+ BAHASA INDONESIA

+ BAHASA INDONESIA

Peringati Hardiknas 2024, Perwakilan Guru Dan Siswa 20 Kecamatan Lakukan Senam Bersama di Tenggarong

SISIKOTA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar senam bersama dalam rangka hari pendidikan nasional (Hardiknas) bertempat di Lapangan Stadion Rondong Demang, Sabtu (4/5/2024).

Uniknya, senam ini juga dihadiri oleh perwakilan guru-guru dan siswa dari seluruh kecamatan yang ada dalam wilayah Kabupaten Kukar.

“(Saat) Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei, saya dan bapak bupati di Jakarta menghadiri (acara) penghargaan revitalisasi bahasa, sehingga kami ramaikan di hari ini dengan senam bersama,” ujar Thauhid Afrilian Noor, Kepala Disdikbud Kukar sambi, menyatakan perasaan senangnya melihat antusiasme para siswa dan pendidik merayakan peringatan Hardiknas di Kukar.

Dijelaskan Thauhid, senam bersama tersebut merupakan satu dari banyak rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh dinasnya pada Hardiknas tahun ini. Sebelum ini, Disdikbud Kukar juga menggelar beberapa kegiatan lomba seperti lomba rangking satu, gerak jalan, menggambar dan lainnya.

Seluruh kegiatan tersebut juga diikuti oleh peserta didik dan guru-guru seluruh kecamatan, termasuk pula organisasi guru seperti PGRI. Rangkaian ini kata dia, sebagai pemicu semangat dalam meningkatkan kapasitas pendidikan di Kutai Kartanegara.

Menurut Thauhid, salah satu lomba yang menarik perhatian para guru adalah google site. Disdikbud Kukar terlebih dahulu mendatangkan mentor bersertifikasi dari google untuk membimbing para peserta sebelum memulai lomba ini. Lomba ini sendiri bertujuan untuk mengembangkan kompetensi digital para pendidik sebagai penunjang tugas mereka melatih kecakapan dalam penggunaan google site.

Terkait dengan agenda Disdikbud Kukar lainnya dalam merayakan peringatan Hardiknas tahun ini, Thauhid menambahkan bahwa kegiatan senam bersama belum merupakan puncak dari rangkaian agendanya.

“Jadi kegiatan senam ini belum puncak, nanti akan disusul dengan launching roadmap dan tabligh akbar pendidikan, kita juga akan mengundang ustad adi hidayat, masih koordinasi untuk waktu,” jelas Thauhid kepada sisikota. (*sk-4/adv)

Lokasi CFD Diusulkan Pindah ke Kawasan Budaya Kedaton Kutai Kartanegara

SISIKOTA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara berencana mengusulkan perpindahan lokasi kegiatan Car Free Day (CFD) ke kawasan budaya Tenggarong.

CFD yang biasanya diselenggarakan pada hari minggu pagi selama ini dilaksanakan kawasan Timbau, tepatnya di jalan KH Ahmad Mukhsin. Kawasan berpenduduk padat tersebut biasanya ditutup satu arah sejak pukul 6 pagi hingga pukul 10 pagi khusus untuk kendaraan bermotor. Warga yang bepergian dengan kendaraan bermotor pada jam-jam tersebut terpaksa harus mengalihkan kendaraannya melewati jalan lain.

Kepala Disdikbud Kutai Kartanegara (Kukar), Thauhid Afrilian Noor mengatakan, pemindahan lokasi tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan keamanan bagi warga serta menyesuaikan dengan perkembangan infrastruktur saat ini di Tenggarong.

Dijelaskannya pula, usulan pemindahan tersebut juga dilatarbelakangi oleh pertimbangan terkait lalu lintas dan mobilitas kendaraan di sekitar lokasi lama, yang dinilai semakin padat dan tidak lagi mendukung untuk kegiatan CFD yang aman dan nyaman.

“Supaya tidak mengganggu jalan besar, nanti kita akan pindah ke kawasan budaya, sekaligus juga memperkenalkan Kedaton, Museum dan lain-lain,” paparnya.

Kawasan budaya yang dimaksud oleh Thauhid adalah area di sekitar pendopo Bupati Kukar, Monumen Pancasila, Kedaton Kutai Kartanegara hingga jalan samping Museum Mulawarman Tenggarong. Kawasan tersebut sebelumnya memang telah ditetapkan sebagai kawasan budaya berdasarkan persetujuan Bupati dan Sultan Kutai Kartanegara.

Hal lain yang juga menjadi pertimbangan difungsikannya kawasan budaya menjadi lokasi CFD yang baru adalah untuk lebih mengenalkan kawasan tersebut kepada masyarakat sekaligus diharapkan menjadi ikon baru bagi siapapun yang berkunjung ke Tenggarong atau obyek wisata budaya seperti Museum dan Kedaton.

Terkait kapan rencana ini akan mulai direalisasikan, Thauhid mengatakan masih akan mendiskusikannya dengan Bupati dan pihak Kesultanan Kutai.

“Terkait kapan rencana pasti akan dipindahkannya masih kita diskusikan dengan Pak Bupati dan Sultan,” jelasnya.

Diskusi dengan pihak Kesultanan itu, menurut Thauhid juga akan menyangkut kegiatan budaya apa saja yang mungkin bisa dilakukan oleh pihak Kesultanan saat pelaksanaan CFD.

“Kedaton nanti mungkin akan menyiapkan apa-apa saja, mungkin akhir pekan itu diisi dengan kegiatan-kegiatan budaya yang bisa diperlihatkan kepada masyarakat,” tutup Thauhid. (*sk-3-adv)

Mengaji Al-Qur’an Bakal Dijadikan Pembudayaan Bagi Sekolah-Sekolah

SISIKOTA.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Thauhid Aprilian Noor menyatakan perasaan senangnya atas terselenggaranya kegiatan Gerakan Etam Mengaji Al-Qur’an (GEMA) Idaman. Apalagi tahun ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di area Kedaton Kutai Kartanegara yang telah secara resmi ditetapkan oleh Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai salah satu kawasan budaya.

“Perlu kita ketahui bahwa (area) ini sudah ditetapkan sebagai kawasan budaya. Harapannya karena ini dilaksanakan di kawasan budaya, jadi mengaji itu adalah bagian budaya,” ujarnya usai mengikuti program GEMA Idaman bersama Bupati dan Sultan Kutai Kartanegara, Senin (1/4/2024) Kemarin.

Menurut Thauhid yang juga merupakan Petinggi Pore (semacam ketua umum) paguyuban budaya suku Kutai, Sempekat Keroan Kutai ini, keberhasilan GEMA Idaman merupakan hasil kolaborasi yang solid dari berbagai elemen, termasuk dukungan masyarakat yang penuh antusiasme. Kegiatan yang merupakan inisiatif Pemkab Kukar melalui dinasnya ini, lanjut Thauhid, merupakan yang ketiga kali dilaksanakan.

Sebelumnya, GEMA Idaman selalu dilaksanakan di kawasan wisata Taman Kota Raja, namun pada pelaksanaan tahun ketiga ini diubah lokasinya di halaman Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang kini menjadi kawasan budaya, bersama dengan kawasan Museum Mulawarman, Pasar Seni dan Taman Titik Nol Martadipura.

Ditambahkannya juga, bahwa GEMA Idaman merupakan salah satu program Bupati Edi Damansyah sebagai bagian dari misi menunjukkan sumber daya manusia Kukar yang berakhlak mulia, unggul dan berbudaya.

“Jadi kegiatan hari ini adalah triggernya supaya ini tetap menjadi sebuah program unggulan kita. Kita harapkan semuanya bisa menjadikan mengaji Alquran sebagai budaya kita,” harapnya.

Secara berkelanjutan, Disdikbud Kukar akan memprioritaskan progtam GEMA Idaman untuk para pelajar dengan harapan agar bisa menjadi sebuah kebiasaan yang membudaya di sekolah-sekolah. bahwa kegiatan tersebut akan tetap diprioritaskan untuk para pelajar dengan harapan agar bisa menjadi sebuah kebiasaan dan membudaya di sekolah-sekolah. (*sk-3/adv)

Sempekat Keroan Kutai Bagikan “Jenderal Mabok” Di Tenggarong

SISIKOTA.COM – Bulan suci ramadhan di kota Tenggarong tahun ini menjadi makin meriah dengan berbagai kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh Sempekat Keroan Kutai (SKK).

Organisasi permusyawaratan warga suku Kutai ini melaksanakan beberapa kegiatan bertema sosial dan keagamaan Kutai yang melibatkan berbagai kalangan dan kelompok masyarakat. Disebut dengan kegiatan sosial keagamaan Kutai karena kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan kegiatan berlandaskan nilai sosial dan agama dengan dikaitkan dengan tradisi dan budaya Kutai.

“Supaya suasana bulan puasa di Kukar makin meriah dan budaya Kutai juga semakin membumi ke semua kalangan” ujar Thauhid Afrilian Noor, Petinggi Pore SKK kepada sisikota.

Sejumlah kegiatan telah dan masih akan dilakukan sampai dengan akhir ramadhan nanti oleh SKK. Beberapa kegiatan yang tengah dipersiapkan antara lain berupa perlombaan dan kegiatan sosial ke masyarakat.

Adapun perlombaan yang akan dilaksanakan adalah lomba takbiran, lomba baca tarsul islami, lomba cipta lagu kutai islami, lomba konten video buka puasa dan makan sahur keluarga serta beberapa lagi lomba lainnya.

Sementara itu kegiatan sosial yang akan dilakukan antara lain kunjungan silaturahmi ke tokoh-tokoh masyarakat Kutai yang telah dianggap sepuh, kunjungan ke panti asuhan dan pondok pesantren di wilayah Tenggarong serta pembagian takjil atau bukaan (bahasa Kutai).

Yang unik, SKK memiliki tematika khusus untuk kegiatan pembagian bukaan tersebut. sebagian besar jenis kue yang dipilih untuk dibagikan adalah kue Jendral Mabok, Putri Selat dan Amparak Tetak.

“Iya, itu sengaja begitu, kan namanya bagus-bagus itu, biar nama-nama kue khas Kutai itu lebih dikenal secara luas oleh masyarakat umum” imbuh Thauhid.

Kue-kue tersebut dibagikan bersama dengan makanan lainnya oleh para pengurus SKK pada setiap hari Jumat sore di empat titik di dalam kota Tenggarong, masing-masing di depan Sekretariat SKK jalan Patin, di pertigaan Kampus Unikarta jalan Gunung Kombeng, di bundaran Jembatan Bongkok dan di simpangan Jembatan Besi. (*sk-2)

Resmi Dilantik Sultan, Sempekat Keroan Kutai Siap Menjadi Penjaga Budaya Orang Kutai

SISIKOTA.COM: Tak hanya meresmikan kepengurusan, Sultan Kutai kartanegara Ing Martadipura ke XXI, H. Adji Muhammad Arifin juga meminta seluruh pengurus mengangkat sumpah untuk secara jujur, tegas dan adil menjalankan amanat budaya sebagai orang Kutai.

 

Dalam kutipan teks sumpah yang dibacakan oleh Sultan Adji Muhammad Arifin, terdapat kalimat yang menjadi filosofi kehidupan orang Kutai yaitu “tidak melihat hal yang bukan merupakan hak, tidak mengambil hal yang bukan merupakan hak…”. Kalimat ini terasa dalam maknanya. Seakan menggambarkan keseluruhan tata hidup masyarakat asli Kutai yang selama ini memang dikenal sangat kuat menjaga kerukunan dan silaturahmi untuk kepentingan kedamaian didaerahnya.

 

“Orang Kutai itu lebih memilih hidup tenang walaupun seadanya daripada hidup bergelimang kemewahan tapi melahirkan ketidaktentraman dilingkungan tempatnya berdiam” ujar Dedi Nala Arung, seniman yang juga penulis budaya Kutai Kartanegara.

 

Sabtu (10/02) lalu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke XXI, H. Adji Muhammad Arifin resmi melantik pengurus baru Sempekat Keroan Kutai (SK2) Kutai Kartanegara. Sejumlah tokoh dari berbagai kalangan dan latar belakang masuk dalam kepengurusan SK2 kali ini. Dari kalangan akademisi misalnya terdapat nama DR. Sabran, SE dan Erwinsyah, SH, SE, M.Si. Keduanya adalah mantan Rektor Universitas Kutai Kartanegara. Sabran diangkat sebagai Panglima Muda sementara Erwinsyah diangkat sebagai Petinggi Muda yang membidangi Hukum dan HAM.  Selain keduanya, masuk pula beberapa nama lain yang dikenal sebagai tokoh dalam bidangnya masing-masing seperti Rahman, tokoh olahraga yang juga adalah Ketua KONI Kutai Kartanegara, Aji Ali Yusni, tokoh olahraga tradisional yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kukar serta beberapa tokoh muda bidang seni dan budaya seperti Awang M. Rifani, Muhammad Saidar dan Dedi Nala Arung.

 

Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara Edy Damansyah yang juga merupakan orang Kutai asli diangkat menjadi pimpinan tertinggi dalam organisasi paguyuban ini yaitu selaku Panglima Pore dan pada posisi Petinggi Pore yang bertugas memimpin seluruh pengurus dan organisasi pendukung SK2 ditunjuk Thauhid Afrilian Noor, mantan Ketua KNPI Kukar yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar.

Sultan Kutai Adji M. Arifin mengambil sumpah para pengurus (foto: SK2 arsip)

Dalam sambutannya sesaat setelah dikukuhkan sebagai Panglima Pore, Edy Damansyah sempat berkelakar dengan mengatakan bahwa ibarat dalam organisasi ketentaraan maka jabatan Panglima Pore itu berarti adalah komandan tertinggi. Apapun arahan dan instruksi panglima, itulah berarti yang harus dijalankan oleh anggotanya.

 

“Berarti kalau panglima bilang serbu, semua harus bergerak nyerbu” kata Edy yang disambut oleh tawa dan tepuk tangan masyarakat dan para undangan yang hadir.

 

Petinggi Pore SK2 yang baru dilantik, Thauhid Afrilian Noor pada kesempatan lain menegaskan bahwa organisasi SK2 ini adalah organisasi orang Kutai yang secara khusus bertugas melestarikan, mengembangkan dan menjaga kelangsungan budaya tanah Kutai, terutama ditengah dinamika kekinian yang serba modern. Namun demikian, dengan dukungan seluruh pengurus dan keterlibatan masyarakat Kutai secara umum ia tetap optimis Kutai sebagai entitas budaya akan mampu bertahan dan berkembang melintasi perjalanan peradaban hingga ke masa depan.

 

Prosesi pelantikan pengurus SK2 Kukar kemarin berlangsung cukup menarik karena mengambil lokasi di depan Kedaton Kutai Kartanegara yang bersebelahan dengan masjid bersejarah yaitu masjid Jami’ Hasanudin. Dalam acara tersebut juga diketengahkan beberapa karya tari dari sanggar tari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.(red)

Perkuat SDM Seniman Daerah, Dikbud Kukar Kirim 15 Seniman Mengikuti Sertifikasi Seni Pertunjukan

SISIKOTA.COM: Untuk lebih memperkuat eksistensi seniman serta meningkatkan standarisasi pekaryaan seni daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara secara bertahap mulai mengirimkan sejumlah seniman guna mengikuti sertifikasi kesenian. Program ini sejalan dengan keinginan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara Thauhid Afrilian Noor, SE, M.Si melalui Kepala Bidang Kebudayaan H. Mulyadi SE, M.Si menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk realisasi dari program kementerian secara nasional yang juga dikerjasamakan dengan Lembaga Sertifikasi Profesi P-2 Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendibudristek RI dalam upaya menciptakan tenaga bidang kesenian yang terstandar, terstruktur dan terukur yang diakui keahlian dan profesionalitasnya.

 

“Jadi, sudah kita mulai tahapannya dari sekarang dan Insya Allah akan terus dilakukan secara berkala nantinya sesuai dengan kemampuan daerah dan kebutuhan seniman” tambah Mulyadi. Lebih jauh ia menerangkan bahwa sebagai daerah yang telah ditetapkan sebagai kota kreatif seni pertunjukan, Pemerintah Daerah tentu harus merespon hal tersebut dengan merancang kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada peningkatan standar seniman dalam berbagai bidang seni pertunjukan.

 

Pada tahap awal ini, Pemerintah Kutai Kartanegara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengirimkan 15 orang seniman daerah yang masing-masing terdiri dari 5 orang seniman tari, 5 orang seniman musik dan 5 orang seniman teater untuk mengikuti asesmen dan sertifikasi untuk skema juri seni pertunjukan. Dari proses ini diharapkan Kukar akan memiliki SDM yang mengetahui secara lebih jelas kriteria dan skema penilaian seni pertunjukan sesuai dengan standar pekaryaan dan profesionalitas karya seni.

 

Sejumlah seniman Kukar berada di Jakarta mengikuti program sertifikasi nasional

(foto: istimewa)

 

Kegiatan ini sendiri akan dilaksanakan mulai tanggal 5-6 September 2023 di Gedung Kemendikbudristek Senayan, Jakarta dan akan melibatkan sejumlah ahli dan profesional bidang kebudayaan di Lembaga Sertifikasi Profesi P-2 Kebudayaan sebagai penilai.

 

Beberapa tahun belakangan Kutai Kartanegara memang cukup gencar melaksanakan program peningkatan dan pengembangan seni pertunjukan melalui berbagai event festival, pelatihan maupun bimbingan teknis seni budaya dan ekonomi kreatif. Pengembangan bidang pariwisata dan seni pertunjukan memang menjadi salah satu visi utama di era kepemimpinan Bupati Edy Damansyah. Dalam berbagai kesempatannya berbicara, Edy Damansyah kerap meyakinkan masyarakat bahwa pariwisata dan seni pertunjukan merupakan salah satu instrumen penting dalam memajukan kebudayaan, termasuk kebudayan daerah yang akan bermanfaat besar dalam rangka menjaga ketahanan budaya di masa akan datang.***(tim redaksi)

PILIH BAHASA

+ BAHASA INDONESIA

CARI

PERISTIWA TERKINI

+ BAHASA INDONESIA

TONTON

PERISTIWA TERKINI