Kategory
Info Daerah,
07-10-2026 21:13:48
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menjelaskan langkah Pemkab Kukar merespons keluhan pedagang mengenai sepinya pembeli di Pasar Tangga Arung Square, Tenggarong, Sabtu (3/10/2026). (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan aktivitas perdagangan di Pasar Tangga Arung Square, Tenggarong, menyusul keluhan pedagang mengenai sepinya pembeli.
Salah satu upaya yang didorong Bupati Kukar Aulia Rahman Basri adalah menghubungkan pedagang Pasar Tangga Arung dengan KukarGo agar pemasaran tidak hanya bergantung pada kunjungan konsumen secara langsung.
“Harapan kita nantinya pedagang-pedagang yang ada di Pasar Tangga Arung Square bisa bergabung di KukarGo. Jualannya ada di sana, akan tetapi dengan KukarGo dia bisa memasarkan jualannya ke seluruh tempat di Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Aulia di Tenggarong, Sabtu (3/10/2026).
KukarGo diluncurkan Pemkab Kukar pada hari yang sama dengan peresmian Arbizz Space di kawasan Taman Pujasera Tenggarong. Platform tersebut disiapkan sebagai etalase digital untuk memperluas akses pemasaran produk usaha lokal.
Menurut Aulia, Pemkab Kukar sedang membenahi pengelolaan Pasar Tangga Arung sekaligus mencari cara meningkatkan kembali kunjungan masyarakat.
“Ini sekarang sedang kita benahi. Kadisnya itu baru, dan kami selalu berdiskusi untuk bagaimana meningkatkan kunjungan di Pasar Tangga Arung itu sendiri,” ujarnya.
Selain mendorong pemasaran digital, Aulia menyoroti penataan lapak di Pasar Tangga Arung.
Ia meminta pedagang yang tidak lagi ingin melanjutkan usahanya mengembalikan lapak kepada pemerintah daerah agar dapat ditata dan diberikan kepada pedagang lain yang membutuhkan.
“Kita juga berdiskusi dengan intens. Kita berharap memang, kalau misalnya pemilik lapak itu merasa ingin mengembalikan lapaknya, itu kembalikan ke Pemerintah Daerah Kukar untuk bisa kita serahkan kepada yang lainnya,” katanya.
Aulia meminta lapak tersebut tidak diperjualbelikan atau dipindahtangankan langsung kepada pedagang lain.
“Bukan memperdagangkan itu atau memperjualbelikannya kepada pedagang-pedagang yang lain, sehingga kita lebih mudah untuk memanajemen lapak ini,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan lapak yang lebih tertib diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui lapak yang masih aktif maupun yang dapat dialokasikan kembali.
Aulia mengatakan persoalan Pasar Tangga Arung juga berkaitan dengan perubahan persaingan pada sektor perdagangan.
Sebagian pedagang di pasar tersebut bergerak pada produk fesyen dan kebutuhan sehari-hari yang saat ini juga banyak tersedia melalui berbagai tempat usaha di luar pasar.
“Nah, memang salah satu tantangan kita memang di industri-industri retail. Utamanya kalau di Pasar Tangga Arung kan banyak retail terkait fashion, terkait dengan sembako. Ini kan kebanyakan juga ada di luar,” jelasnya.
Karena itu, Pemkab Kukar mendorong pedagang untuk mulai memanfaatkan pemasaran digital agar jangkauan konsumennya tidak terbatas pada masyarakat yang datang langsung ke pasar.
Integrasi dengan KukarGo diharapkan menjadi salah satu pilihan bagi pedagang Pasar Tangga Arung untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas di Kukar.
KukarGo sendiri diluncurkan dengan konsep platform yang mempertemukan produk lokal dengan masyarakat melalui kanal digital. Pemkab menempatkannya sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM dan akses pasar di daerah.
Pemkab Kukar selanjutnya akan melanjutkan pembenahan pengelolaan Pasar Tangga Arung, baik melalui penataan lapak maupun perluasan akses pemasaran pedagang. (rry/bby/adv)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
pasar tangga arung
tangga arung square
16 jam yang lalu
16 jam yang lalu
19 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu