Kategory
Info Daerah,
30-10-2026 22:21:33
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kutai Kartanegara Syafliansyah saat diwawancarai mengenai pendampingan dan asesmen psikologis terhadap korban kekerasan di Kukar. (Foto: Harry/Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar) mengandalkan pendampingan langsung dalam melakukan asesmen psikologis terhadap korban kekerasan. Tim psikolog dapat mendatangi korban di kecamatan, termasuk wilayah yang jauh dari Tenggarong.
Kepala DP3A Kukar Syafliansyah mengatakan pihaknya kerap diminta membantu kepolisian dalam proses asesmen korban karena tenaga psikolog tersedia di instansinya.
Jika kasus terjadi di luar Tenggarong, tim dapat mendatangi lokasi untuk melakukan pendampingan dan asesmen secara langsung.
“Misalnya, jika ada kasus di Kecamatan Tabang, maka tim kami yang akan melakukan asesmen terhadap korban. Kami yang akan mendatangi langsung lokasi. Jika memang tidak memungkinkan, korban bisa dibawa ke Tenggarong untuk mendapatkan pendampingan,” kata Syafliansyah saat diwawancarai di Gedung Bappeda Kukar, Tenggarong, Kamis (29/10/2026).
Menurut Syafliansyah, asesmen psikologis tidak dapat sepenuhnya dilakukan melalui komunikasi daring.
Psikolog perlu bertemu langsung dengan korban untuk mengamati respons dan gerak tubuh sebagai bagian dari proses penilaian.
Karena itu, kehadiran tenaga psikolog di lokasi tetap diperlukan dalam penanganan sejumlah kasus.
Saat ini, DP3A Kukar memiliki 10 tenaga psikolog yang bertugas di unit pelaksana teknis (UPT).
Meski demikian, kebutuhan penambahan tenaga masih dipetakan dengan melihat perkembangan jumlah kasus dari tahun ke tahun.
“Kami perlu melihat apakah jumlah psikolog yang tersedia sekarang sudah mencukupi atau masih membutuhkan tambahan. Kami juga tidak bisa langsung melakukan perekrutan tanpa melihat perkembangan kasus,” ujarnya.
Syafliansyah mengatakan perkembangan jumlah kasus menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebutuhan tenaga psikolog.
Jika kebutuhan pelayanan meningkat, jumlah tenaga yang tersedia akan dievaluasi. Sebaliknya, penambahan personel tetap harus mempertimbangkan kondisi kasus serta penggunaan anggaran.
Di sisi lain, Syafliansyah berharap kasus kekerasan yang menimpa anak di Kukar dapat terus ditekan.
Ia mengatakan laporan kasus masih diterima setiap hari dan membutuhkan penanganan dari tim DP3A Kukar. (rry/bby/adv)
Tags:
DP3A Kukar
2 jam yang lalu
5 jam yang lalu
19 jam yang lalu
19 jam yang lalu
1 hari yang lalu
29-10-2026 14:49:13