Kategory
Info Daerah,
09-10-2026 19:30:54
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kutai Kartanegara Muhammad Reza menjelaskan perkembangan pembangunan dan kesiapan operasional KDKMP di Kukar. (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kutai Kartanegara terus bergerak. Dari 237 KDKMP yang telah dibentuk, pembangunan fisik telah berjalan di 142 titik dan sekitar 110 di antaranya diperkirakan telah selesai dari sisi bangunan.
Namun, selesainya konstruksi belum berarti gerai siap beroperasi. Sejumlah sarana, prasarana, proses verifikasi, hingga kelengkapan operasional masih harus dipenuhi.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kukar Muhammad Reza mengatakan progres fisik tersebut terus berkembang.
“Dari total 237 KDKMP, yang sudah terbangun ada 142. Dari 142 itu, yang sudah mencapai 100 persen secara fisik sekitar 110 titik, kalau tidak salah,” kata Reza, Jumat (9/10/2026).
Angka tersebut menunjukkan perkembangan dibandingkan data pada akhir September. Saat itu, Diskop UKM mencatat 142 titik pembangunan dengan 98 gerai telah rampung secara fisik.
Reza menekankan status 100 persen hanya merujuk pada penyelesaian bangunan.
“Yang dimaksud 100 persen itu baru bangunan fisiknya saja, bangunannya sudah selesai. Termasuk yang di Timbau. Jadi yang sudah selesai secara fisik itu masuk kategori 100 persen, tetapi sarana dan prasarananya belum lengkap,” jelasnya.
Etalase hingga Kendaraan Belum Lengkap
Kelengkapan yang masih dibutuhkan antara lain etalase gerai, fasilitas klinik, meja pasien, ruang tunggu, pendingin ruangan, kendaraan roda tiga, hingga truk operasional.
Menurut Reza, sebagian kelengkapan mulai dikirim secara bertahap.
“Kemarin informasinya baru 18 dari sekitar 450 etalase yang tersedia. Pengirimannya bertahap dan akan disebarkan ke beberapa KDKMP,” katanya.
Kondisi tersebut membuat penyelesaian fisik bangunan belum otomatis diikuti kesiapan operasional koperasi.
Secara nasional, tahapan KDKMP memang memisahkan penyelesaian bangunan, verifikasi dan validasi, serah terima, kelengkapan sarana, hingga operasional. Kementerian Koperasi juga menempatkan PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai salah satu pihak yang menjalankan pembangunan gerai, gudang, dan kelengkapan program.
79 Gerai Masuk Tahap Verifikasi
Dari gerai yang telah selesai fisik, sebanyak 79 titik di Kukar sebelumnya masuk tahap pertama verifikasi dan validasi.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan dan administrasi sebelum proses berlanjut.
Data 79 gerai tersebut juga telah dilaporkan Diskop UKM pada akhir September.
Reza mengatakan hasil verifikasi selanjutnya masih melalui tahapan evaluasi bersama pihak terkait, termasuk BPKP.
Secara nasional, evaluasi bersama BPKP menjadi bagian dari tahapan sebelum proses serah terima dan penempatan pengelola KDKMP.
Klinik hingga Produk Bersubsidi
Reza menjelaskan rancangan KDKMP tidak hanya menyediakan ruang untuk penjualan kebutuhan sehari-hari.
Gerai juga dirancang memiliki ruang pelayanan seperti apotek dan klinik. Untuk layanan kesehatan tersebut, Diskop UKM akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.
Kegiatan usaha koperasi dirancang mencakup gerai kebutuhan masyarakat, layanan simpan pinjam, klinik, apotek, produk bersubsidi seperti LPG dan pupuk, serta jenis usaha yang menyesuaikan potensi masing-masing desa atau kelurahan.
Model usaha KDKMP secara nasional memang mencakup penyediaan kebutuhan masyarakat, pembiayaan, pelayanan kesehatan, penyerapan produk lokal, serta pengembangan usaha berdasarkan potensi desa dan kelurahan.
“Saat ini simpan pinjamnya belum berjalan, meskipun sudah dimasukkan dalam rencana usaha. Yang berbeda nanti adalah jenis penjualan yang menyesuaikan potensi lokal masing-masing desa atau kelurahan,” kata Reza.
Desa Berpenduduk Sedikit Tak Dibangun Gerai Terpisah
Reza mengatakan tidak seluruh 237 KDKMP akan memperoleh bangunan gerai tersendiri dengan pola yang sama.
Di Kukar terdapat 11 desa yang menurut data pemerintah memiliki jumlah penduduk kurang dari 500 jiwa. Untuk wilayah tersebut, pelayanan KDKMP direncanakan digabung dengan desa lain.
“Di Kukar ada 11 titik desa yang jumlah penduduknya kurang dari 500 jiwa. Itu nantinya akan digabung dengan desa lain dan tidak dibangun sebagai gerai tersendiri,” jelasnya.
Ketentuan jumlah penduduk minimal 500 jiwa memang digunakan dalam pelaksanaan pembangunan gerai KDKMP di sejumlah daerah, dengan wilayah berpenduduk lebih sedikit dapat digabung dengan desa lain.
Untuk wilayah dengan karakter geografis berupa rawa atau perairan, Reza mengatakan pemerintah daerah masih menunggu kebijakan teknis.
Salah satu kemungkinan adalah menyesuaikan desain menjadi bangunan panggung.
“Itu masih menunggu kebijakan. Kalau tidak tersedia daratan, tentu konsep pembangunannya berbeda,” ujarnya.
Manajer Mulai Bertugas
Selain bangunan dan sarana, kesiapan sumber daya manusia juga mulai berjalan.
Reza mengatakan sekitar 74 manajer KDKMP telah melapor dan mulai menjalankan tugas setelah mengikuti pembekalan bersama Kodim, Diskop UKM Kukar, serta perangkat daerah provinsi yang membidangi koperasi.
Sebagian besar manajer yang ditempatkan di Kukar berasal dari daerah tersebut.
“Intinya, mereka merupakan putra-putri lokal,” katanya.
Secara nasional, penempatan manajer KDKMP memang mulai berlangsung sejak akhir September setelah proses seleksi, pelatihan, verifikasi, dan validasi.
Dengan perkembangan tersebut, pembangunan KDKMP di Kukar kini bergerak dari penyelesaian konstruksi menuju tahap yang lebih kompleks: melengkapi sarana, memastikan bangunan lolos verifikasi, menempatkan pengelola, dan menyiapkan gerai agar benar-benar dapat beroperasi. (rry/bby/adv)
Tags:
dinas koperasi ukm
Koperasi
10 jam yang lalu
10 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu