Pemkab Kukar Siapkan Panen Raya Padi Semayang, Distanak Prediksi Berlangsung hingga Desember

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara Muhammad Rifani saat diwawancarai terkait rencana panen raya padi di Desa Semayang, Tenggarong, Selasa (27/10/2026). (Foto: Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan pelaksanaan panen raya padi di Desa Semayang pada November 2026. Sementara masa panen petani di kawasan tersebut diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Desember dan berpotensi berlanjut sampai akhir bulan karena waktu tanam tidak serentak.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri sebelumnya menyampaikan rencana panen raya di Desa Semayang dalam waktu sekitar dua minggu setelah diwawancarai pada Senin (26/10/2026). Pemkab Kukar masih mengumpulkan data untuk memastikan luasan lahan yang akan dipanen.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Rifani mengatakan panen di Semayang berlangsung bertahap mengikuti waktu tanam petani yang menyesuaikan kondisi danau.

“Panen mulai berlangsung pada awal November dan diperkirakan berlanjut hingga pertengahan Desember. Bahkan, bisa sampai akhir Desember karena waktu tanam petani tidak serentak,” kata Rifani saat diwawancarai di Gedung Bappeda Kukar, Tenggarong, Selasa (27/10/2026).

Menurut Rifani, petani mulai menanam ketika kondisi danau mengering dan lahan memungkinkan untuk ditanami. Waktu mulai tanam berbeda antarpelaku usaha tani sehingga jadwal panennya juga tidak berlangsung serentak.

Selain Semayang, kegiatan pertanian padi juga berlangsung di sejumlah wilayah lain. Penanaman dilakukan di Desa Pela, sedangkan masa panen di wilayah Melintang diperkirakan mulai pada awal Desember. Penanaman padi juga dilakukan di Jantur, tepatnya di anak Danau Jempang.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, pemerintah memberikan bantuan benih sekitar 1,5 ton masing-masing untuk Semayang dan Pela. Rifani mengatakan bantuan tersebut bersifat stimulan karena sebagian petani juga menggunakan benih yang dibeli secara mandiri.

“Kalau dari bantuan 1,5 ton itu, perkiraan luasan tanamnya sekitar 10–15 hektare,” ujarnya.

Varietas padi yang ditanam petani juga beragam. Benih bantuan pemerintah menggunakan varietas yang telah ditentukan, sedangkan petani yang membeli benih secara swadaya menggunakan varietas yang bervariasi. Perbedaan varietas dan waktu tanam turut memengaruhi jadwal panen.

Rifani menilai kawasan tersebut memiliki potensi untuk produksi padi. Menurutnya, kebutuhan input pertanian relatif sedikit dan kondisi tanah cukup subur karena mendapat sedimentasi dari danau.

Namun, Distanak Kukar belum dapat memastikan angka produktivitas maupun total produksi padi. Pengukuran masih akan dilakukan melalui metode ubinan untuk memperkirakan hasil panen berdasarkan luas lahan.

Dampak musim kemarau terhadap hasil panen juga masih dievaluasi. Rifani memperkirakan penurunan produksi berpotensi terjadi pada tanaman yang ditanam sebelum Juli, sedangkan tanaman yang ditanam setelah periode tersebut dinilai masih relatif normal.

“Penurunan produksi kemungkinan terjadi pada tanaman yang ditanam sebelum Juli. Sementara itu, tanaman yang ditanam setelahnya masih relatif normal. Namun, pengaruh musim kemarau terhadap produksi secara keseluruhan belum bisa kita perkirakan karena masih ada beberapa lahan yang belum dipanen,” katanya.

Distanak Kukar akan mengevaluasi hasil setelah seluruh lahan selesai dipanen dan pengukuran ubinan dilakukan. Data tersebut akan digunakan untuk mengetahui produktivitas sekaligus melihat dampak musim kemarau terhadap produksi padi secara keseluruhan. (rry/bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara

Pertanian