Kategory
Info Daerah,
25-06-2025 14:55:14
Jembatan akses menuju Pulau Kumala di Tenggarong, salah satu ikon wisata Kutai Kartanegara yang tengah dibenahi dan dikembangkan untuk menghidupkan kegiatan UMKM lokal. (Kontributor Sisikota.com)
Tenggarong, SISIKOTA.COM - Di tengah aliran tenang Sungai Mahakam, Pulau Kumala berdiri sebagai ikon wisata Kutai Kartanegara (Kukar) yang terus berupaya menghidupkan kembali pesonanya. Tak hanya berbenah dari sisi infrastruktur dan daya tarik destinasi, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar kini mengarahkan fokus pada pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama denyut ekonomi kawasan.
Sebanyak 31 unit stand UMKM telah disiapkan di titik-titik strategis Pulau Kumala. Namun, geliat usaha baru terlihat di sekitar 10 hingga 15 pelaku yang konsisten beroperasi, mayoritas di sektor kuliner. Kehadiran mereka menjadi tanda awal perputaran ekonomi wisata, meski tantangan menjaga konsistensi kunjungan harian masih membayangi.
Ridha Fatrianta, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, menyebut perkembangan ini sebagai sinyal positif. “Ada beberapa yang benar-benar serius menekuni usahanya. Kami terus memantau dan memberikan ruang agar lebih banyak yang aktif,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan monitoring.
Dispar Kukar memandang keterlibatan komunitas lokal sebagai kunci. Strateginya mencakup pelatihan manajemen UMKM, promosi digital, hingga kolaborasi dengan pelaku pariwisata dan komunitas kreatif. Harapannya, Pulau Kumala dapat hidup setiap hari, bukan hanya di akhir pekan atau saat event besar.
“Kami ingin Pulau Kumala hidup setiap hari. Kalau ini tercapai, dampaknya bukan hanya untuk wisatawan, tapi langsung dirasakan warga sekitar,” tutur Ridha.
Kendala terbesar masih terletak pada rendahnya kunjungan di hari kerja. Meski begitu, kehadiran pelaku UMKM yang tetap setia berjualan menjadi modal awal menuju ekosistem wisata yang stabil. Untuk mengatasinya, Dispar Kukar tengah menyusun kalender kegiatan bulanan yang berisi event-event kecil sebagai penarik minat wisatawan.
“Kami sedang menyusun kalender kegiatan bulanan agar ada daya tarik rutin. Dengan begitu, UMKM tidak hanya mengandalkan momen musiman,” tambah Ridha. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan Pulau Kumala berkembang secara menyeluruh.
Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjadikan Pulau Kumala bukan sekadar destinasi yang indah dipandang, tetapi juga produktif secara ekonomi dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal. (nur/adv)
Tags:
dinas pariwisata kukar
Dispar Kukar
Pulau Kumala
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu