Kategory
Info Daerah,
25-05-2026 17:26:13
Sejumlah sapi kurban di salah satu titik penjualan di Jalan Lais, Tenggarong, menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan Distanak Kukar. (Harry/sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM — Sebanyak 124 ekor sapi kurban di salah satu titik penjualan di Jalan Lais, Tenggarong, dinyatakan sehat setelah diperiksa dokter hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar. Pemeriksaan dilakukan melalui tahap antemortem sebelum penyembelihan dan postmortem setelah penyembelihan untuk memastikan hewan layak dikurbankan serta aman dikonsumsi.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, meninjau langsung pemeriksaan hewan kurban tersebut pada Senin (25/5/2026). Ia mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar di Kukar memenuhi standar kesehatan sebelum diperjualbelikan kepada masyarakat.
“Kita melakukan peninjauan untuk memeriksa kondisi hewan kurban yang beredar di Kabupaten Kutai Kartanegara. Ini bagian dari upaya kita untuk memastikan bahwa hewan kurban yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara itu sehat dan secara standar terpenuhi standar kesehatan hewannya,” ujar Aulia.
Menurut Aulia, hewan yang telah dinyatakan sehat akan diberi tanda khusus. Tanda tersebut menjadi bukti bahwa hewan telah lolos pemeriksaan dari petugas berwenang.
“Tadi kita sudah menempelkan tanda bahwa hewan tersebut sehat. Seluruh hewan kurban yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara sudah dicek oleh teman-teman dari Dinas Pertanian dan Peternakan bersama dokter hewan yang memiliki kompetensi,” katanya.
Aulia berharap pemeriksaan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama saat mengonsumsi daging kurban pada Iduladha.
“Mudah-mudahan warga masyarakat bisa mengonsumsi hewan kurban yang baik, aman, dan sudah dinyatakan sehat oleh pihak yang berwenang,” ujarnya.
Sementara itu, dokter hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Gunawan Nanang, menjelaskan pemeriksaan kesehatan sapi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah antemortem, yakni pemeriksaan sebelum hewan disembelih.
“Standar pemeriksaan sapi itu ada dua, yaitu antemortem dan postmortem. Antemortem dilakukan sebelum disembelih,” jelasnya.
Pada tahap antemortem, petugas memeriksa kondisi fisik sapi. Beberapa indikator yang dilihat antara lain mata, hidung, mulut, air liur, hingga cara berjalan hewan.
“Kalau pemeriksaan antemortem, yang dilihat antara lain mata sapi tidak berair dan terlihat cerah, hidung tidak berlendir, mulut tidak berlendir atau berliur, kemudian jalannya tidak pincang,” kata Gunawan.
Ia memastikan 124 ekor sapi yang diperiksa di lokasi tersebut berada dalam kondisi sehat.
“Sebanyak 124 ekor sapi yang diperiksa sejauh ini dalam kondisi sehat semua. Pemeriksaan sudah saya lakukan sejak hari Jumat kemarin,” ujarnya.
Setelah penyembelihan, pemeriksaan dilanjutkan melalui tahap postmortem. Pada tahap ini, petugas akan memeriksa organ dalam hewan untuk memastikan tidak ada tanda penyakit.
“Biasanya yang diperiksa itu hati, jantung, usus, ginjal, dan organ dalam lainnya, untuk memastikan tidak ada perubahan di daerah tersebut,” jelas Gunawan.
Pelayanan pemeriksaan hewan kurban dilakukan hingga dua hari sebelum distribusi hewan ke berbagai wilayah. Hewan yang dinyatakan sehat akan dilengkapi surat keterangan kesehatan dari petugas berwenang.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjadi bagian dari langkah Pemkab Kukar menjelang Iduladha. Warga yang hendak membeli hewan kurban diimbau memastikan hewan telah diperiksa dan memiliki tanda atau keterangan sehat dari petugas. (rry)
Tags:
sapi kurban
17 jam yang lalu
18 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu