Kategory
Info Daerah,
15-10-2026 15:30:28
Anggota Komisi II DPRD Kutai Kartanegara Rahmat Dermawan mengunjungi usaha tempe tradisional di Kelurahan Muara Jawa Ulu untuk menyerap aspirasi terkait produksi dan harga bahan baku kedelai. (Istimewa)
Muara Jawab, SISIKOTA.COM — Anggota Komisi II DPRD Kutai Kartanegara Rahmat Dermawan menemui perajin tempe di Kelurahan Muara Jawa Ulu untuk menyerap persoalan yang dihadapi pelaku usaha kecil, terutama terkait ketersediaan dan harga bahan baku kedelai.
Dalam kunjungan tersebut, Rahmat mendatangi usaha tempe tradisional milik Sugeng sekaligus melihat langsung proses produksi yang dilakukan setiap hari.
Sugeng mengatakan salah satu persoalan yang paling dirasakan adalah perubahan harga kedelai yang memengaruhi biaya produksi.
“Kami kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku kedelai yang harganya sering kali tidak stabil di pasaran. Fluktuasi harga ini menempatkan kami dalam situasi yang sulit; harus memilih antara menaikkan harga jual yang berisiko menurunkan daya beli konsumen atau mempertahankan harga dengan mengorbankan keuntungan yang sudah sangat tipis,” ujar Sugeng.
Menurutnya, kepastian pasokan dan harga bahan baku penting agar usaha tetap dapat berjalan tanpa harus terlalu sering menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
Sugeng berharap pemerintah daerah dapat membantu membuka akses terhadap pasokan kedelai yang lebih mudah dan terjangkau bagi perajin.
Bagi usaha skala kecil, perubahan biaya bahan baku langsung memengaruhi ruang keuntungan karena harga jual tidak selalu mudah dinaikkan.
Keluhan tersebut menjadi perhatian Rahmat karena usaha pengolahan pangan seperti tempe menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Secara nasional, Badan Pangan Nasional mencatat harga kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe pada awal Oktober 2026 masih relatif terkendali. Namun, kondisi yang dialami setiap daerah dapat berbeda karena dipengaruhi rantai distribusi dan harga yang diterima perajin di tingkat lokal.
Rahmat mengatakan aspirasi yang disampaikan pelaku usaha akan dibawa dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.
“Setiap masukan dari pelaku UMKM di lapangan tidak akan berhenti sebagai catatan semata, melainkan akan dikawal serius dan dirumuskan menjadi program kebijakan nyata di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pada waktu yang akan datang,” kata Rahmat.
Ia menilai keberlangsungan usaha kecil perlu mendapat perhatian karena perubahan biaya bahan baku dapat langsung memengaruhi kemampuan produksi.
Namun, bentuk kebijakan maupun intervensi yang dapat dilakukan pemerintah daerah masih harus dibahas dengan perangkat daerah terkait.
Dengan demikian, pernyataan Rahmat belum berarti sudah ada program khusus stabilisasi harga kedelai bagi perajin.
Sebelum kunjungan tersebut, Rahmat juga telah memberikan bantuan berupa sejumlah peralatan penunjang produksi kepada usaha tempe milik Sugeng.
Peralatan itu diharapkan membantu proses produksi menjadi lebih efisien serta mendukung kebersihan dan kapasitas pengolahan.
Rahmat mengatakan kunjungan langsung diperlukan untuk mengetahui persoalan yang tidak selalu terlihat dari data atau rapat formal.
Bagi DPRD, aspirasi mengenai bahan baku, dukungan alat produksi, dan keberlanjutan usaha tersebut dapat menjadi bahan dalam menjalankan fungsi pengawasan maupun pembahasan program bersama pemerintah daerah. (rry/bby/adv)
Tags:
DPRD Kukar
Rahmat Dermawan
13 jam yang lalu
13 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
17-10-2026 15:13:18