Kategory
Info Daerah,
06-09-2025 19:07:14
Camat Sangasanga, Muhammad Dachriansyah, memberikan keterangan soal program pengembangan UMKM yang menyasar 500 pelaku usaha lokal. (Kontributor Sisikota.com)
Sangasanga, SISIKOTA.COM - Di balik geliat ekonomi warga pesisir Mahakam, Kecamatan Sangasanga terus menguatkan langkahnya untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tumpuan utama peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan jumlah sekitar 500 unit usaha yang tersebar di berbagai kelurahan, sektor ini dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus menumbuhkan kemandirian ekonomi keluarga.
Camat Sangasanga, Muhammad Dachriansyah, menegaskan bahwa pengembangan UMKM bukan sekadar program pendukung, melainkan prioritas utama dalam agenda pelayanan publik kecamatan. Menurutnya, banyak potensi lokal yang bisa dioptimalkan apabila mendapat pendampingan dan akses dukungan yang memadai.
“Saat ini jumlah UMKM di Sangasanga sekitar 500, meliputi perdagangan kecil, usaha produksi makanan, dan usaha lainnya. Produk yang dihasilkan seperti gula gait, amplang, dan makanan ringan memiliki daya tarik tersendiri, baik untuk pasar lokal maupun peluang pasar lebih luas,” jelas Dachriansyah, Senin (15/9/2025).
Untuk memperkuat daya saing, pihak kecamatan bekerja sama dengan sejumlah instansi, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, dalam memberikan pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga akses permodalan. Pelatihan ini mencakup teknik produksi yang lebih higienis, strategi pemasaran digital, serta pengelolaan keuangan usaha agar UMKM dapat berkembang lebih profesional.
Tak berhenti di situ, bantuan konkret berupa alat produksi juga diberikan kepada pelaku usaha. Bantuan tersebut mencakup mesin jahit bagi kelompok usaha konfeksi, alat penangkapan ikan untuk nelayan kecil, hingga freezer bagi pedagang ikan dan daging agar kualitas produk tetap terjaga. “Kami berharap dengan adanya bantuan alat produksi, pelaku UMKM bisa menekan biaya operasional, meningkatkan volume produksi, dan akhirnya menambah penghasilan,” tambahnya.
Selain itu, Dachriansyah menekankan pentingnya legalitas dan standar mutu produk. Dalam program ini, pelaku UMKM juga difasilitasi untuk mengurus perizinan usaha serta diarahkan pada peningkatan kualitas produk sesuai standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Langkah ini, kata dia, menjadi kunci agar produk lokal tidak hanya berhenti di pasar tradisional, tetapi mampu menembus retail modern bahkan e-commerce.
Program pengembangan UMKM di Sangasanga juga diarahkan untuk mendorong keterlibatan generasi muda. Kecamatan membuka ruang bagi wirausaha baru dengan memfasilitasi pelatihan berbasis teknologi, seperti penggunaan platform digital untuk pemasaran dan transaksi. Dengan cara ini, anak muda diharapkan tertarik terjun ke dunia usaha, bukan sekadar mencari pekerjaan formal.
“Harapan kami, program pengembangan UMKM ini semakin menunjang kesejahteraan masyarakat, baik secara khusus maupun umum. Kami ingin UMKM di Sangasanga tidak hanya bertahan, tapi juga mampu berkembang menjadi motor penggerak ekonomi kecamatan,” pungkas Dachriansyah. (nur/adv)
Tags:
sangasanga
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu