Kategory
Info Daerah,
05-08-2026 11:42:44
Dapur SPPG Sebulu Ulu di Kecamatan Sebulu yang menghentikan sementara operasional setelah sejumlah penerima MBG mengalami gangguan kesehatan. (Istimewa)
Tenggarong, SISIKOTA.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebulu Ulu menghentikan sementara produksi dan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah puluhan penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan pada Senin (3/8/2026). Penyebab kejadian belum dapat dipastikan karena sampel makanan masih diperiksa di laboratorium BPOM.
Kepala SPPG Sebulu Ulu yang dikelola Yayasan Wadah Lumbung Inklusi, Rahmatullah Ananda Putra, mengatakan operasional dapur dihentikan sementara untuk mendukung penanganan dan pendalaman atas kejadian tersebut. Kelanjutan layanan masih menunggu arahan pimpinan.
“Untuk hari ini kami tidak beroperasi karena masih menyelesaikan penanganan terkait kejadian kemarin. Kami masih menunggu hasil pendalaman dan pengumpulan data. Setelah itu, baru menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan,” kata Rahmatullah, Selasa (4/8/2026).
Menurut Rahmatullah, SPPG Sebulu Ulu menyiapkan 1.834 porsi makanan pada hari kejadian. Makanan tersebut didistribusikan ke sejumlah sekolah penerima manfaat di Kecamatan Sebulu.
Ia menyatakan pemeriksaan makanan telah dilakukan sebelum pendistribusian. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan organoleptik atau kondisi makanan menggunakan pancaindra. Petugas penanggung jawab di sekolah juga mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat.
“Kami mengikuti SOP yang berlaku. Di sini dilakukan pengecekan organoleptik terlebih dahulu, setelah itu baru didistribusikan. Di sekolah juga ada PIC yang ikut mencicipi sebelum makanan dibagikan,” ujarnya.
Rahmatullah juga menyebut bahan baku didatangkan setiap hari sehingga tidak disimpan dalam waktu lama. Menanggapi dugaan yang mengarah pada salah satu komponen menu, ia mengatakan pentol yang dibagikan diproduksi sendiri oleh dapur SPPG dan bukan produk beku.
“Bahan baku kami restok setiap hari, jadi selalu baru dan tidak disimpan lama. Pentol juga kami buat sendiri, bukan produk frozen,” katanya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar bersama Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan inspeksi ke dapur SPPG Sebulu Ulu. Tim memeriksa kondisi dapur, melakukan penyelidikan epidemiologi, serta mengamankan dua paket makanan yang masih utuh untuk diuji di laboratorium BPOM.
Kepala Dinkes Kukar Ismi Mufida mengatakan kewenangan instansinya dalam kejadian tersebut berfokus pada pelayanan kesehatan dan penelusuran penyebab gangguan yang dialami pasien.
Berdasarkan data Dinkes hingga Selasa, sekitar 85 orang telah mendapatkan penanganan medis. Sebanyak 82 orang menjalani rawat jalan, sedangkan tiga lainnya dirawat inap. Gejala yang dilaporkan antara lain mual, muntah, dan pusing.
Ismi menyebut kondisi mayoritas pasien tidak tergolong berat. Ketersediaan obat-obatan dan cairan infus juga dipastikan mencukupi untuk penanganan pasien.
Dinkes masih menelusuri sejumlah kemungkinan sumber gangguan kesehatan, mulai dari bahan makanan, proses pengolahan dan pendistribusian, hingga keterangan petugas dapur serta sekolah penerima manfaat.
Ismi meminta masyarakat tidak menyimpulkan bahwa salah satu komponen menu menjadi penyebab sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diterima.
“Saya belum bisa menyimpulkan makanan yang mana sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Jangan sampai nanti menyesatkan. Jadi, kami menunggu hasil laboratorium,” tegasnya.
Hasil pemeriksaan sampel makanan diperkirakan keluar dalam waktu sekitar dua pekan. Selama pendalaman berlangsung, kelanjutan operasional SPPG Sebulu Ulu menunggu hasil evaluasi dan arahan lebih lanjut. (rry)
Tags:
SPPG Sebulu Ulu
19 jam yang lalu
19 jam yang lalu
22 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu