+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Jokowi Menang Tipis, Mega, Kalla dan Surya Paloh Keok Di TPSnya Sendiri

SISIKOTA.COM: Pilpres 2024 memang bukan sekedar pertarungan antar “jagoan” tetapi juga menjadi pertarungan pengaruh antar tokoh-tokoh politik yang berada di barisan pengusung maupun pendukung mereka.

 

Sebagaimana telah diketahui, ketiga Capres-Cawapres yang bertarung pada Pilpres 2024 ini masing-masing memiliki backing tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh. Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar misalnya, didukung oleh Surya Paloh dan Jusuf Kalla. Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bukan rahasia lagi, keduanya didukung secara terang-terangan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo Presiden RI saat ini. Demikian pula halnya dengan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang didukung oleh Megawati Soekarno Putri.

 

Yang menarik juga untuk diketahui adalah bagaimana hasil perolehan suara masing-masing pasangan Capres-Cawapres ini di TPSnya, termasuk bagaimana hasil perolehan suara mereka di TPS masing-masing penyokongnya.

 

Dikutip dari katakabar.com, keenam tokoh yang bertarung sebagai Capres-Cawapres RI ini terlihat unggul di masing-masing TPS tempat mereka mencoblos.

 

Anies Baswedan yang mencoblos di TPS 60 Lebak Bulus unggul dengan perolehan 140 suara dibanding Prabowo yang memperoleh 35 suara dan Ganjar yang memperoleh 19 suara. Demikian pula halnya dengan Muhaimin Iskandar yang mencoblos di TPS 23 Kemang. Ia unggul dengan perolehan 132 suara dibanding Gibran yang memperoleh 64 suara dan Mahfud dengan 20 suara.

 

Prabowo Subianto yang memberikan suaranya di TPS 33 Hambalang terlihat unggul telak dengan 236 suara, sementara Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo masing-masing hanya memperoleh 11 dan 2 suara. Keunggulan yang sama juga didapatkan oleh Gibran yang mencoblos di TPS 34 Solo. Ia memperoleh 110 suara, berjarak cukup jauh dengan Mahfud MD yang hanya memperoleh 34 suara dan Cak Imin dengan 6 suara.

 

Jagoan PDIP yaitu Ganjar Pranowo juga meraih kemenangan di TPSnya sendiri. Ganjar mencoblos di TPS 11 Semarang. Ia unggul dengan perolehan 172 suara, sementara Prabowo mendapat 76 suara dan Anies 19 suara. Mahfud MD yang mencoblos di TPS 106 Yogyakarta juga unggul dengan perolehan 127 suara dibanding Cak Imin dengan 59 suara dan Gibran dengan 70 suara.

 

Bagaimana dengan tokoh-tokoh pendukung mereka?. Berdasarkan data yang bisa dilansir dari laman Republika Online, di TPS 008 Grogol Utara tempat Surya Paloh mencoblos, suara pasangan AMIN justru anjlok. di TPS ini pasangan Prabowo-Gibran menjadi jawara dengan 90 suara, disusul pasangan Ganjar-Mahfud dengan 76 suara. Pasangan AMIN sendiri hanya mampu mengkoleksi 61 suara. Di TPS 03 Pangudi Luhur tempat Jusuf Kalla mencoblos, pasangan AMIN juga mengalami kekalahan dengan perolehan hanya 62 suara. Di TPS ini pasangan Ganjar-Mahfud unggul dengan angka tipis yaitu 82 suara dibanding pasangan Prabowo-Gibran dengan 80 suara.

 

Dilansir dari kontan.co.id, TPS 10 Gambir lokasi dimana Joko Widodo mencoblos dilaporkan, pasangan Prabowo-Gibran unggul tipis dengan 37 suara, sementara pasangan AMIN mendapat 29 suara dan pasangan Ganjar-Mahfud memperoleh 20 suara. Laman cnnindonesia.com merilis pasangan Prabowo-Gibran juga menang di TPS 16 Ploso Pacitan, lokasi mantan Presiden SBY mencoblos. di TPS ini Prabowo-Gibran unggul dengan 176 suara, sementara pasangan AMIN dan Ganjar-Mahfud masing-masing hanya memperoleh 36 dan 11 suara.

 

Masih dari ccnindonesia.com, di TPS 53 Kebagusan Jakarta pasangan Ganjar-Mahfud juga mengalami kekalahan padahal TPS 53 merupakan lokasi dimana Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri mencoblos. Di TPS ini, jagoan PDIP hanya memperoleh 67 suara, selisih sedikit dengan pasangan Prabowo-Gibran yang mendapat 76 suara. Sementara pasangan AMIN menjadi pemenang dengan perolehan 113 suara**(Tim Redaksi)

Mengintip Nama-Nama Jenderal Pendukung Anies, Ganjar Dan Prabowo

SISIKOTA.COM: Pertarungan di ajang Pilpres 2024 bukan saja soal persaingan popularitas atau adu taktik dari tiga tim pemenangan Bakal Calon Presiden (Bacapres) tetapi juga melibatkan jaringan sosial politik diluar tim resmi Bacapres. Jaringan militer dan keamanan adalah salah satu elemen yang punya peranan penting.

 

Makin dekat hari pemilihan presiden RI periode 2024-2029, makin terlihat menyempit aja peta dukungan jaringan militer terhadap para Bacapres. Ini bikin pertarungan Pilpres kali ini jadi makin seru sih. Sejumlah jenderal purnawirawan dari institusi TNI maupun Polri yang dipercaya masih memiliki pengaruh cukup kuat di institusinya mulai secara terang-terangan menyatakan dukungannya. Beberapa diantaranya bahkan membentuk tim khusus guna menegaskan dukungan mereka.

 

Dari ketiga nama Bacapres yang telah resmi mendaftar, hanya Prabowo Subianto yang memiliki latar belakang militer. Prabowo adalah mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) di era kepemimpinan Presiden Soeharto meski terhitung hanya menjabat selama kurang lebih 2 bulan. Sebelumnya, Prabowo merupakan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopasus).

 

Berdasarkan data dari katadata.co.id, Dari jajaran partai koalisinya, terdapat nama Jenderal TNI (Purn) Wiranto dan Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono yang berada dibelakang Prabowo. Nama Jenderal TNI (Purn) Subagyo hadi Siswoyo, Jenderal TNI (Purn) Arri Sujono, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Brigjen TNI (Purn) Surya Darma dan Komjen TNI (Purn) M. Iriawan juga masuk dalam barisan pendukung Prabowo. Selain nama-nama tersebut, terdapat juga beberapa nama mantan petinggi Polri yang mendukung Prabowo seperti Komjen Pol (Purn) Ari Dono Sukmono dan Komjen Pol (Purn) Condro Kirono. Prabowo juga mendapat dukungan dari Marsma TNI (Purn) Zapanta Boes dan Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, mantan Kepala Staf TNI AU era pemerintahan Presiden SBY.

 

Sementara itu dari kubu Anies Baswedan, muncul juga sejumlah nama beken mantan petinggi militer yang sudah secara terbuka menyatakan dukungannya. Yang paling beken mungkin adalah Letjen TNI (Purn) Sutiyoso atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bang Yos. Bang Yos adalah mantan Gubernur DKI Jakarta dua periode, sejak tahun 1997 hingga 2007. Selain Bang Yos, terdapat juga beberapa nama lain dari kalangan TNI seperti Letjen TNI (Purn) Fachrul Razi, Mayjend TNI (Purn) Soenarko, Mayjen TNI (Purn) Syaiful Rizal, Mayjen TNI (Purn) Hartomo, Mayjen TNI (Purn) Gadang, Marsda TNI (Purn) Muhammad Syauqi Alaydrus, Marsda TNI (Purn) Iman Sudrajat dan Laksma TNI (Purn) Hendri Suprianto. Terdapat juga nama mantan petinggi Polri yaitu Irjen Pol (Purn) Anas Yusuf.

 

Nama-nama jenderal pendukung Ganjar Pranowo juga tak kalah mentereng. setidaknya ada empat nama mantan petinggi Polri yang bertengger di jajaran supporter Ganjar yaitu Jenderal Pol (Purn) Da’i Bachtiar, Jenderal Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri, Jenderal Pol (Purn) Suroyo Bimantoro dan Komjen Pol (Purn) Gatot Eddy Pramono. Dukungan ini nampak makin mentereng kalau melihat daftar nama-nama purnawirawan TNI seperti nama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andhika Perkasa, Letjen TNI (Purn) Joni Supriyanto dan Letjen TNI (Purn) Ganip Warsito termasuk nama-nama petinggi garda Laut dan Udara TNI seperti Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh, Marsekal TNI (Purn) Agus Supriyatna dan Laksdya TNI (Purn) Agus Setiaji.

 

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin, sebagaimana dilansir dari news.detik.com, para purnawirawan memiliki kekuatan politik tersendiri. Selain ketokohannya, mereka memiliki jaringan di daerah-daerah tempat berdinas. Selain itu, mereka dinilai menguasai segala aspek informasi tentang daerah tempat dinasnya dahulu. Informasi dan jaringan itu sangat berguna untuk memetakan kebutuhan paslon yang didukung***(Tim Redaksi)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI