Ada Peluang Kuliah Dibiayai 8 Semester, ISBI Kaltim Baru Terima 53 Mahasiswa

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Suasana pembukaan PKKMB ISBI Kalimantan Timur di Aula Eks Serapo UPTD Museum Mulawarman, Tenggarong, Selasa (8/9/2026). (Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM – Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur menerima 53 mahasiswa baru pada 2026. Jumlah tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan, meski terdapat peluang pembiayaan kuliah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hingga delapan semester.

Plt Rektor ISBI Kaltim Rina Martiara mengatakan penerimaan mahasiswa telah kembali dilaksanakan pada 2026 setelah berlangsung pada 2024 dan 2025.

“Untuk tahun 2026, ada 53 mahasiswa baru. Walaupun sebenarnya masih kurang, katanya karena sosialisasinya masih kurang,” ujar Rina saat pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ISBI Kaltim, Selasa (8/9/2026).

Rina menduga sosialisasi yang belum optimal turut memengaruhi jumlah mahasiswa baru. Karena itu, pihak kampus akan terus menyebarkan informasi mengenai penerimaan mahasiswa kepada masyarakat Kalimantan Timur.

“Kami terus melakukan promosi dan menyebarkan informasi mengenai penerimaan mahasiswa. Kuliah di ISBI Kalimantan Timur ini terbuka, termasuk bagi masyarakat yang sudah berusia lebih tua,” katanya.

Penerimaan mahasiswa ISBI Kaltim dilakukan melalui jalur mandiri. Saat ini, kampus tersebut menyediakan empat program studi jenjang sarjana, yakni Tari, Etnomusikologi, Film dan Televisi, serta Kriya.

Keempat program studi itu masih menjadi fokus pengembangan. Rencana pembukaan program studi Desain Interior akan dipertimbangkan setelah program yang tersedia saat ini dinilai semakin kuat.

“Semuanya masuk dalam program unggulan. Sebenarnya kami ingin menambah Desain Interior, tetapi untuk sekarang empat program studi ini dulu yang kami kembangkan karena masih perlu diperkuat,” jelas Rina.

Menurutnya, ISBI Kaltim juga mendapat dukungan tenaga pengajar dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Keberadaan kampus seni di Kaltim dinilai memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menempuh pendidikan seni tanpa harus keluar daerah.

“Anak-anak Kalimantan Timur harus semangat. Dosen yang mengajar di sini berasal dari ISI Yogyakarta. Biasanya untuk masuk ke ISI Yogyakarta cukup sulit, tetapi di sini tempatnya ada,” tuturnya.

Selain akses pendidikan seni, Rina menyebut terdapat peluang bagi mahasiswa memperoleh pembiayaan kuliah dari Pemprov Kaltim selama delapan semester. Kesempatan tersebut berlaku bagi mahasiswa yang masuk dalam skema pembiayaan pemerintah provinsi.

“Ini menjadi pekerjaan rumah saya untuk membuat seluruh anak-anak Kalimantan Timur merasa bahwa kuliah di ISBI itu keren. Apalagi mereka diberikan kesempatan untuk kuliah dan dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur selama delapan semester,” katanya.

ISBI Kaltim juga mulai mengembangkan lingkungan pendidikan yang inklusif. Rina menyebut saat ini terdapat sembilan mahasiswa inklusif, termasuk mahasiswa tuli dan penyandang disabilitas.

“Kami juga senang karena ada beberapa mahasiswa yang inklusif. Saat ini sudah ada sembilan mahasiswa inklusif, termasuk mahasiswa tuli dan penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Heriansyah mengatakan keberadaan ISBI Kaltim turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Berdasarkan data yang disampaikannya, sekitar 180 warga Kukar telah menyelesaikan pendidikan melalui ISBI Kaltim.

“Sampai dengan saat ini, ISBI sudah meluluskan sekitar 180 anak dari Kukar. Mudah-mudahan ini juga menjadi salah satu upaya Pemerintah Kukar untuk mendorong peralihan dari ekonomi ekstraktif ke ekonomi non-ekstraktif,” ujar Heriansyah.

Menurutnya, pendidikan seni dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang bagi pelaku seni untuk membangun ekosistem ekonomi baru di Kukar.

“Ekonomi non-ekstraktif ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa pelaku seni juga bisa menciptakan ekosistem seni yang berkembang di Kabupaten Kukar,” katanya.

Heriansyah meminta mahasiswa baru memanfaatkan kesempatan pendidikan tersebut secara sungguh-sungguh dan konsisten menyelesaikan perkuliahan.

Rina juga mengingatkan bahwa pendidikan seni tidak semata-mata diarahkan untuk memperoleh pekerjaan atau jabatan tertentu, tetapi membentuk pola pikir dan meningkatkan kemampuan mahasiswa.

“ISBI Kalimantan Timur tugasnya bukan menjadikan kalian pegawai negeri, tetapi mengubah mindset dan cara berpikir kalian tentang seni,” pungkasnya. (rry/bby)

Iklan sisikota.com

Tags:

ISBI Kaltim