Sopan Sopian Kawal Revitalisasi SDN 021 Tenggarong Pascakebakaran

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara Sopan Sopian memberikan keterangan mengenai pemulihan SDN 021 Tenggarong yang terdampak kebakaran. Ia mendorong percepatan revitalisasi sekolah sekaligus perhatian terhadap guru yang ikut terdampak. (Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM — Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara Sopan Sopian mendorong percepatan pemulihan SDN 021 Tenggarong yang terdampak kebakaran di kawasan Loa Ipuh.

Menurutnya, pemulihan fasilitas sekolah perlu dipastikan berjalan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal.

“Kami berharap pemerintah segera melakukan revitalisasi atau rehabilitasi terhadap gedung sekolah yang terdampak kebakaran. Pemulihan ini perlu menjadi perhatian agar aktivitas belajar mengajar bisa kembali berjalan dengan baik,” kata Sopan saat ditemui di Hotel Grand Elty Singgasana Bukit Biru, Tenggarong, Senin (19/10/2026).

Sopan mengatakan persoalan sekolah terdampak kebakaran telah menjadi salah satu perhatian Komisi IV DPRD Kukar.

Ia menyebut DPRD telah membahas kondisi tersebut bersama pimpinan dewan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait penanganan fasilitas pendidikan.

Revitalisasi Sudah Masuk Proses

Dorongan Sopan sejalan dengan langkah yang telah dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar.

Disdikbud sebelumnya telah melakukan identifikasi kerusakan dan mengusulkan revitalisasi sekolah kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan. BPMP Kaltim juga telah meninjau langsung SDN 021 Tenggarong setelah kebakaran. bpmpkaltim.kemendikdasmen.go.id

Karena itu, Sopan berharap proses yang sudah berjalan dapat terus dikawal sampai perbaikan fasilitas benar-benar terealisasi.

Kebakaran tersebut berdampak pada sejumlah ruang sekolah dan mengganggu kegiatan belajar mengajar. BPMP Kaltim mencatat tiga ruang kelas dan empat toilet mengalami kerusakan berat. bpmpkaltim.kemendikdasmen.go.id

Guru Terdampak Juga Perlu Diperhatikan

Selain fasilitas sekolah, Sopan meminta kondisi tenaga pendidik yang ikut terdampak kebakaran tidak luput dari perhatian.

Ia menyebut terdapat guru yang rumahnya ikut terdampak sehingga membutuhkan kelonggaran selama menjalani proses pemulihan.

“Kami berharap Disdikbud dapat mengatur kebijakan dispensasi bagi guru yang terdampak, terutama berkaitan dengan absensi dan kehadiran. Dengan begitu, mereka mendapat kelonggaran untuk menghadapi kondisi pascakebakaran, tanpa mengabaikan tugas dan kewajibannya sebagai tenaga pendidik,” jelasnya.

Disdikbud sebelumnya juga telah menyatakan memberikan kelonggaran absensi kepada guru yang terdampak.

Dengan demikian, perhatian DPRD diarahkan agar kebijakan tersebut benar-benar berjalan dan tidak menimbulkan persoalan administratif bagi tenaga pendidik yang sedang memulihkan kondisi keluarganya.

Pemulihan Sekolah dan Guru Berjalan Bersamaan

Sopan menilai penanganan pascakebakaran di sektor pendidikan tidak cukup hanya memperbaiki bangunan.

Kondisi guru dan siswa juga perlu menjadi bagian dari proses pemulihan.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung sambil proses revitalisasi berjalan.

Komisi IV DPRD Kukar akan terus mendorong agar pemulihan fasilitas pendidikan dan kebutuhan tenaga pendidik yang terdampak mendapat perhatian sesuai kewenangan pemerintah daerah. (rry/bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

DPRD Kukar