibah Masjid 200 Juta

SISIKOTA.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah menyambangi keluarga besar Muhammadiyah sekaligus melakukan kegiatan makan sahur dan salat subuh berjamaah pada Senin (1/4/2024) dini hari kemarin.

Agenda silaturahmi yang dilaukan bertepatan dengan hari ke-21 ramadhan tersebut dirangkai pula dengan acara penyerahan bantuan dana hibah untuk masjid Al Hikmah Muhammadiyah yang terletak di jalan Danau Aji Kelurahan Melayu, Tenggarong.

Dalam kegiatan ini, Edi Damansyah juga mengajak Sekretaris Daerah (Sekda) Sunggono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Thauhid Afrilian Noor, para Lurah se-Kecamatan Tenggarong, pengurus BAZNAS Kukar, pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kukar dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kukar.

Pada sesi sambutannya, Edi Damansyah mengatakan, bantuan yang diserahkan tersebut adalah realisasi dari program Kukar Idaman melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah. Ia juga menegaskan, Pemkab Kukar terus akan menjalankan program bantuan rehab untuk rumah-rumah ibadah dan pendidikan untuk pondok pesantren yang ada di Kukar.

“Sebagai bentuk peduli kami Pemkab Kukar bersama BAZNAS Kukar dan lembaga lainnya untuk semua pengurus masjid,” jelasnya di hadapan keluarga besar Muhammadiyah. Atas bantuan yang diberikan, Edi berpesan untuk bisa dibuatkan pertanggungjawabannya.

Di pihak lain, Ketua Muhammadiyah Cabang Tenggarong, Yamin mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kukar serta jajarannya yang telah menjalin silaturahmi serta memberikan bantuan untuk warga Muhammadiyah.

“Terima kasih untuk bantuannya kepada keluarga besar kami di hampir semua kecamatan di Kukar, dana bantuan hibah Rp200 juta kami gunakan dengan maksimal melalui perbaikan masjid dan lainnya,” ucapnya.

Selain penyerahan dana hibah, Muhammadiyah juga menerima bantuan paket sembako langsung sebanyak 20 paket dari Edi Damansyah dan dari pengurus BAZNAS Kukar. Selain itu, terdapat pula bantuan beasiswa mentari dari Lazismu untuk 10 anak didik. (*sk-3/adv)

Budiman Sudjatmiko: Di Penjara Rezim Soeharto, Dibebaskan Orde Gus Dur

SISIKOTA.COM : Budiman Sudjatmiko adalah salah satu mata tombak dari gerakan reformasi 1998. Ia matang dalam kajian-kajian sosio-politik Indonesia sekaligus gerakan jalanan mahasiswa pada masanya.  Sebagai seorang aktivis, ia sangat disegani terutama saat menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah partai bernama PRD (Partai Rakyat Demokratik). Bukunya, Anak-Anak Revolusi menjadi salah satu sumber informasi penting soal dunia aktivisme di masa orde baru.

 

Lahir pada 10 Maret 1970 sebagai anak pertama dari pasangan suami istri Wartono Sudjatmiko dan Sri Sulastri Sudjatmiko. keluarganya merupakan keluarga yang cukup religius. Masa kecilnya ia lewati di Bogor. lulus SD, ia melanjutkan studinya di SMP Negeri 1 Cilacap hingga lulus tahun 1986.Budiman remaja melanjutkan masa SMAnya di dua sekolah yaitu SMA Negeri 5 Bogor dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta hingga selesai tahun 1989.

 

Budiman Sudjatmiko sebenarnya sudah aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan diskusi sejak masih di SMP. Gelora aktivismenya seolah menemukan ruang terbaik saat ia menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta. Ia terjun total meneriakkan aspirasi rakyat miskin dan pinggiran. Budiman juga menjelma menjadi community organizer, mengorganisir pergerakan pemberdayaan politik dan ekonomi terutama bagi kalangan petani dan buruh di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Totalitasnya ini pulalah yang menghentikan perjalanan studi akademiknya di UGM. Ia memilih drop out.

 

Di PDIP partainya saat ini, Budiman termasuk salah satu tokoh penting sejak awal. Usai mendeklarasikan PRD tahun 1996 yang kemudian dianggap sebagai organisasi haram oleh rezim Soeharto, ia bergabung dengan gerakan massa pendukung Megawati Soekarno Putri yang menghendaki adanya pembaharuan dalam tubuh PDI. Puncak perpecahan ini terjadi pada 27 Juli 1996. Perebutan kantor pusat PDI di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat melahirkan bentrokan besar antar massa pendukung partai sehingga merebak luas menjadi kerusuhan di Jakarta serta beberapa kota lainnya. Cap sebagai salah satu dalang ditempelkan kepada Budiman. Ia menjadi tahanan politik kemudian di vonis 13 tahun penjara oleh pemerintahan orde baru. Budiman dibebaskan 3 tahun kemudian lewat amnesti di masa kepemimpinan Presiden KH. Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri. Selepasnya dari penjara, ia kemudian hijrah ke Inggris untuk menempuh pendidikan politik di Universitas Cambridge hingga meraih gelar master hubungan internasional.

 

Di panggung politik praktis nasional, Budiman merintis takdirnya kembali lewat Repdem (Relawan Perjuangan Demokrasi), sebuah organisasi sayap PDIP. Popularitas dan jejak kuatnya dalam dunia pergerakan menghasilkan buah politik manis. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI pada periode 2009-2014 dan periode 2014-2019 mewakili Kabupaten Banyumas dan Cilacap.

 

Kiprah Budiman Sudjatmiko di parlemen semakin menegaskan eksistensinya sebagai salah satu politikus dan intelektual muda paling bersinar di Indonesia. dengan segenap kemampuan komunikasi dan kejelian politiknya semasa di parlemen, ia sukses menuntaskan UU Desa yang hingga kini dijadikan landasan penting secara nasional dalam pengaturan dan pembangunan pedesaan.*

 

disarikan dari Wikipedia***

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI