Kategory
Info Daerah,
14-10-2026 13:43:36
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kutai Kartanegara Arianto memberikan keterangan mengenai pelaksanaan dan pendampingan Program RT-Ku Terbaik 2026. (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara mulai mengintensifkan sosialisasi pelaksanaan Program RT-Ku Terbaik kepada pengurus RT di seluruh wilayah. Sosialisasi ditargetkan rampung pada Oktober 2026 sebelum program dijalankan di tingkat lingkungan.
Kepala DPMD Kukar Arianto mengatakan tenaga Pendamping Dedikasi Kukar Idaman Terbaik atau Pendekar telah ditugaskan untuk mendampingi proses tersebut di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
“Kemarin kita sudah mulai menugaskan teman-teman Pendekar, yaitu tenaga ahli kita, bersama Pendekar di kecamatan untuk melakukan sosialisasi mengenai proses pelaksanaan program dedikasi RT-Ku Terbaik,” kata Arianto.
Pendekar sendiri merupakan tenaga pendamping yang disiapkan DPMD untuk membantu pelaksanaan program pemerintah hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Arianto mengatakan materi sosialisasi tidak hanya menjelaskan penggunaan anggaran.
Pengurus RT juga diberikan pemahaman mengenai tahapan perencanaan kegiatan, pelaksanaan, hingga penyusunan pertanggungjawaban.
Menurutnya, pendampingan dibutuhkan agar kegiatan yang dirancang masing-masing RT sesuai dengan ketentuan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Teman-teman Pendekar di kecamatan, desa, dan kelurahan, bersama pihak kecamatan, akan mengawal dan mengarahkan seluruh pengurus RT di Kutai Kartanegara agar bisa merencanakan kebutuhan mereka,” jelasnya.
Program RT-Ku Terbaik memang dirancang sebagai skema pembangunan berbasis lingkungan dengan RT sebagai salah satu ujung tombak pelayanan, pembangunan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut menjangkau 20 kecamatan, 193 desa, 44 kelurahan, dan 3.212 RT di Kukar.
Untuk 2026, Pemkab Kukar menetapkan alokasi Program RT-Ku Terbaik sebesar Rp50 juta per RT.
Besaran tersebut merupakan hasil penyesuaian dari rancangan sebelumnya yang lebih besar. Pemerintah daerah dan DPRD melakukan koreksi dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran serta waktu pelaksanaan yang tersisa pada akhir tahun.
Dari total Rp50 juta, sekitar Rp29 juta dialokasikan untuk operasional RT berupa insentif, sedangkan sekitar Rp21 juta disiapkan untuk kegiatan di lingkungan RT.
Karena itu, sosialisasi menjadi penting agar pengurus RT memahami jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan dengan anggaran tahun berjalan.
“Hal ini perlu disosialisasikan agar pengurus RT memahami mekanismenya dengan baik, sehingga tidak terjadi kesalahan dan pelaksanaan program tidak mengalami kendala,” ujar Arianto.
Pendamping desa, kelurahan, dan kecamatan telah diaktifkan sejak awal Oktober untuk membantu mengawal dan memverifikasi usulan setiap RT berdasarkan petunjuk teknis serta regulasi program.
Penggunaan anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lingkungan sekaligus mempertimbangkan waktu pelaksanaan yang tersisa hingga akhir 2026.
DPMD berharap proses pendampingan dapat mengurangi kesalahan administrasi dan memastikan kegiatan yang dipilih RT dapat direalisasikan serta dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
Dengan sosialisasi yang ditargetkan selesai pada Oktober, tahapan berikutnya akan berfokus pada pelaksanaan kegiatan dan pengawalan penggunaan anggaran di masing-masing RT. (rry/bby/adv)
Tags:
Arianto
DPMD Kukar
13 jam yang lalu
13 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
17-10-2026 15:13:18