+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Ngobrol Pajak Di Warung Kopi, Cara Kekinian Dekatkan Informasi Pajak Ke Masyarakat

Bagi sebagian anak muda, informasi soal pajak adalah informasi yang rumit dan tidak menarik. Dibutuhkan strategi pendekatan yang lebih kreatif untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat agar informasinya menarik dan mudah dicerna.

 

SISIKOTA.COM: Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kutai Kartanegara punya kiat spesial dalam mensosialisasikan informasi seputar kewajiban pajak daerahnya. Salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 37 Tahun 2021 mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan fungsi penunjang Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah di bidang Pendapatan Daerah. Dengan tugas tersebut, mereka bertanggungjawab untuk mendekatkan informasi apapun yang berkenaan dengan kewajiban masyarakat terhadap pajak-pajak daerah yang diharapkan turut mampu menunjang pembiayaan pembangunan daerahnya. Itulah kemudian yang memacu segenap aparatur Bapenda untuk berinovasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan cara-cara yang lebih kreatif.

 

Rabu malam, (28/02/2024) lalu, OPD yang dipimpin oleh Dr. Joko Susilo ini mengadakan kegiatan bertajuk Literasi Pajak Pendapatan Asli Daerah, sebuah event bincang santai mengenai pajak yang dikreasi oleh Bapenda Creative. Bapenda Creative merupakan semacam gugus tugas kecil hasil inovasi Bapenda Kukar untuk memudahkan pendekatan informasi pajak daerah kepada masyarakat melalui cara-cara yang edukatif sekaligus entertaining melalui event dan konten-konten kekinian di media sosial.

 

Uniknya, event ini tidak digelar di ruang pertemuan formal sebagaimana lazimnya namun dilaksanakan di warung kopi dan cafe-cafe yang biasa menjadi titik nongkrong masyarakat, terutama kaum muda. Sebagai strategi, Bapenda juga membalut acara tersebut dengan sajian musik live sehingga vibesnya terasa lebih santai dan menghibur. Di event perdana mereka tersebut, Bapenda memilih Kopi Rogoss, sebuah kedai kopi dan makanan yang biasanya ramai dikunjungi oleh komunitas anak-anak muda di kota Tenggarong.

 

Erwan Riyadi, Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengawasan Pajak Bapenda Kukar yang menginisiasi kegiatan tersebut mengatakan, pilihan lokasi tersebut merupakan bagian dari strategi untuk lebih mendekatkan informasi perpajakan daerah kepada masyarakat, terutama para wajib pajak yang memiliki usaha-usaha makanan dan minuman.

 

“Ini kita harapkan menjadi terobosan informasi yang lebih tajam, kita harapkan kesadaran terhadap kewajiban pajak daerah bisa makin tumbuh, bahkan bila perlu Bapenda langsung melakukan eksekusi di tempat, siapa tahu wajib pajak ingin melakukan pembayaran pajaknya saat itu juga” terang Erwan di sela-sela acara tersebut.

 

Dalam kegiatannya kemarin, Bapenda menghadirkan Hasna Badahu yang mewakili Bapenda Kukar sebagai narasumber pajak daerah. Hasna bertugas memberikan penjelasan-penjelasan teknis mengenai kewajiban-kewajiban masyarakat terhadap perpajakan sebagaimana diatur dalam regulasi Pemerintah Kutai Kartanegara. Bapenda Kukar juga mengundang 2 pengusaha makanan dan minuman yang cukup populer di kota Tenggarong yaitu Noni dan Muhammad Rasya Daud.

 

Noni adalah pengusaha perempuan di bidang kuliner. Ia adalah pemilik dari Resto Etam Fried Chiken yang sudah menjalankan usahanya selama lebih dari 15 tahun. Sementara, Muhammad Rasya Daud merupakan enterprenuer muda yang bergerak di bidang multimedia. Daud juga adalah pemilik dari Kopi Rogoss yang sudah menjalankan kegiatan usahanya lebih dari 5 tahun.

 

“Mbak Noni ini boleh dibilang salah satu pejuang pajak di Kukar. Sejak awal buka usaha ia sudah bekerjasama dengan sangat baik dan taat terhadap kewajiban pajaknya” ungkap Hasna dalam sesi perbincangan yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut. Menurut Hasna, pihaknya memang belum maksimal dalam melakukan sosialisasi kewajiban pajak kepada seluruh lapisan masyarakat karena itulah ia ingin lebih merangkul semua kalangan termasuk kalangan dunia usaha.

 

Dalam kesempatannya berbicara, Noni mengatakan bahwa ia tidak pernah merasa punya kesulitan untuk mendapatkan informasi terkait pajak daerah. Baginya, jika telah mengetahui dengan baik informasi-informasi perpajakan seharusnya tidak ada lagi kemalasan dalam membayar pajak.

 

Kedua usahawan muda ini juga memiliki pandangan yang cukup serupa mengenai event Bapenda tersebut. Menurut mereka, event semacam ini adalah upaya pendekatan yang jitu kepada masyarakat yang memiliki usaha agar bisa lebih jelas mengetahui apa saja dan bagaimana cara membayar pajak-pajak yang terdapat didaerah. “Ya ini hal yang bagus ya, Bapenda membuat acara yang santai dan entertaining begini, tidak kaku meskipun ini soal pajak. Kan seringnya denger soal pajak aja kita udah malas, apalagi kalau acaranya dikemas kaku dan tidak menarik” ujar Daud ketika diminta pendapatnya di sesi closing statement.**(Tim Redaksi)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI