+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Menunggu Sheila On 7 Di Samarinda

SISIKOTA.COM – Setelah sempat ramai spekulasi soal kota mana yang akan diumumkan oleh manajemen Sheila On 7 (SO7) sebagai lokasi konser tunggalnya tahun ini, rasa penasaran para fans SO7 dan netizen Indonesia akhirnya terjawab juga.

Dikutip dari akun instagram @antara.suara, manajemen SO7 merilis 5 nama kota yang akan dijadikan lokasi dari rangkaian konser tur super band asal Yogyakarta tersebut.

“Ini dia kunci jawabannya, Sheila Gank! Jangan lupa sebarin kebahagiaannya pake hashtag #TungguAkuDi(NamaKotamu), ya!” demikian tulis akun @antara.suara di captionnya.

Konser SO7 boleh dibilang adalah konser band nasional yang paling ditunggu oleh pecinta musik tanah air di tahun ini. Sejak beberapa bulan lalu, SO7 memang telah memberi sinyal untuk menggelar konser tunggalnya di Indonesia, hanya saja baru sekarang informasi lokasi konser ini menjadi lebih terang.

Samarinda akan menjadi kota pertama yang akan disinggahi SO7. Konser di Samarinda menurut rencana akan dilaksanakan di Stadion Utama Palaran, Samarinda Seberang pada 27 Juli 2024.

Selanjutnya, kota Makassar dan Pekanbaru akan menjadi tujuan SO7 berikutnya, masing-masing pada tanggal 10 dan 31 Agustus 2024. Rangkaian konser ini akan berlangsung hingga bulan September mendatang dengan penampilan SO7 di kota Medan pada tanggal 14 September dan terakhir kota Bandung pada 28 September 2024.

Belum ada informasi lanjutan mengenai berapa kisaran harga tiket untuk konser ini. Akun @antara.suara menyebut, teknis penjualan tiket hanya akan dilakukan melalui website tungguakudi.com. Khusus untuk kota Samarinda sendiri, tiket akan mulai dijual secara online pada tanggal 27 April 2024 mendatang. (*sk-2)

 

 

Sumber: @antara.suara

Foto: @sheilaon7/www.sheilaon7.com

Status Jalan Muara Badak-Marangkayu Berubah, Dari Jalan Kabupaten Menjadi Jalan Provinsi

SISIKOTA.COM – Status Jalan Muara Badak-Marangkayu yang tadinya berada dibawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kini sudah berubah. Jalan tersebut kini telah berstatus jalan provinsi dibawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

Hal ini dijelaskan oleh Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti. Berdasarkan penjelasan Linda, jalan Muara Badak-Marangkayu resmi berpindah status menjadi jalan provinsi berdasarkan pertimbangan fungsi jalannya yang telah berubah.

Menurut Linda, seiring berjalannya waktu, jalan semakin berkembang, bahkan bisa menjadi jalan negara bila sudah menghubungkan dari provinsi satu ke provinsi lainnya.

“Simpang Lima (Muara) Badak ke jalan Bontang, kemudian Marangkayu tembus ke ujung, ke jalan nasional itu sudah masuk ke jalan provinsi. Muara Badak-Marangkayu jadi jalan provinsi itu dilihat dari fungsi menghubungkan provinsi,” jelas Linda.

Kini tugas terakhir Dinas PU Kukar hanya sampai penghujung tahun 2024 sebelum jalan Muara Badak-Marangkayu sepenuhnya dikelola provinsi. Tugas terakhir Dinas PU ialah menyelesaikan kontrak pekerjaan di jembatan Sambera sampai bulan Desember mendatang.

“Karena kita sudah menjalankan kontrak, jadi kita selesaikan. Kita mengganti lantai dan memperbaiki yang bawah, struktur bawah itu biar nggak korosi. Nanti baru dilanjut (perbaikan) sama provinsi,” sebutnya.

Selain itu, ia menambahkan, pihaknya juga sudah mengusulkan jalan dari desa Jongkang yang menghubungkan Loa Kulu Kutai Kartanegara dan Karang Paci di Samarinda agar diubah juga statusnya menjadi jalan provinsi. Namun, usulan ini masih enggan diterima oleh Pemprov kaltim dikarenakan masih banyaknya pekerjaan yang belum tuntas di jalur antara Jongkang-Karang paci.

Menilik fungsi dan posisinya, jalan desa Jongkang-Karang paci idealnya memang harus diserahkan agar bisa berubah status menjadi kewenangan Pemprov.

“Tapi provinsi tidak mau karena kondisi jalannya mungkin masih banyak yang rusak berat,” pungkasnya. (*sk-3/adv)

Berlebaran Di Rumah Ulin Arya, Ada Pesta Rakyat Nusantara

SISIKOTA.COM – Rumah Ulin Arya menawarkan event seru bagi para pengunjung yang memilih berlebaran di tempat wisata. Tanggal 11-14 April 2024 nanti, tempat wisata bertema edutourism ini berencana menggelar event bertajuk Pesta Rakyat Nusantara.

Beragam acara rencananya akan dihadirkan pada Pesta Rakyat Nusantara untuk menambah kemeriahan suasana lebaran bersama para wisatawan yang datang berkunjung. Acara-acara tersebut antara lain penampilan tari-tarian tradisional seperti tari Saman (Aceh), tari Kecak (Bali) dan tari Hudoq (Dayak). Selain itu, akan ada pula atraksi menyumpit khas suku Dayak, permainan tradisional serta parade makanan dan jajanan tradisional dari beberapa daerah di nusantara.

Rumah Ulin Arya melibatkan beberapa komunitas seni dan budaya untuk memeriahkan Pesta Rakyat Nusantara ini, yaitu Sanggar Seni Apo Lagaan, Peradah Kerta Buana, Borneo Etnika, Borneo Cantata dan Jef Dayak.

 

Sumber: @rumahulin.arya

Wakili Pemkab Kukar, Ahyani Ikuti Kick Off GNPIP Kaltim

SISIKOTA.COM – Mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara, Asisten II Sekretariat Kabupaten, Ahyani Fadianur Diani mengikuti Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Kalimantan Timur di Samarinda.

Agenda nasional tersebut berlangsung di Pendopo Odah Etam, Kota Samarinda pada Rabu (27/3/2024). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, yang ditandai dengan pemukulan kentongan bersama stakeholder terkait.

GNPIP 2024 sendiri merupakan komitmen bersama antara Bank Indonesia (BI), Deputi Menteri Ekonomi, pemerintah daerah dan seluruh stakholder yang peduli terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ahyani menyampaikan, Pemkab Kukar sangat menyambut baik Kick Off GNPIP Kaltim Tahun 2024. Menurutnya, agenda tersebut dinilai positif karena sejalan dengan tujuan awal pemerintah untuk menekan inflasi dari semua sektor.

Komitmen itu dibuktikan dengan penandatanganan kerja sama sejumlah pihak dengan pemerintah di tingkat daerah. MoU yang dijalin bakal memberikan dampak positif terhadap pasokan pangan di kabupaten/kota, khususnya Kukar.

MoU dilaksanakan sesuai arahan Menteri Koordintator Bidang Perekonomian, yang isinya pemerintah daerah diminta untuk menjalin sinergisitas membangun rantai pasokan. Mulai dari distributor, agen, Bulog, retail modern hingga mitra penyuplai pasokan.

“GNPIP ini sangat positif, sehingga pasokan pangan, termasuk beras semakin memadai, supaya pengendalian inflasi daerah pun terkendali dengan baik,” katanya.

Serius dengan dukungannya untuk menurunkan inflasi, Pemkab Kukar pun sudah mengikuti koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota se-Kaltim.

Di dalamnya merumuskan langkah-langkah mengatasi inflasi daerah, termasuk upaya yang dilakukan Pemkab Kukar dengan menggelar Operasi Pasar Murah dalam rangka Gerakan Pangan Murah di parkiran Taman Eks Kawasan Tanjung.

“Secara keseluruhan banyak kegiatan yang telah dilakukan pemkab Kukar untuk penanganan inflasi daerah, apalagi sudah ditandatangani MoU antar daerah,“ ujarnya.

Ahyani melanjutkan, “Tentunya Kukar juga berharap, jika ada kekurangan pasokan kebutuhan pokok seperti bawang, cabai, beras dan kebutuhan lainnya, bisa menjalin kerja sama dengan daerah lainnya.” (*sk-3/adv)

“Hanya Pemkab Kukar Yang Bisa Mengadakan Event Skala Nasional Di Kampung”

Setidaknya, begitulah pendapat Agus Sunarto, salah seorang pengunjung Pesta Laut Pesisir Nusantara 2024 di kecamatan Samboja. Event tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bekerjasama dengan Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) kecamatan Samboja ini berlangsung meriah pada Minggu malam, (03/03/2024) kemarin.

 

SISIKOTA.COM – Pendapat Agus Sunarto bisa jadi ada benarnya. Sebagai warga yang tinggal di daerah yang cukup terpencil, ia merasa bersyukur bisa menikmati suguhan hiburan semacam ini. “Tentu sebagai masyarakat daerah kami bersyukur ada kegiatan seperti ini, karena kapan lagi bisa lihat artis, dan acaranya gratis” ucapnya.

 

Pandangan yang hampir senada juga diucapkan oleh warga lainnya. Samsudin, seorang warga lokal yang datang bersama anak dan istrinya juga merasakan hal yang sama. Tidak hanya terhibur, ia juga bisa sambil mengajak anak dan istrinya untuk menikmati jajanan di sekitar lokasi festival. “Senang bisa bawa anak istri kesini, jajan sambil nonton konser” kata Samsudin.

 

Pesta Laut Pesisir Nusantara 2024 digelar sejak tanggal 2 Maret 2024 lalu. Sejumlah nama populer di dunia hiburan maupun jagad media sosial dihadirkan untuk menghibur masyarakat, diantaranya Guyon Waton, DJ Pehol, Kiki Bintang Pantura, Platina Band, Saus Kacang Band, Satellite MCB, JAS serta Ambo Nay-Hj. Rembulang.

 

Event yang dilaksanakan menyertai ritual Melarung yang merupakan tradisi masyarakat pesisir Samboja Kutai Kartanegara ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kutai Kartanegara. Kecamatan Samboja sendiri merupakan salah satu kecamatan di kawasan pesisir Kukar yang sebagian besar di huni oleh penduduk keturunan Sulawesi dan Jawa. Menjadi nelayan merupakan mata pencaharian utama masyarakat kawasan ini, selain bertani dan berkebun.

 

Pemkab Kukar berharap event semacam ini dapat memberi efek ekonomi yang signifikan bagi para pelaku usaha, utamanya pegadang dan kalangan UMKM lokal, mengingat skala pengunjung yang datang ke acara ini bukan hanya berasal dari Samboja tetapi juga berasal dari kecamatan dan kota terdekat lainnya seperti Samarinda dan Balikpapan.

 

Wakil Bupati kukar, Rendi Solihin yang turut hadir pada puncak kegiatan tersebut kembali menegaskan dukungan pemerintahannya untuk pengembangan usaha masyarakat. “Saya minta tolong lariskan dagangannya, ini untuk mendukung UMKM agar ekonomi kerakyatan kita terus berkelanjutan” ujarnya. Malam itu, Rendi memberikan jaket yang dikenakannya kepada salah satu pengunjung sebagai hadiah khusus.

 

Ia juga mengatakan, bahwa event semacam ini akan terus berkelanjutan sepanjang tahun 2024, menyentuh kecamatan-kecamatan lainnya di Kukar. Pasangan Bupati-Wakil Bupati Edy Damansyah dan Rendi Solihin memang memiliki program yang disebut dengan Kukar Kaya Festival, sebuah program pemberdayaan ekonomi kreatif melalui gelaran event-event seni dan budaya yang menarget komunitas dan para pelaku usaha kreatif di pelosok kecamatan.

 

Pesta Laut Pesisir Nusantara 2024 ini dijadwalkan tetap akan memberikan kesempatan para pelaku usaha untuk menawarkan produknya hingga tanggal 6 Maret 2024 mendatang.(*sk-2/adv)

 

 

 

 

Malam Sabtu Ini, Ngobrolin IT Di Tenggarong Bersama Komunitas Tekno Squad

Sejalan dengan perkembangan kekinian, kebutuhan publik terhadap kemudahan di sektor IT terus bertumbuh cepat. Aplikasi, yang menjadi salah satu sub sektor dalam isu ekonomi kreatif menjadi salah satu yang dianggap punya prospek cuan yang cerah.

 

SISIKOTA.COM: Sub sektor Aplikasi yang merupakan bagian dari aktivitas kreatif dalam bidang Information Technology (IT) belakangan makin mendapat ruang yang luas di masyarakat. Perubahan budaya hidup masyarakat modern yang secara sosial menuntut ketepatan dan dan kecepatan akibat tren digitalisasi menggeser sektor ini menjadi bukan lagi sekedar sektor yang bersifat aksesorial namun telah menjadi sektor kebutuhan. Kebutuhan orang terhadap kemudahan teknologi kini hampir sama posisinya dengan kebutuhan orang terhadap pakaian.

 

Menurut Muhammad Arsad, Ketua Komunitas IT, Tekno Squad Kutai Kartanegara, kebutuhan tersebut saat ini bahkan tidak hanya muncul dari masyarakat secara umum tetapi juga dari kalangan dunia usaha dan penyelenggara pemerintahan. “Kesadaran stake holder di level pimpinan perusahaan maupun pemerintahan sudah sedemikian besar akan perlunya merespon perkembangan dunia digital untuk keperluan penyelenggaraan urusan mereka” terang Arsad.

 

Dalam acara ngopi santai di kantor sisikota.com kemarin sore, Arsad banyak bercerita soal bagaimana respon beberapa pejabat yang ia temui di Kukar serta besarnya animo kalangan muda dalam bidang IT khususnya untuk aplication and game develover atau perancangan aplikasi dan game.

 

“Kami dapat respon baik dari Pak Sekda Kukar soal ini, beliau minta carikan waktu untuk ngopi sambil ngobrol secara khusus, terlepas apakah itu hanya respon basa-basi atau serius, tapi paling tidak dari pemerintah sudah punya framework yang benar, berpikir untuk memulai kolaborasi bersama antara komunitas dan pemerintah di bidang pengembangan sistem IT” kata Arsad.

 

Bagi Arsad, serius atau tidaknya pihak lain, para penggiat dan komunitas IT harus tetap memiliki kesiapan terlebih dahulu terutama terkait gagasan dan konsep-konsep produk mereka di bidang IT, terutama pada sub sektor pengembangan aplikasi, sehingga nantinya pada saatnya dibutuhkan kolaborasi, konsep-konsep tersebut sudah siap untuk dikerjakan bersama dengan pihak manapun.

 

Komunitas Tekno Squad berencana menggelar sebuah acara talkshow dan diskusi IT di Tenggarong. Arsad mengatakan, komunitasnya menggandeng juga beberapa pihak lain yang sudah memiliki basis massa komunitas lebih luas seperti Kukar Kreatif, Gerakan Literasi Kutai (GLK) dan Wonsapp, perusahaan IT yang kini ia pimpin. Sisikota.com juga merupakan media yang turut mensupport kegiatan ini sebagai media partner resmi.

 

Acara yang akan digelar pada Jumat malam, tanggal 1 Maret 2024 mendatang ini mengusung tema “Sudut Pandang Pelaku IT Dalam Menyongsong IKN”. Tekno Squad akan menghadirkan Muhammad Rizky Hajar, Praktisi IT asal kota Samarinda. Rizky Hajar merupakan founder sekaligus CEO dari PT. Deka Teknologi Indonesia, sebuah perusahaan developer IT Kalimantan Timur yang saat ini banyak dipercaya menangani berbagai kebutuhan aplikasi IT di beberapa perusahaan dan kantor pemerintahan. Salah satu proyek IT paling terkenal yang pernah ditangani perusahaan ini adalah keterlibatan mereka dalam program smart city kota Samarinda yang kemudian melahirkan gagasan untuk membuat aplikasi bernama SANTER atau Samarinda Terintegrasi.

 

SANTER merupakan bagian dari proyek perwujudan visi misi Samarinda Kota Peradaban yang diusung Walikota Andi Harun. Aplikasi ini bertujuan memaksimalkan pelayanan publik di kota Samarinda dengan cara memusatkan aplikasi pendukung kedalam satu platform sehingga menjadi super-app. Dengan aplikasi ini diharapkan pemerintah Samarinda bisa lebih cepat merespon dan memberikan solusi dari setiap permasalahan yang dialami warganya.

 

Arsad meyakini, komunitas IT di Kukar juga sudah memiliki skill dan kemampuan serupa dengan komunitas Samarinda atau kota-kota lainnya di Indonesia. Itulah sebabnya, ia sangat bersemangat untuk membukakan ruang kolaborasi lebih luas. Setidaknya menurut Arsad, kegiatan diskusi dan talkshow semacam ini bisa mempertemukan berbagai gagasan baru dan peluang kerjasama antar komunitas IT untuk pengembangan masing-masing keahliannya.

