Kategory
Info Daerah,
16-10-2026 20:00:17
Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani menyerahkan bantuan logistik kepada tim penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Sukarame, Tenggarong, Jumat (16/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Ahmad menyoroti keterbatasan peralatan dan infrastruktur penanggulangan kebakaran. (Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani mendorong kebutuhan infrastruktur dan peralatan penanggulangan bencana menjadi salah satu prioritas dalam pembahasan APBD 2027.
Hal itu disampaikan Ahmad saat mengunjungi relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran permukiman di Kelurahan Sukarame, Tenggarong, Jumat (16/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad melihat langsung keterbatasan sejumlah peralatan yang digunakan relawan.
“Setelah melihat langsung, ternyata peralatan yang tersedia masih sangat terbatas. Infrastruktur pemadam kebakaran juga masih memprihatinkan. Bukan berarti tidak ada, tetapi jumlahnya masih kurang dan perlu menjadi perhatian utama,” kata Ahmad.
Menurutnya, kesiapan menghadapi kebakaran tidak dapat dibangun ketika bencana sudah terjadi. Peralatan dan infrastruktur harus tersedia lebih dahulu agar petugas maupun relawan dapat bergerak cepat.
“Kita tidak boleh kalah atau menyerah terhadap bencana, termasuk kebakaran,” ujarnya.
Ahmad menyebut kebutuhan di lapangan meliputi kendaraan pemadam, selang, peralatan keselamatan, alat pelindung diri hingga bahan bakar untuk mendukung operasional.
Menurutnya, kebutuhan tersebut perlu dipetakan dan dimasukkan dalam perencanaan anggaran secara bertahap.
“Kami datang untuk melihat langsung kebutuhan tersebut dan memastikan dukungan melalui APBD, terutama untuk penyediaan infrastruktur kebencanaan pada 2027,” jelasnya.
Untuk kebutuhan jangka pendek, Ahmad mengatakan dukungan logistik masih dapat diberikan kepada relawan.
Namun, penyelesaian jangka panjang membutuhkan pengadaan sarana dan prasarana yang direncanakan sejak awal melalui anggaran daerah.
Ahmad mengatakan sebagian kebutuhan peralatan sebenarnya telah masuk dalam anggaran tahun berjalan. Namun, menurutnya, realisasinya menghadapi keterlambatan karena dokumen pelaksanaan anggaran belum dapat digunakan sebagaimana yang diharapkan.
“Kondisi ini tentu memprihatinkan, karena peralatan kebencanaan seharusnya menjadi prioritas. Bencana datang tanpa bisa dipastikan waktunya, sehingga kesiapan harus dibangun sejak awal,” katanya.
Ia menambahkan anggaran yang tersedia pada 2026 belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan.
“Tahun ini sudah ada anggaran, tetapi jumlahnya masih belum mencukupi,” ujarnya.
Karena itu, DPRD akan mendorong agar kebutuhan kebencanaan kembali mendapat perhatian dalam pembahasan anggaran 2027.
Ahmad juga menyoroti keberadaan relawan yang tersebar di hampir seluruh kelurahan di Tenggarong.
Menurutnya, keberadaan relawan perlu diimbangi dengan sarana yang memadai agar mereka tidak hanya mengandalkan kemampuan personel ketika menghadapi kebakaran.
Kebutuhan serupa juga harus dipetakan di kecamatan lain.
“Artinya, penyediaan infrastruktur penanggulangan bencana, khususnya kebakaran, harus dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.
Ia menilai fasilitas pendukung seperti hidran, tandon air, ketersediaan sumber air, peralatan pemadam, hingga bahan bakar operasional perlu disiapkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Ahmad bahkan menilai kebutuhan penanggulangan kebakaran perlu ditempatkan sebagai salah satu prioritas pelayanan dasar.
“Jalan memang penting, tetapi jika jalan belum memadai, masyarakat masih mungkin melintas. Sebaliknya, jika peralatan pemadam kebakaran tidak tersedia, kita akan kesulitan ketika kebakaran terjadi,” katanya.
Melalui pembahasan APBD 2027, DPRD Kukar akan mendorong agar kebutuhan peralatan dan infrastruktur kebencanaan mendapat porsi yang memadai sesuai kemampuan fiskal daerah. (rry/bby/adv)
Tags:
Ahmad Yani
DPRD Kukar
Ketua DPRD Kukar
13 jam yang lalu
13 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
17-10-2026 15:13:18