Kategory
Info Daerah,
25-08-2026 13:32:42
Ruas jalan utama menuju pusat Kecamatan Muara Muntai terputus setelah longsor di Desa Kayu Batu, Selasa (25/8/2026) dini hari. (Istimewa)
Muara Muntai, SISIKOTA.COM – Akses darat utama menuju pusat Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), terputus akibat longsor di Desa Kayu Batu, Selasa (25/8/2026) dini hari. Mobil belum dapat melintas, sementara pengendara sepeda motor diminta tidak memaksakan diri melewati lokasi.
Camat Muara Muntai Mulyadi mengatakan longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 Wita. Ruas yang terdampak merupakan satu-satunya jalan darat utama menuju pusat kecamatan.
“Jalan itu merupakan satu-satunya jalan yang arah menuju Muara Muntai, masuk ke kota. Kejadiannya tadi malam, jalan itu putus karena longsor. Perkiraan kejadiannya sekitar jam 3 atau jam 4 dini hari,” kata Mulyadi saat diwawancarai melalui telepon, Selasa.
Panjang badan jalan yang terdampak diperkirakan mencapai 7–10 meter. Hampir seluruh bagian jalan di tepi sungai tersebut longsor sehingga kendaraan roda empat belum dapat melintas.
“Belum, kendaraan belum bisa. Untuk roda empat tidak bisa. Saya tidak tahu kalau roda dua, kalau memang bisa dipaksakan, khawatir juga nanti,” ujarnya.
Mulyadi menjelaskan belum tersedia jalur alternatif untuk mengalihkan arus kendaraan dari lokasi tersebut.
“Untuk saat ini memang tidak ada pengalihan karena belum ada jalan untuk mengalihkan ke arah mana, tidak bisa,” jelasnya.
Pemerintah Kecamatan Muara Muntai bersama sejumlah pihak berupaya membuka jalur sementara di sekitar lokasi. Salah satu opsi yang disiapkan ialah menimbun sisi jalan yang masih memungkinkan untuk dilalui.
Saat wawancara dilakukan, pemerintah kecamatan juga masih menunggu bantuan alat berat dari pihak terkait, termasuk PT JMS. Ekskavator dan truk direncanakan dikerahkan untuk membantu penanganan.
“Pagi ini informasinya akan meluncur peralatan itu, seperti excavator, termasuk truk, untuk mengondisikan jalan yang ada di situ,” kata Mulyadi.
Penanganan awal diprioritaskan untuk membuka kembali akses masyarakat, setidaknya bagi kendaraan roda dua.
“Yang paling utama jalan itu bisa dilewati oleh masyarakat, minimal sepeda motor dulu supaya bisa lalu-lalang,” ujarnya.
Gagasan menggunakan feri sebagai akses sementara sempat muncul dari masyarakat. Namun, menurut Mulyadi, opsi tersebut terkendala kondisi tepian sungai dan memerlukan infrastruktur tambahan agar kendaraan dapat naik menuju badan jalan.
Penanganan melibatkan pemerintah desa dan kecamatan, unsur forum koordinasi pimpinan kecamatan, masyarakat, serta perusahaan di sekitar wilayah Muara Muntai.
“Kita melibatkan beberapa elemen, dari pihak masyarakat desa maupun kecamatan, Forkopimda, serta dari pihak perusahaan yang ada. Salah satunya PT JMS siap membantu kita,” katanya.
Mulyadi mengimbau pengendara mobil maupun sepeda motor tidak memaksakan diri melewati lokasi sebelum kondisi jalan dinyatakan aman. Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian kapan jalan tersebut kembali dapat dilalui kendaraan. (rry)
Tags:
Muara Muntai
17 jam yang lalu
17 jam yang lalu
20 jam yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu