Distanak Kukar Targetkan 32 Ribu Petani Produktif, Pendampingan Terkendala Anggaran

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Kepala Bidang Usaha dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara Erwin Surya Wirawan saat menjelaskan program pelatihan dan pendampingan petani di Kantor Distanak Kukar, Tenggarong, Kamis (5/11/2026). (Foto: Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM — Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan peningkatan produktivitas 32 ribu petani selama periode 2025–2030. Namun, pelaksanaan program pelatihan dan pendampingan masih harus menyesuaikan keterbatasan anggaran daerah.

Pada 2026, Bidang Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar baru memiliki anggaran untuk memfasilitasi sekitar 155 petani selama satu musim tanam. Jumlah tersebut belum mencakup kegiatan dari bidang lain maupun dukungan pemerintah provinsi dan pusat.

Kepala Bidang Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar, Erwin Surya Wirawan, mengatakan target tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas 100 ribu petani, peternak, dan nelayan dalam lima tahun.

“Berkaitan dengan misi Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara tahun 2025–2030, ada program pada misi nomor enam, yaitu petani, peternak, dan nelayan yang tangguh. Dari sisi Bidang Usaha dan Penyuluhan, kami memiliki sekitar 59 ribu petani yang tersebar di seluruh wilayah Kutai Kartanegara,” kata Erwin saat ditemui di Kantor Distanak Kukar, Tenggarong, Kamis (5/11/2026).

Menurut Erwin, peningkatan kemampuan petani dilakukan melalui pelatihan, pendampingan penyuluh pertanian lapangan (PPL), penyuluh pertanian swadaya, serta kegiatan sekolah lapang.

Sepanjang 2024–2025, Distanak Kukar mencatat sebanyak 505 petani telah mengikuti pelatihan. Sementara itu, kegiatan sekolah lapang pada periode 2025–2026 menjangkau 656 petani di enam kecamatan.

Kegiatan sekolah lapang tidak hanya memberikan materi pembelajaran, tetapi juga fasilitas praktik selama satu musim tanam.

Erwin menjelaskan pelaksanaan sekolah lapang melibatkan penyuluh serta narasumber yang memiliki kompetensi di bidang iklim. Metode budidaya juga disesuaikan dengan program kementerian.

“Metode tanamnya kami samakan dengan kementerian, yaitu Pertanian Modern - Advanced Agriculture System (PM-AAS). Bibitnya didatangkan dari BRMP Samarinda. Kemudian, pupuk dan pestisida kami fasilitasi untuk kegiatan sekolah lapang selama satu musim tanam,” ujarnya.

Untuk komoditas padi, Distanak menggunakan benih varietas Inpari 32 yang diperoleh dari BRMP di Kalimantan Timur.

Bantuan diberikan berdasarkan kelompok atau kelas sekolah lapang yang terdiri atas sekitar 20 hingga 25 peserta, bukan dibagikan kepada setiap petani secara perorangan.

Fasilitas praktik tersebut mencakup benih, pupuk, pestisida, serta peralatan pertanian seperti handsprayer.

“Untuk bibit padi, kami memberikan lima kilogram. Kemudian, pestisida, pupuk, dan handsprayer juga diberikan. Kalau dikompresikan, dari lima kilogram bibit padi tadi, hasil demplotnya bisa untuk sekitar seperempat hektare,” jelasnya.

Erwin mengatakan capaian program peningkatan produktivitas petani tidak dapat dihitung hanya dari kegiatan yang dibiayai Bidang Usaha dan Penyuluhan.

Data dari bidang lain, kegiatan penyuluh, serta program pemerintah provinsi dan kementerian juga perlu dihimpun untuk mengetahui jumlah petani yang telah memperoleh pendampingan.

Distanak Kukar menggunakan Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) untuk mendukung pendataan petani berdasarkan kelompok.

“Kami mempunyai data yang sudah dipilah melalui aplikasi dari kementerian, yaitu Simluhtan. Pendataannya berdasarkan kelompok. Di dalam kelompok tersebut, data by name by address juga tersedia,” ungkapnya.

Selain meningkatkan kompetensi petani, Distanak Kukar menyiapkan pola pendampingan yang dikaitkan dengan program pengentasan kemiskinan pada 2027.

Penentuan sasaran akan disesuaikan dengan data kesejahteraan masyarakat melalui koordinasi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Erwin menyebut terdapat 1.170 calon sasaran yang masuk kelompok desil 1 hingga 3 berdasarkan data yang digunakan untuk perencanaan tersebut.

Kelompok calon sasaran itu akan menjadi bagian dari pertimbangan penyusunan program pendampingan pertanian pada tahun berikutnya, dengan pelaksanaan tetap menyesuaikan ketersediaan anggaran. (rry/bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara