8 Km Jalan Rusak Sebelimbingan–Tuana Tuha Butuh Rp90 Miliar, Warga Masih Menunggu Perbaikan

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Kondisi jalan berlumpur dan berlubang di jalur Sebelimbingan–Tuana Tuah, Kutai Kartanegara, yang hingga kini masih menjadi hambatan utama mobilitas warga. (Istimewa)


Tenggarong, SISIKOTA.COM - Sepanjang sekitar 8 kilometer jalan poros yang menghubungkan Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun, menuju Desa Tuana Tuah, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara, kini dalam kondisi rusak parah. Di sejumlah titik, badan jalan berubah menjadi lumpur dan lubang, membuat kendaraan harus melambat bahkan bergantian melintas.

Jalur ini merupakan akses utama warga pedalaman untuk aktivitas sehari-hari. Distribusi bahan pokok, hasil pertanian, hingga mobilitas antarwilayah ikut terdampak akibat kondisi jalan yang belum tertangani.

Kerusakan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp90 miliar untuk diperbaiki secara menyeluruh. Besarnya biaya menjadi salah satu tantangan utama dalam percepatan penanganan.

Permasalahan ini sebelumnya telah mendapat perhatian DPRD Kutai Kartanegara yang turun langsung meninjau kondisi lapangan pada awal April lalu. Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menyebut langkah itu merupakan respons atas berbagai keluhan masyarakat.

“Ini merupakan respon atas berbagai keluhan masyarakat, khususnya dari wilayah Dapil VI,” ujarnya.

Dari hasil peninjauan, diketahui kerusakan terjadi hampir di sepanjang 8 hingga 9 kilometer. Kondisi tersebut dinilai tidak memungkinkan untuk ditangani secara bertahap, melainkan membutuhkan perencanaan terstruktur.

Salah satu opsi yang didorong adalah skema Multi-Years Agreement (MYA) atau proyek tahun jamak, mengingat kebutuhan anggaran yang cukup besar.

“Kita ingin ada kepastian penanganan. Dengan skema MYA, pembangunan bisa lebih terjamin karena membutuhkan anggaran yang cukup besar,” tegas Ahmad Yani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa estimasi biaya perbaikan mencapai sekitar Rp10 miliar per kilometer.

“Memang ada sekitar 8 sampai 9 kilometer jalan yang rusak parah. Untuk penanganannya diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp90 miliar,” jelasnya.

Pemerintah daerah melalui Dinas PU menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti hasil peninjauan tersebut. Namun hingga kini, realisasi perbaikan masih bergantung pada skema pembiayaan dan penganggaran yang memungkinkan.

Hingga saat ini, jalan poros tersebut masih dalam kondisi rusak dan belum mendapatkan penanganan menyeluruh, sementara warga tetap mengandalkan jalur itu untuk aktivitas sehari-hari. (*)

Iklan sisikota.com

Tags:

sebelimbingan-tuana tuha