Lahan Sekolah Rakyat Muara Badak Bertambah Jadi Lebih dari 7 Hektare, Dokumen Masuk Kemensos

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara Sunggono memberikan keterangan mengenai perkembangan persiapan Sekolah Rakyat di Kecamatan Muara Badak, Sabtu (17/10/2026). (Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM — Persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, terus berjalan. Luas lahan yang sebelumnya disiapkan sekitar 5 hektare kini bertambah menjadi lebih dari 7 hektare, sementara dokumen usulan telah masuk ke Kementerian Sosial.

Sekretaris Daerah Kukar Sunggono mengatakan pemerintah daerah juga telah melakukan pembersihan lahan sebagai bagian dari persiapan fisik lokasi.

“Secara dokumen, saat ini prosesnya sudah berada di Kementerian Sosial. Sementara itu, secara fisik di lapangan sudah dilakukan land clearing atau pembersihan lahan,” kata Sunggono di Pendopo Wakil Bupati, Tenggarong, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, penambahan luas lahan menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat.

Ia berharap proses administrasi dan persiapan dapat berjalan sehingga pembangunan fisik bisa dimulai pada 2027.

“Lokasinya berada di Kecamatan Muara Badak. Kita berharap, mudah-mudahan tahun depan pembangunan Sekolah Rakyat sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Luas Lahan Bertambah

Sunggono mengatakan luas lahan yang semula dipersiapkan sekitar 5 hektare kini telah berkembang menjadi lebih dari 7 hektare.

Namun, status kesiapan akhir lahan masih bergantung pada hasil verifikasi dan ketentuan pemerintah pusat.

Kementerian Sosial sebelumnya menyebut Sekolah Rakyat permanen membutuhkan lahan sekitar 8,5 hektare untuk menampung fasilitas pendidikan, asrama, ruang makan, sarana olahraga, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Karena itu, penambahan lahan di Muara Badak menunjukkan progres persiapan, tetapi belum dapat diartikan bahwa seluruh persyaratan teknis pembangunan telah dinyatakan terpenuhi oleh pemerintah pusat.

Pembangunan Diharapkan Mulai 2027

Sunggono mengatakan proses dokumen saat ini berada di Kementerian Sosial.

Pemkab Kukar berharap tahapan tersebut dapat diselesaikan sehingga pembangunan Sekolah Rakyat di Muara Badak dapat dimulai tahun depan.

Program Sekolah Rakyat merupakan sekolah gratis berasrama yang dikembangkan pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pemerintah telah mengoperasikan Sekolah Rakyat secara bertahap sejak 2025 dan terus menambah lokasi permanen di sejumlah daerah.

Sasaran Siswa Masih Menunggu Ketentuan Final

Terkait calon siswa, Sunggono mengatakan Pemkab mempersiapkan program tersebut untuk masyarakat pada kelompok kesejahteraan rendah.

“Sepanjang calon siswa tersebut masuk dalam kategori desil 1 hingga 4, insyaallah mereka memenuhi kriteria untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat,” katanya.

Namun, ketentuan nasional yang dipublikasikan Kementerian Sosial sejauh ini masih menempatkan keluarga pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai sasaran utama Sekolah Rakyat.

Dengan demikian, cakupan akhir calon siswa Sekolah Rakyat Muara Badak tetap perlu menyesuaikan petunjuk dan penetapan pemerintah pusat.

Pemkab Kukar kini melanjutkan proses administrasi dan kesiapan lahan sambil menunggu tahapan berikutnya dari Kementerian Sosial. Jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi, pembangunan Sekolah Rakyat Muara Badak diharapkan mulai berjalan pada 2027. (rry/bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Sekolah Rakyat Muara Badak