Akbar Haka: Tempat Nongkrong Tenggarong Perlu Punya Pembeda dan Tarik Pengunjung Luar

                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Info Daerah

Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara dari Dapil I Tenggarong, Akbar Haka. (Harry/Sisikota.com)


Tenggarong, SISIKOTA.COM — Anggota DPRD Kutai Kartanegara, Akbar Haka, mendorong pengelola tempat nongkrong dan wisata kuliner di Tenggarong menawarkan konsep yang berbeda agar mampu menarik pengunjung dari luar kota.

Menurut Akbar, perluasan pasar penting karena usaha kuliner tidak dapat hanya mengandalkan warga lokal. Pada saat yang sama, perkembangan ruang berkumpul anak muda dinilainya perlu berjalan tanpa menghilangkan identitas budaya Kutai.

“Harapan kita, para pengelola tempat kuliner baru bisa membuat sesuatu yang berbeda. Bukan hanya anak-anak muda Tenggarong yang nongkrong, tetapi juga bisa menarik pelanggan dari luar kota dan daerah sekitarnya,” kata Akbar dalam momentum Hari Jadi Tenggarong ke-244, Senin (28/9/2026).

Ia menilai jumlah penduduk maupun anak muda yang menjadi pasar lokal Tenggarong tidak sebanyak di sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur. Karena itu, pengelola usaha perlu menghadirkan daya tarik yang dapat menjangkau pasar lebih luas.

Akbar juga menyoroti bertambahnya kedai kopi dan tempat nongkrong anak muda di Tenggarong. Menurutnya, perkembangan tersebut perlu diarahkan agar modernisasi dan pertumbuhan usaha tetap berjalan berdampingan dengan adat serta budaya setempat.

“Era sekarang adalah bagaimana kita menyinkronkan atau mengharmonisasikan budaya dan adat istiadat tanpa menghilangkan jati diri kita sebagai anak muda Kutai, di tengah modernitas,” ujarnya.

Ia berharap perkembangan tempat nongkrong tidak membuat identitas anak muda Kutai tersisih. Tenggarong, menurut Akbar, perlu tetap dikenal sebagai Kota Raja yang memiliki sejarah dan budaya sekaligus nyaman dikunjungi.

“Ketika orang datang ke Tenggarong, mereka akan tetap kagum bahwa ini memang Kota Raja,” katanya.

Selain tempat kuliner, Akbar menyoroti kondisi Pasar Tangga Arung Square yang menurutnya masih sepi pengunjung. Ia mendorong penyebab kondisi tersebut dipelajari agar dapat dirumuskan langkah untuk meningkatkan aktivitas di kawasan itu.

“Ini menjadi tantangan. Kita bisa mendorong wawasan dan melihat prospek Pasar Tangga Arung Square, apa penyebabnya sepi, dan apa yang bisa membuatnya ramai,” ucapnya.

Akbar menilai penguatan identitas kota, pengembangan destinasi, dan inovasi pelaku usaha menjadi tantangan yang perlu dijawab agar pertumbuhan ekonomi Tenggarong tidak hanya bergantung pada pasar lokal. (rry/bby/adv)

Iklan sisikota.com

Tags:

akbar haka

DPRD Kukar