 

Acara Talkshow IT ini terbuka untuk kalangan umum. Digelar di Markas Kukar Kreatif mulai jam 7 malam sampai selesai. Bagi yang ingin bergabung, dapat menaftar secara online melalui link   **(Tim Redaksi)

Menyusuri Kota Samarinda 40 Tahun Lalu Lewat Isi Kepala Syafruddin Pernyata

SISIKOTA.COM: Samarinda hari ini tentulah Samarinda yang sesak. Jalanan menyempit karena pertambahan kendaraan yang tak terkendali, macet yang menguji kesabaran, panas dengan kombinasi debu, banjir mengantarkan lumpur ke teras-teras rumah dan kelap-kelip lampu tempat hiburan malam yang memantul di kaca jendela-jendela hotel berbintang. Samarinda kini adalah Samarinda yang telah menggeser dirinya dari kampung besar menjadi kota besar.

 

Mereka yang hari ini masih duduk di bangku SMU atau pasangan muda yang baru selesai honeymoon segera akan menemukan semua realitas itu begitu bangun pagi dan keluar rumah. Paduan beban masalah ekonomi keluarga dan beban pekerjaan plus traffic stress syndrome karena kemacetan lalu lintas akhirnya bermuara pada kecemasan dan prilaku mudah marah.

 

Tetapi bagaimanakah realitas Samarinda pada 40 atau 50 tahun yang lalu? apakah banjir sudah ada di Samarinda pada tahun 60an? apakah pasar pagi sudah jadi biang kemacetan di tahun 80an? ingatan Syafruddin Pernyata mungkin boleh kita jadikan rujukan untuk melacak ulang semua itu.

 

Kamis, (11/01) lalu, budayawan Kaltim tersebut meluncurkan buku terbarunya. Judulnya, Kisah-Kisah Samarinda Tempo Dulu. Sampul bukunya menarik, menampilkan potongan-potongan gambar dengan desain grafis bergaya modern. Walikota Samarinda, Andi Harun beserta Wakil Walikota Rusmadi Wongso hadir langsung dalam acara peluncuran buku yang diselenggarakan di balaikota Samarinda tersebut. Sejumlah tokoh populer asal Samarinda seperti Hadi Mulyadi dan Encik Widyani Sjaraddin turut pula hadir.

 

“Buku ini adalah rekaman subyektif atas apa yang saya lihat, saya dengar dan rasa tentang Samarinda tempo dulu tahun 60an hingga penghujung 2000” kata Syafruddin Pernyata, sebagaimana dikutip dari laman instagram resminya, @syafruddin_pernyata.

 

Salah satu yang pernah dirasakan sendiri oleh budayawan kelahiran Loa Tebu, Kutai Kartanegara ini adalah soal banjir. Pada suatu obrolan malam yang santai di rumahnya beberapa bulan lalu, jauh sebelum buku ini terbit, ia pernah membocorkan sedikit isinya kepada saya.

 

“Jalan Pemuda itu sejak dulu memang sudah langganan banjir, sejak aku masih sekolah. Kawasan itu dekat dengan sungai pinang dalam, dan memang ada sungai dulu disitu, sebelum padat dengan rumah seperti sekarang, itu bukan sekedar nama kawasan” paparnya dengan gaya khas; senyum lebar dengan sorot mata yang menyala serta sebatang rokok yang menyala di sela jarinya.

 

Cover Buku Kisah-Kisah Samarinda Tempo Dulu Karya Syafruddin Pernyata (sumber: instagram @syafruddin_pernyata)

 

Buku berisi 30 bab ini juga memuat ingatan Syafruddin tentang tambangan, moda transportasi sungai berupa kapal kayu mirip gondola beratap yang menjadi andalan warga kalau mau menyeberangi sungai mahakam sebelum ada jembatan. Hingga kini, beberapa kapal tambangan ini masih beroperasi di sekitaran tepian pasar pagi. Ada pula kisah tentang pergaulannya dengan toko buku Aziz, toko buku legendaris di Samarinda.

 

Seperti kata penulisnya, buku ini bukan buku sejarah. Tidak cukup syaratnya untuk disebut sebagai buku sejarah. Buku ini lebih pas disebut sebagai capture momen kebudayaan orang Samarinda pada masa-masa tertentu yang cukup penting diabadikan dan bukan mustahil pada saatnya kelak dapat dijadikan referensi dalam penelusuran sejarah perjalanan kota Samarinda**

 

Penulis: Dedi Nala Arung

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI