Kategory
Info Daerah,
04-11-2026 17:48:26
Kondisi Gedung Ekonomi Kreatif di Tenggarong yang tengah dipersiapkan Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara untuk mendukung aktivitas komunitas dan pelaku ekonomi kreatif. (Foto: Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menjajaki bantuan peralatan dari kementerian untuk melengkapi Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Tenggarong. Langkah tersebut ditempuh karena keterbatasan anggaran daerah membuat pemenuhan fasilitas gedung belum dapat dilakukan seluruhnya.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar Zikri Umulda mengatakan daftar kebutuhan peralatan sebenarnya telah disiapkan. Namun, pengadaannya masih harus menyesuaikan kemampuan anggaran.
Salah satu fasilitas yang dibutuhkan ialah videotron untuk mendukung promosi dan penayangan produk ekonomi kreatif.
“Karena efisiensi, jadi kita berjalan pelan-pelan. Namun, tadi kita sudah berbicara dengan Plt. Kadispar. Dalam rapat juga dibahas bahwa kita ingin meminta skema lain,” kata Zikri saat diwawancarai di Tenggarong, Senin (2/11/2026).
Menurut Zikri, Dispar bersama perangkat daerah terkait sedang membahas kemungkinan memperoleh dukungan dari kementerian.
Usulan tersebut direncanakan dikomunikasikan melalui Bupati Kukar agar kebutuhan peralatan yang belum terakomodasi anggaran daerah dapat memperoleh dukungan pendanaan.
Sembari mengupayakan kelengkapan fasilitas, Dispar Kukar juga menyiapkan konsep pemanfaatan Gedung Ekraf sebagai ruang kegiatan bagi komunitas.
Zikri mengatakan komunitas dapat memanfaatkan fasilitas gedung secara gratis untuk menjalankan berbagai aktivitas kreatif.
Dispar juga membuka ruang bagi kegiatan yang memiliki unsur ekonomi, termasuk kerja sama bisnis antarpelaku usaha atau business to business (B2B).
“Gedungnya difasilitasi secara gratis untuk komunitas. Tetapi, pada saat komunitas itu ingin melakukan kegiatan yang memiliki unsur ekonomi, silakan. Kalau semuanya gratis, ekosistemnya tidak akan terbangun,” ujarnya.
Menurut Zikri, pemanfaatan tersebut diharapkan membuat Gedung Ekraf tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mendukung aktivitas usaha dan pengembangan produk komunitas.
Namun, selain keterbatasan peralatan, Dispar Kukar masih menghadapi persoalan kelengkapan bangunan.
Zikri mengungkapkan adanya kehilangan sejumlah kabel pada masa sebelum gedung diserahterimakan kepada Dispar.
“Kabelnya saja sudah hilang. Sebetulnya saya sekalian ingin menyampaikan bahwa kehilangan itu terjadi sebelum diterima oleh Dinas Pariwisata. Sebelum diterima oleh Dinas Pariwisata, masih dalam masa penyerahan atau transisi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, menurut keterangannya, kehilangan tersebut terjadi ketika pengelolaan gedung belum berada di bawah Dispar.
Persoalan kelengkapan bangunan itu menjadi salah satu hal yang masih perlu ditangani sebelum fasilitas dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.Dispar Kukar berharap dukungan pengadaan peralatan dan penyelesaian kebutuhan gedung dapat mempercepat pemanfaatannya sebagai ruang aktivitas komunitas serta pengembangan ekonomi kreatif di Tenggarong. (rry/bby/adv)
Tags:
ekraf kukar
2 jam yang lalu
3 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu