Kategory
Info Daerah,
08-09-2025 10:17:15
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memberikan keterangan pers usai menghadiri penyerahan ijazah kesetaraan dan pelatihan tata boga di Kecamatan Loa Kulu, Senin (8/9/2025). (Kontributor Sisikota.com)
Loa Kulu, SISIKOTA.COM - Transformasi ekonomi di Kecamatan Loa Kulu kini mengambil arah baru. Tak lagi semata bergantung pada tambang batu bara, pemerintah daerah menggandeng masyarakat untuk membangun kemandirian berbasis pendidikan dan keterampilan. Senin (8/9/2025), dalam acara penyerahan ijazah Paket C PKBM Putri Karang Melenu, sebanyak 102 peserta didik yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga resmi lulus sekaligus menerima bekal keterampilan tata boga dan pengolahan makanan tradisional.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri hadir langsung dan menegaskan pentingnya keterampilan sebagai modal ekonomi baru. “Bagi ibu-ibu yang belajar tata boga, setelah menerima ijazah Paket C, mereka dibekali keterampilan membuat kue, masakan bergizi, dan memanfaatkan bahan lokal yang kini bisa menjadi usaha mandiri atau bahkan mitra bisnis baru bagi industri lokal seperti MHU,” ujar Aulia.
Keterlibatan PT Multi Harapan Utama (MHU) dalam program ini memberi dampak strategis. Tak hanya sebagai pemegang izin tambang, MHU berperan sebagai mitra pembangunan berkelanjutan melalui program CSR. Dari total lulusan, 30 persen telah diproyeksikan mendapat peluang kolaborasi dengan perusahaan, baik dalam bentuk penyediaan makanan bergizi untuk karyawan maupun mendirikan unit produksi kecil di sekitar area operasi.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini. MHU tak hanya ingin bertanggung jawab di lingkungan, tapi juga berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Aulia. Ia menambahkan, “Melalui program ini, kami membantu mengarahkan potensi sumber daya manusia lokal ke arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.”
Dengan bekal ijazah dan keterampilan, ibu-ibu lulusan PKBM diarahkan membentuk dapur umum serta kelompok usaha desa yang terhubung dengan jaringan MHU. Program ini juga sinkron dengan kebijakan nasional makan bergizi gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto, sekaligus memperkuat posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi mikro. “Kekuatan terbesar bukan di tambang, tapi di tangan ibu-ibu yang bisa mengekspresikan kekuatan lokal lewat dapur, kue, dan makanan bergizi,” tegas Aulia.
Transformasi ini menjadi simbol perubahan dari ekonomi berbasis eksploitasi menuju ekosistem komunitas yang saling mendukung. Penutup acara mencatat sebuah arah baru: kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan industri yang menempatkan manusia sebagai pusat keberlanjutan. (nur/adv)
Tags:
aulia rahman basri
Bupati Kukar
bupati kutai kartanegara
Loa Kulu
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu