Pemkab Kukar Siapkan Tiga Strategi Perluas Akses Air Bersih

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Rabu (28/10/2026). (Foto: Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan tiga strategi untuk memperluas akses air bersih kepada masyarakat. Langkah itu dilakukan saat cakupan layanan masih berada di kisaran 60 persen dan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) disebut masih sekitar 48 persen.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan perluasan akses air bersih menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Pemenuhan air minum dan sanitasi juga masuk dalam standar pelayanan minimal (SPM) pemerintah.

“Kita memiliki tiga strategi. Pertama, memenuhi kebutuhan melalui PDAM. Kedua, melalui dukungan pemerintah daerah. Ketiga, melibatkan masyarakat,” kata Aulia seusai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Rabu (28/10/2026).

Menurut Aulia, layanan PDAM belum dapat menjangkau seluruh wilayah Kukar. Untuk daerah yang belum terlayani jaringan, pemerintah daerah akan menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, antara lain melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Ia mengatakan kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, dan badan usaha milik daerah diperlukan untuk memperluas jangkauan layanan.

“Harus kita akui, cakupan layanan air bersih kita saat ini belum mencapai 70 persen, masih di angka 60 sekian persen. Sementara itu, tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) masih tinggi, sekitar 48 persen. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita benahi bersama dan menjadi salah satu prioritas yang ingin kita tuntaskan pada masa pemerintahan kami,” ujarnya.

Selain memperluas jaringan pelayanan, Pemkab Kukar juga menyiapkan pendekatan khusus untuk wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air baku tawar.

Aulia mencontohkan Desa Sepatin. Selama belum memiliki fasilitas pengolahan sendiri, kebutuhan air masyarakat di wilayah tersebut dipasok dari Anggana.

“Untuk wilayah seperti Sepatin, kita akan menggunakan pengolahan tersendiri. Selama belum ada pengolahan, air diambil dari Anggana dan dibawa ke Sepatin,” katanya.

Aulia mengatakan PDAM telah bekerja sama dengan salah satu perusahaan untuk menguji teknologi pengolahan air menggunakan membran di Tenggarong. Jika pengujian tersebut berhasil, teknologi serupa berpeluang diterapkan di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air tawar, termasuk daerah dengan sumber air asin.

Menurutnya, penggunaan teknologi pengolahan tersebut berpotensi membutuhkan biaya lebih besar. Namun, pemerintah daerah tetap perlu mencari solusi karena akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Pemkab Kukar berharap kombinasi perluasan layanan PDAM, dukungan pemerintah daerah, serta pendekatan berbasis masyarakat dapat meningkatkan cakupan layanan. Teknologi pengolahan air juga disiapkan sebagai alternatif untuk wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air baku. (rry/bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Air Bersih Kukar

Pemkab Kukar