Kategory
Info Daerah,
12-08-2025 11:44:50
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Thauhid Afrilian Noor. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Strategi efisiensi kini menjadi pilihan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mempercepat perbaikan sekolah di tengah keterbatasan anggaran. Dengan fokus pada rehabilitasi ringan dan pemanfaatan perabot yang masih layak, langkah ini ditempuh agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengakui bahwa ruang gerak instansinya cukup terbatas. Dari total anggaran, sekitar 56 persen terserap untuk belanja pegawai, menyisakan dana pembangunan yang relatif kecil. Situasi ini membuat perbaikan sekolah tidak bisa dilakukan serentak di seluruh wilayah. “Ini menjadi strategi untuk mempercepat pengerjaan tanpa membebani anggaran secara berlebihan. Kalau ada sekolah yang belum kebagian perbaikan, kami harap bisa bersabar. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin, tapi anggaran memang tidak sebesar sebelumnya,” ujarnya pada Selasa (12/8/2025).
Meski begitu, ada dukungan dari pemerintah pusat yang memberi ruang gerak lebih luas. Sedikitnya 30 sekolah di Kukar masuk dalam program revitalisasi pusat, dengan pelaksanaan kegiatan dikelola langsung oleh masing-masing sekolah. Bantuan ini, kata Thauhid, menjadi tambahan penting dalam mempercepat layanan dasar pendidikan. “Bantuan ini sangat membantu percepatan layanan dasar pendidikan, apalagi untuk sekolah-sekolah yang belum tersentuh,” jelasnya.
Efisiensi juga diterapkan pada pengadaan mebel sekolah. Kursi dan meja yang masih layak pakai dikumpulkan dari sejumlah sekolah untuk didistribusikan ke sekolah lain yang kekurangan. “Contohnya di CP9, mereka tidak dapat kursi baru, tapi kami maksimalkan kursi lama yang masih bagus,” tutur Thauhid. Sementara itu, mebel baru akan diprioritaskan untuk ruang kelas baru agar anggaran bisa dialihkan ke kebutuhan lain.
Dengan strategi ini, Disdikbud berusaha menjaga keseimbangan antara keterbatasan anggaran dan kebutuhan pendidikan yang terus meningkat. Thauhid menegaskan bahwa setiap langkah diambil dengan perhitungan agar manfaatnya tetap merata. “Untuk sementara, kami hitung dulu mana yang masih bisa digunakan agar bisa dialihkan ke sekolah lain yang membutuhkan,” tandasnya. (rb/adv)
Tags:
Disdikbud Kukar
thauhid afrilian noor
18 jam yang lalu
19 jam yang lalu
21 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu