Kategory
Info Daerah,
13-11-2025 19:21:21
Dua mahasiswa asal Kukar yang lolos seleksi PKN STAN menerima bantuan laptop dan dukungan pendidikan dari Pemkab Kukar dan Baznas, usai penandatanganan kerja sama peningkatan SDM keuangan daerah. (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Dari 200 pendaftar asal Kalimantan Timur yang mengikuti seleksi masuk Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN tahun 2025, hanya dua yang berasal dari Kutai Kartanegara (Kukar). Angka kecil itu mengemuka di tengah ambisi besar pemerintah daerah membangun sumber daya manusia unggul di bidang keuangan negara.
Dua nama itu—M. Reza Saputra dan Reinhard Qadavi Reysa, keduanya lulusan SMA Negeri 2 Tenggarong—menjadi simbol dari jurang yang memisahkan aspirasi dan kesiapan. Sebab, dari 40 peserta asal Kukar, hanya mereka yang berhasil menembus seleksi nasional yang dikenal ketat dan kompetitif itu.
Kondisi tersebut menjadi refleksi bagi Pemkab Kukar. Di satu sisi, daerah dengan pendapatan miliaran rupiah per tahun tengah giat membangun infrastruktur. Namun di sisi lain, ketersediaan tenaga muda dengan kompetensi fiskal dan akuntabilitas publik masih jauh dari cukup.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyebut hal ini sebagai “peringatan dini” bagi masa depan tata kelola keuangan daerah. Ia menilai, tanpa investasi serius pada pendidikan aparatur, daerah akan sulit menjaga kemandirian fiskalnya.
“Ini implementasi nyata dari visi Beasiswa Kukar Idaman Terbaik. Kami ingin menyiapkan calon aparatur yang tidak hanya cerdas, tapi juga berintegritas dalam mengelola keuangan publik,” ujar Sunggono usai menandatangani perjanjian kerja sama dengan PKN STAN di Tangerang, Rabu (12/11/2025).
Melalui perjanjian itu, Kukar dan PKN STAN sepakat membangun program pembibitan calon ASN bidang keuangan negara. Tujuannya jelas: mencetak aparatur dari daerah untuk daerah, dengan kemampuan teknis dan etika profesional yang memadai.
“Kami patut berbangga. Dua putra daerah sudah membuktikan bisa bersaing di tingkat nasional. Ini awal yang baik untuk membangun ekosistem SDM unggul,” kata Sunggono.
Data menunjukkan, selama lima tahun terakhir, hanya 5 siswa asal Kukar yang berhasil diterima di PKN STAN. Angka itu tergolong rendah dibanding kabupaten lain di Kaltim. Padahal, Kukar memiliki lebih dari 30 SMA/SMK dan mendanai program beasiswa pelajar hampir setiap tahun.
Wakil Direktur Bidang Keuangan Umum PKN STAN, Media, menilai langkah Kukar menggandeng kampusnya sebagai kemitraan strategis yang langka di tingkat daerah. Ia menyebut, sebagian besar pemerintah kabupaten masih menempatkan investasi pendidikan pada tataran bantuan finansial, bukan pembangunan kapasitas jangka panjang.
“Kami mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Ini contoh bagaimana daerah mau berinvestasi pada SDM-nya sendiri, bukan hanya pada infrastruktur,” ujar Media.
Ia menambahkan, PKN STAN tidak hanya mendidik di bidang teknis keuangan, tetapi juga membentuk karakter dan integritas mahasiswanya agar siap menjadi aparatur profesional.
Sebagai bagian dari komitmen itu, dua mahasiswa asal Kukar yang lolos tahun ini juga menerima bantuan laptop dari Baznas Kukar. Bantuan diberikan agar mereka dapat mengikuti perkuliahan dengan dukungan digital yang memadai.
“Ini bentuk kepedulian Pemkab Kukar dan Baznas terhadap mahasiswa berprestasi dari daerah. Pendidikan sekarang menuntut kesiapan digital, jadi dukungan seperti ini penting,” kata Sunggono.
Rapat kecil di ruang kerja Sekda pagi itu berakhir dengan satu catatan di papan tulis: “Dari dua, menuju dua ratus.” Tulisan itu mewakili tekad pemerintah daerah untuk mengubah statistik kecil hari ini menjadi fondasi besar bagi kemandirian masa depan Kukar. (*)
Tags:
PKN STAN
Sunggono
sunggono sekda kukar
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu