60 Persen Masuk Kawasan IKN, Desa Batuah Fokus Ketahanan Pangan dan Pariwisata

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Peserta Musrenbangdes Desa Batuah berfoto bersama usai forum perencanaan pembangunan desa untuk RKPDes 2026 di Emastri Park KM 17, Kecamatan Loa Janan, Kamis (18/9/2025). (Kontributor Sisikota.com)


Loa Janan, SISIKOTA.COM - Lebih dari separuh wilayah Desa Batuah kini masuk dalam kawasan strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi ini membuat pemerintah desa harus berpikir lebih serius dalam menyusun arah pembangunan. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang digelar di Emastri Park KM 17 pada Kamis (18/9/2025) pun menjadi panggung penting untuk menentukan prioritas Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026.

Musrenbangdes dipimpin langsung oleh Kepala Desa Batuah, Abd Rasyid. Ia menegaskan agar perangkat desa hadir dengan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Saya ingin seluruh perangkat desa memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa ada pembiaran. Kalau ada masalah, diselesaikan. Pemerintah desa harus jadi yang paling depan hadir untuk warga,” tegasnya.

Agenda ini diikuti berbagai unsur desa, mulai dari LPM, BUMDes, PKK, lembaga adat, Kopdes Merah Putih, Karang Taruna, Forum Pemuda Batuah Bersatu (FPBB), BPD, kepala dusun, Ketua RT, tokoh pendekar, pendamping desa, bhabinkamtibmas, babinsa, PPL, koperasi, hingga kepala sekolah SD, SMP, dan SMK. Perwakilan dari sembilan perusahaan yang beroperasi di Batuah juga turut hadir memberikan dukungan.

Dalam forum tersebut, Abd Rasyid kembali mengingatkan posisi strategis desa yang bersentuhan langsung dengan kawasan inti IKN. “Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus mempersiapkan diri melalui ketahanan pangan dan pariwisata, terlebih sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa,” ujarnya.

Kesepakatan Musrenbangdes menghasilkan keputusan bahwa program pembangunan tahun 2025 yang belum terealisasi akan diprioritaskan pada tahun 2026. Program baru akan disusun dengan mekanisme peringkat usulan dari tiap dusun, disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia. Pemerataan pembangunan ditegaskan sebagai prinsip utama agar manfaat dirasakan adil oleh seluruh masyarakat. (nur/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

Desa Batuah

loa janan