Kategory
Info Daerah,
08-10-2026 19:03:31
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran RT 33 Kelurahan Melayu, Tenggarong, Kamis (8/10/2026). (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri meminta penanganan warga terdampak kebakaran RT 33 Kelurahan Melayu, Tenggarong, tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik. Kondisi psikologis warga juga diminta dipantau selama proses pemulihan pascakebakaran.
Pesan tersebut disampaikan Aulia saat meninjau lokasi kebakaran, posko bantuan, dan dapur umum sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, Kamis (8/10/2026). Kunjungan itu juga melibatkan sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait.
Aulia mengatakan kebakaran yang melanda kawasan Jalan Danau Aji dan Jalan AM Alimuddin termasuk peristiwa dengan dampak besar karena banyak warga kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari.
“Kita melihat kondisi pascakebakaran yang melanda warga kita di Jalan Danau Aji, dan memang korbannya cukup banyak. Ini termasuk salah satu kebakaran terbesar yang terjadi di Kutai Kartanegara,” kata Aulia.
Pernyataan serupa juga disampaikan dalam laporan dari kunjungan tersebut, dengan data terbaru mencatat 75 kepala keluarga atau 224 jiwa terdampak.
Aulia mengapresiasi keterlibatan Damkarmatan, BPBD, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan kelurahan, relawan, serta masyarakat yang membantu sejak kebakaran terjadi.
Menurutnya, bantuan yang diberikan perlu mengikuti kebutuhan nyata warga, bukan hanya berdasarkan jenis bantuan yang tersedia.
Salah satu kebutuhan yang disampaikan warga adalah perlengkapan memasak.
Aulia mengatakan pemerintah kemudian berkoordinasi dengan Baznas melalui Plt Camat Tenggarong agar kebutuhan tersebut dapat dipenuhi.
“Kalau seandainya bahan baku masakannya banyak, tapi peralatan memasaknya tidak ada, bahan makanan itu tidak bisa terolah dengan baik,” jelasnya.
Pemkab Kukar bersama Baznas kemudian menyiapkan paket perlengkapan memasak untuk warga terdampak. Bantuan tersebut antara lain mencakup kebutuhan dasar untuk kembali mengolah bahan makanan secara mandiri.
Aulia juga meninjau aktivitas dapur umum yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan warga dan relawan selama masa penanganan.
Dapur umum sendiri didukung oleh sejumlah unsur pemerintah dan relawan. BPBD Kukar secara resmi melaporkan pembentukan dapur umum sebagai bagian dari penanganan darurat, sementara Dinsos bersama Tagana juga menjalankan dapur umum sementara bagi warga terdampak.
Selain kebutuhan fisik, Aulia meminta pemerintah kelurahan dan pihak yang terlibat dalam penanganan turut memperhatikan kondisi psikologis warga.
Menurutnya, kehilangan rumah dan harta benda dalam waktu singkat dapat meninggalkan tekanan emosional yang tidak selalu terlihat dalam pendataan bantuan.
“Dari 75 kepala keluarga yang terdampak, harus kita pastikan bahwa semuanya bisa terkelola dengan baik. Jangan sampai ada korban yang kehilangan dalam proses monitoring kita,” katanya.
Aulia meminta pemantauan dilakukan secara menyeluruh agar tidak ada keluarga terdampak yang luput dari perhatian pemerintah maupun komunitas sekitar.
Perhatian terhadap kondisi psikologis korban juga menjadi bagian dari arah penanganan Pemkab Kukar dalam kunjungan tersebut. Sejumlah laporan mencatat pemerintah menempatkan pemulihan kebutuhan fisik dan kondisi psikologis sebagai dua bagian dari proses pemulihan warga.
Menurut Aulia, penanganan kondisi psikis tidak harus hanya dilakukan oleh pemerintah.
Komunitas, relawan, dan lingkungan sekitar juga dapat membantu dengan saling memantau kondisi warga serta memastikan mereka memperoleh dukungan ketika mengalami tekanan setelah bencana.
Kebutuhan anak-anak yang masih bersekolah juga menjadi perhatian pemerintah.
Aulia mengatakan sejumlah keluarga menyampaikan kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah yang ikut terdampak kebakaran.
Pemkab Kukar telah meminta kebutuhan tersebut dipersiapkan agar anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar tanpa terlalu lama terganggu akibat musibah.
Penanganan tersebut sejalan dengan arah Pemkab Kukar yang sebelumnya memprioritaskan agar aktivitas sehari-hari warga, termasuk sekolah dan pekerjaan, dapat kembali berjalan selama proses pemulihan.
Pemkab Kukar akan melanjutkan pemantauan terhadap kebutuhan fisik maupun kondisi psikologis warga selama fase pemulihan, dengan koordinasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat sekitar. (rry/bby/adv)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
16 jam yang lalu
16 jam yang lalu
19 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu