+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Kolaborasi Disbun Provinsi Dan Disbun Kukar, Sosialisasikan STDB Di Tenggarong

SISIKOTA.COM – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kegiatan sosialisasi Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) di Hotel Grand Fatma Tenggarong, Rabu (15/5/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani dan pelaku usaha perkebunan mengenai pentingnya STDB sebagai dokumen legalitas dalam usaha budidaya tanaman perkebunan.

Pelaksana Tugas Kepala Disbun Kukar, Muhammad Taufik menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong legalitas dan tertib administrasi dalam sektor perkebunan.

“Banyak sekali manfaat dari STDB ini, memang bukan legalitas tetapi hanya didaftarkan saja. Jadi aturannya itu, kalau kebun-kebun di bawah 25 hektare itu didaftarkan. Yang di atas 25 hektare itu berizin, izin besar namanya,” paparnya.

“Nah ini yang 25 hektare ke bawah ini, sekarang diwajiban Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) khusus untuk pekebun kelapa sawit,” sambungnya.

Acara yang berlangsung dari tanggal 14-15 Mei 2024 ini, dihadiri oleh 30 peserta, terdiri dari petani, kelompok tani, dan pelaku usaha perkebunan dari berbagai wilayah Kukar.

Muhammad Taufik menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten ini sangat penting untuk memastikan informasi mengenai STDB dapat tersampaikan dengan baik hingga ke tingkat desa.

“Nah di dalam itu ya banyak aspek, antara lain ada aspek pendataan kebun, ada aspek kemitraan. Jadi itu bagian dari melaksanakan rencana aksi daerah. Yakni kewajiban dan tugas pendataan kebun rakyat kemudian dikeluarkan STDB,” ujarnya.

Selama kegiatan sosialisasi, para peserta diberikan penjelasan rinci mengenai prosedur dan persyaratan pengurusan STDB, manfaat yang diperoleh, serta sanksi bagi yang tidak memilikinya. Selain itu, terdapat sesi tanya jawab dimana petani dapat langsung berkonsultasi mengenai kendala dan pertanyaan seputar STDB.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak petani dan pelaku usaha perkebunan di Fatma dan sekitarnya yang memiliki STDB, sehingga usaha perkebunan mereka dapat berjalan lebih tertib dan produktif.

“Kita sudah mulai itu sejak tahun 2021-2023, jadi ini capainya sudah lumayan, sudah ini kita lakukan, terhadap 1,96 ribu STDB yang dikeluarkan seluas 5.767 hektare kebun sawit, baru titik beratnya ke kelapa sawit,” ungkapnya. (*sk-3/adv)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI