Kategory
Info Daerah,
18-10-2026 19:06:54
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak di Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Minggu (18/10/2026). Pemkab Kukar membagi penanganan pascakebakaran dalam tahap jangka pendek, menengah, dan panjang. (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara membagi penanganan warga terdampak kebakaran di Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, dalam tiga tahap, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan tahap awal difokuskan pada pemulihan warga agar aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan setelah musibah yang berdampak pada 11 rumah dan 15 kepala keluarga tersebut.
“Pemerintah daerah hadir di sini untuk meringankan beban warga yang terkena musibah kebakaran ini, melihat langsung situasi dan kondisi yang ada, serta merencanakan langkah-langkah agar ketika terjadi musibah seperti ini, penanganannya bisa lebih cepat lagi,” kata Aulia saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu (18/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Aulia juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga terdampak.
Aulia mengatakan pola penanganan dilakukan seperti pada kejadian kebakaran sebelumnya, dengan membaginya ke dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Jangka pendeknya, kita berusaha melakukan pemulihan dan memastikan kegiatan sehari-hari para korban tidak terhalang. Mereka tetap bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Organisasi perangkat daerah terkait, menurut Aulia, telah bergerak sesuai tugas masing-masing untuk menangani kebutuhan warga.
Pada tahap berikutnya, pemerintah akan melihat kebutuhan penataan dan pembangunan kembali sesuai kondisi lapangan, aturan, kewenangan, serta skema bantuan yang tersedia.
Dengan demikian, dukungan jangka menengah dan panjang belum dapat dipahami sebagai satu bentuk bantuan yang sudah ditetapkan untuk seluruh korban.
Selain pemulihan warga, Aulia mengatakan pemerintah daerah juga mengevaluasi langkah pencegahan agar risiko kebakaran dapat ditekan.
Ia mengaku telah berdiskusi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengenai langkah yang dapat dilakukan setelah kejadian tersebut.
Salah satu upaya yang direncanakan adalah bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia untuk menyampaikan pengingat kepada masyarakat melalui masjid dan langgar.
“Setiap kali salat lima waktu, warga diingatkan untuk mematikan kompor. Kemudian mematikan listrik ketika bepergian, terutama saat malam hari, serta memastikan tidak ada colokan listrik yang masih terpasang,” jelas Aulia.
Imbauan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari edukasi dan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko kebakaran di rumah.
Langkah itu tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan mengenai penyebab kebakaran Loa Ipuh, yang tetap harus mengacu pada hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Aulia mengatakan setelah kebutuhan darurat tertangani, pemerintah akan masuk pada tahapan pemulihan yang lebih panjang.
Tahap tersebut mencakup penataan kembali kawasan serta dukungan pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemkab juga akan menyesuaikan bentuk bantuan dan pembiayaan dengan kewenangan masing-masing perangkat daerah.
Bagi Aulia, penanganan kebakaran tidak cukup berhenti pada bantuan sesaat. Pemulihan aktivitas warga, penataan kawasan, dan penguatan mitigasi harus berjalan beriringan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas sekaligus lebih siap menghadapi risiko kebakaran. (rry/bby/adv)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
Kebakaran
kebakaran tenggarong
13 jam yang lalu
13 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
17-10-2026 15:13:18